Komnas HAM Papua Sesali Terjadinya Kericuhan di Stadion Lukas Enembe
Komnas HAM Papua sesali terjadinya kericuhan di lingkungan olahraga setelah pertandingan play-off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura dan Adhiyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (8/5). Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan lembaga perlindungan hak asasi manusia tersebut, yang menganggap peristiwa tersebut sebagai bukti kelalaian dalam mengelola suasana sebelum dan sesudah pertandingan.
Kondisi Stadion dan Kerusakan yang Terjadi
Kericuhan terjadi setelah peluit tanda berakhirnya pertandingan dimainkan, dengan para suporter dari kedua tim memicu konflik yang memperparah suasana. Dalam laporan resmi, Komnas HAM mencatat sejumlah kerusakan signifikan di Stadion Lukas Enembe, termasuk pelemparan batu, api yang melahap sejumlah kendaraan, serta kerumunan yang mengakibatkan kekacauan di sekitar area stadion. Kejadian ini juga mengganggu alur pertandingan dan menyebabkan keterlambatan penutupan stadion.
“Kami menyampaikan kekecewaan atas terjadinya kericuhan di sepak bola yang mengakibatkan kerusakan fasilitas dan kejadian anarkis setelah pertandingan,” jelas Frits Ramandey, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, di Sentani, Sabtu (9/5). Ia menekankan bahwa lembaga tersebut menilai kejadian ini tidak hanya mengenai kemarahan suporter, tetapi juga mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan acara yang seharusnya dijaga ketertiban.
Perspektif Aparat dan Langkah Tindak Lanjut
Dalam penjelasan lebih lanjut, Ramandey mengapresiasi upaya aparat kepolisian yang berusaha mengendalikan kerumunan dan memastikan keselamatan para penonton. Meski beberapa polisi menyebutkan bahwa tabung gas air mata digunakan untuk membubarkan keributan, Ramandey menegaskan bahwa tindakan tersebut sudah diperhitungkan berdasarkan bukti visual yang diperoleh dari video rekaman yang beredar di media sosial.
Komnas HAM Papua juga menyoroti peran panitia penyelenggara dan operator liga dalam mencegah kerusuhan. “Kami akan memeriksa lebih lanjut karena terdapat sejumlah kendaraan yang terbakar di Stadion Lukas Enembe,” ujarnya. Dalam laporan lengkap, pihak Komnas HAM mencatat bahwa 30 kendaraan—20 mobil dan 10 sepeda motor—rusak akibat peristiwa tersebut, termasuk sebagian besar mobil angkot yang menjadi sarana transportasi utama masyarakat lokal.
Pemicu Emosi dan Peran Teknologi Pertandingan
Penyelidikan Komnas HAM Papua melibatkan analisis faktor-faktor pemicu emosi suporter, termasuk keputusan pertandingan yang diambil oleh VAR (Video Assistant Referee). Meski VAR digunakan dalam beberapa pertandingan sebelumnya tanpa menyebabkan konflik serupa, lembaga tersebut ingin mengetahui apakah keputusan dari teknologi ini menjadi penyebab utama kericuhan pada hari itu.
Ramandey menambahkan bahwa kericuhan tersebut tidak hanya mencerminkan ketegangan di lapangan, tetapi juga menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pengelolaan event. “Kami akan meminta penjelasan dari pihak penyelenggara dan operator liga untuk mengetahui apakah ada kesalahan dalam pengaturan waktu, pengawasan, atau komunikasi antar-pihak,” tuturnya. Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi hak asasi manusia kepada para suporter sebelum acara berlangsung.
Konteks Kericuhan dan Sejarah Konflik di Papua
Penyebab kericuhan di Stadion Lukas Enembe juga dikaitkan dengan konteks sosial politik di Papua. Beberapa suporter yang terlibat dalam aksi anarkis mengungkapkan bahwa kekalahan tim mereka di pertandingan itu menjadi pemicu emosi yang tidak terkendali. Komnas HAM Papua menilai kejadian ini sebagai indikasi dari ketegangan yang terus-menerus terjadi di wilayah tersebut, terutama dalam lingkungan olahraga.
Sejumlah pihak di Jayapura menyebutkan bahwa kericuhan ini terjadi setelah keputusan VAR dianggap tidak adil oleh sebagian suporter Persipura. Meski keputusan tersebut berdasarkan bukti teknis, masyarakat lokal dianggap sudah terbiasa dengan kemungkinan kekalahan yang dianggap tidak layak, sehingga mengakibatkan reaksi ekstrem.
Pengaruh Kericuhan Terhadap Masyarakat dan Aktivitas Olahraga
Kericuhan di Stadion Lukas Enembe tidak hanya menyebabkan kerusakan material, tetapi juga menggangu kepercayaan publik terhadap keberlangsungan pertandingan. Banyak masyarakat Jayapura menyatakan bahwa kejadian ini mengurangi semangat sportivitas dan mengingatkan mereka akan pentingnya mengelola emosi serta menghindari eskalasi konflik.
Dalam upaya memperbaiki reputasi, Komnas HAM Papua berencana menyelidiki lebih lanjut seputar pemicu kekalahan Persipura dan pengaruhnya terhadap keputusan suporter. “Kami juga ingin mengetahui apakah VAR digunakan sebagai alasan utama kekalahan tim Persipura Jayapura,” tambah Ramandey. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lain untuk menemukan solusi yang efektif dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
