Main Agenda: Makassar Jadi Pusat Riset Global Melalui PAIR 2026
Pengembangan Kerja Sama Internasional
Beritaturah.com – Keberhasilan Kota Makassar dalam menegakkan posisi sebagai pusat riset global kini semakin nyata berkat penyelenggaraan Pertemuan Tahunan PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) 2026. Acara ini menjadi wadah utama untuk memperkuat Main Agenda kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan zaman. Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa, mengungkapkan bahwa PAIR 2026 memperlihatkan komitmen Makassar untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan riset yang berdampak nyata di tingkat regional dan global.
“Main Agenda PAIR 2026 adalah mendorong kerja sama lintas sektor agar riset dapat menjadi pendorong utama bagi kebijakan publik dan keberlanjutan pembangunan,” terang Prof Jamaluddin Jompa di Kampus Unhas, Minggu. Ia menambahkan, acara ini memberikan ruang bagi ilmuwan, praktisi, dan pihak terkait untuk berbagi wawasan serta menghasilkan solusi inovatif yang mampu menjawab isu kritis di bidang lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Penguatan Ekosistem Riset Lokal
Kehadiran PAIR 2026 di Makassar menegaskan bahwa kota ini semakin berperan sebagai poros riset nasional. Dalam tiga hari penyelenggaraannya, 21-23 Juli 2026, forum ini membawa lebih dari 500 peserta yang terdiri dari universitas, lembaga riset, dan pemerintah daerah di Indonesia serta Australia. Tujuan utama Main Agenda PAIR 2026 adalah menumbuhkan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam proses penelitian, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi yang bisa diterapkan di masa mendatang.
Acara ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi capaian riset sebelumnya dan menetapkan arah penelitian baru sesuai kebutuhan masyarakat. Prof Jamaluddin Jompa menekankan bahwa Main Agenda ini dirancang untuk mempercepat transfer ilmu pengetahuan ke praktik nyata, terutama dalam bidang perubahan iklim dan ketahanan pangan. “Kami berharap PAIR 2026 bisa menjadi titik awal bagi keterlibatan lebih luas akademisi Makassar dalam proyek riset multinasional,” ujarnya.
Isu Prioritas dan Solusi Berbasis Ilmu
PAIR 2026 fokus pada tiga isu utama yang dianggap menjadi prioritas dalam pembangunan Indonesia: perubahan iklim, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam diskusi panel, para peserta menyoroti pentingnya data ilmiah dalam merancang kebijakan yang responsif terhadap dinamika lingkungan dan sosial. Main Agenda ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Makassar dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Selain itu, PAIR 2026 juga mengangkat topik tata kelola pemerintahan berbasis bukti ilmiah sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan. Pemimpin delegasi Australia, Dr. Emily Tan, menyatakan bahwa kolaborasi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan riset yang lebih holistik dan berdampak jangka panjang. “Main Agenda PAIR 2026 menunjukkan bahwa Makassar mampu menjadi mitra strategis dalam menciptakan kebijakan inklusif,” tambahnya.
Persiapan dan Harapan Masa Depan
Penyelenggaraan PAIR 2026 di Makassar bukanlah kejadian yang terburu-buru. Sejak beberapa bulan sebelumnya, pihak Unhas dan mitra lokal telah bekerja sama intensif untuk memastikan segala persiapan sesuai standar internasional. Main Agenda ini juga menjadi acuan untuk menilai keberhasilan program riset bersama yang telah berjalan selama beberapa tahun. “Kami bersyukur bahwa PAIR 2026 bisa diadakan di Makassar, karena kota ini memiliki infrastruktur riset yang cukup matang dan komitmen tinggi terhadap inovasi,” jelas Prof Jamaluddin Jompa.
Dalam jangka panjang, Main Agenda PAIR 2026 diharapkan bisa menjadi pemicu untuk membangun pusat riset internasional di Makassar. Lebih dari 30 proyek riset bersama antara Indonesia dan Australia telah dicanangkan, termasuk dalam bidang energi terbarukan dan digitalisasi pelayanan publik. Rektor Unhas menambahkan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat daerah dalam mengambil peran sebagai mitra riset nasional.
Konteks Global dan Kepentingan Nasional
Keberhasilan PAIR 2026 di Makassar tidak hanya bermanfaat untuk kota itu sendiri, tetapi juga mendukung kebijakan nasional dalam pengembangan riset berbasis teknologi. Dalam kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Main Agenda ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan ke dalam agenda pembangunan nasional. “Makassar mampu menunjukkan bahwa kota-kota besar di Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam riset internasional,” ujar Dr. Emily Tan.
Sebagai bentuk pengakuan, PAIR 2026 juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi Makassar dalam bidang riset dan inovasi. Pihak pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menilai bahwa acara ini memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kebijakan publik. Dengan Main Agenda yang terus ditegaskan, kota ini berharap bisa menjadi model keberhasilan dalam pengembangan riset yang berorientasi pada solusi nyata.
