Humaniora

Penanganan kubangan akibat gempa di Nokilalaki Sulteng telah rampung

390183
Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Proses Penanganan Kubangan Akibat Gempa di Nokilalaki Telah Selesai
  2. Related Reading

Proses Penanganan Kubangan Akibat Gempa di Nokilalaki Telah Selesai

Beritaturah.com – Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini telah menyelesaikan seluruh penanganan kubangan akibat gempa di Nokilalaki. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara resmi mengonfirmasi bahwa seluruh pekerjaan perbaikan infrastruktur dan lingkungan di kawasan tersebut telah rampung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melibatkan berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait.

Penanganan kubangan-kubangan ini tuntas dikerjakan dengan bantuan dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, TNI, Polri, Universitas Tadulako, BWS Sulawesi III dan seluruh pihak lainnya,

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Rizal di Sigi pada hari Minggu. Ia menambahkan bahwa kondisi kawasan konservasi, khususnya di wilayah Nokilalaki, kini telah aman dari ancaman longsoran. Air yang sebelumnya tertahan akibat longsoran sudah kembali mengalir normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap potensi bencana susulan.

Detail Teknis Pemulihan dan Monitoring Jangka Panjang

Irham Rangga Sasmita, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III BBTNLL, menjelaskan bahwa seluruh kubangan maupun sumbatan longsoran telah berhasil dibuka. Pihaknya akan segera melaksanakan pemulihan ekosistem serta melakukan pemantauan berkala di kawasan konservasi Nokilalaki. Teknik manual dan jet shooter digunakan untuk membuka longsoran tersebut secara perlahan, sehingga material dapat terurai dan jalur air di sungai kembali terbuka.

Pekan depan kami akan melakukan penanaman 100 bibit pohon nantu dan tanaman rintisan bambu,

Menurut Irham, luas penampang longsor di Sungai Kamarora mencapai 14,6 hektare. Sebelum proses penanganan dimulai, sungai ini mengalami penyumbatan total tanpa aliran air. Kini, kondisi telah kembali normal. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu juga telah memasang CCTV di sekitar kawasan konservasi sebagai sarana monitoring dan deteksi dini untuk mengamati pergerakan material longsoran serta perubahan aliran air secara berkala.

Tentunya perangkat ini dipasang sebagai sarana monitoring dan deteksi dini untuk mengamati pergerakan material longsoran serta perubahan aliran air secara berkala,

Pemkab Sigi telah menetapkan masa transisi menuju pemulihan selama 90 hari, dimulai dari 1 Juli hingga 28 September mendatang. Selama periode ini, seluruh tim teknis akan terus melakukan evaluasi terhadap stabilitas tanah dan infrastruktur yang telah diperbaiki.

FAQ: Informasi Penting bagi Masyarakat Nokilalaki

Apakah kawasan Nokilalaki sudah aman untuk dikunjungi? Ya, kawasan konservasi Nokilalaki telah dinyatakan aman dari ancaman longsoran setelah seluruh kubangan akibat gempa ditangani.

Berapa luas area yang terdampak longsoran? Luas penampang longsor di Sungai Kamarora mencapai 14,6 hektare yang telah berhasil dibuka menggunakan teknik manual dan jet shooter.

Apa rencana penanaman kembali di kawasan tersebut? Pekan depan akan dilakukan penanaman 100 bibit pohon nantu dan tanaman rintisan bambu sebagai bagian dari pemulihan ekosistem.

Bagaimana sistem monitoring pasca penanganan? Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu telah memasang CCTV di sekitar kawasan konservasi untuk memantau pergerakan material longsoran dan perubahan aliran air secara berkala.

Berapa lama masa transisi pemulihan ditetapkan? Pemkab Sigi menetapkan masa transisi selama 90 hari, dimulai dari 1 Juli hingga 28 September mendatang.

Leave a Comment