Humaniora

Solving Problems: Pakar UGM paparkan bahaya retinopati diabetik dan penderitanya di RI

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

Retinopati Diabetik: Solusi dalam Mengatasi Bahaya Kebutaan di Indonesia

Beritaturah.com – Jakarta – Dalam Forum Jurnalis Kesehatan yang diadakan di Jakarta, Senin, pakar kesehatan mata dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Muhammad Bayu Sasongko, menyoroti pentingnya mengetahui penyebab dan risiko dari retinopati diabetik. Menurutnya, kondisi ini merupakan masalah besar yang mengancam penglihatan penderita diabetes, dengan jumlah pasien mencapai sekitar 5,2 juta di Indonesia. Dalam Solving Problems ini, kita akan membahas bagaimana komplikasi ini berkembang dan upaya pencegahan yang perlu dilakukan.

Penyebab dan Mekanisme Penyakit

Retinopati diabetik, menurut Prof. Bayu, terjadi karena kerusakan pada pembuluh darah di bagian belakang bola mata, yaitu retina. Kondisi ini tidak terlihat oleh mata biasa, sehingga sering terlewatkan hingga tahap yang lebih parah. “Gula darah yang tinggi selama jangka waktu lama akan merusak pembuluh darah retina, menyebabkan kebocoran cairan dan endapan berbahaya,” jelas pakar tersebut. Proses ini bisa memicu kehilangan penglihatan yang progresif, yang membutuhkan Solving Problems melalui deteksi dini.

“Retinopati diabetik tidak hanya memengaruhi struktur retina, tetapi juga fungsi penglihatan secara keseluruhan. Pembuluh darah yang rusak bisa menyebabkan bintik hitam atau penglihatan kabur, yang sering dianggap sebagai gejala umum hingga dini diagnosis kritis tidak terlakukan,” tambah Prof. Bayu.

Penyebaran Penyakit dan Faktor Pemicu

Menurut data BPJS Kesehatan, dari total 12 juta penderita diabetes yang rutin berobat, hampir 40 persen, yaitu 5,2 juta orang, menderita retinopati diabetik. Faktor seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah berlebihan, dan kebiasaan merokok diketahui mempercepat progresi penyakit ini. “Kombinasi faktor risiko ini bisa memperparah kerusakan retina, membuat Solving Problems lebih sulit dilakukan karena kehilangan fungsi mata bisa menjadi irreversible,” katanya.

Doktor Bayu menekankan bahwa retinopati diabetik bisa berkembang dalam beberapa tahap, mulai dari retinopati non-progresif hingga progresif yang memerlukan intervensi medis segera. “Kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah dan tekanan darah menjadi kunci dalam Solving Problems terkait penyakit ini,” ujarnya. Pemantauan rutin dan konsistensi pengobatan menjadi solusi utama untuk menghindari komplikasi serius.

Pengobatan dan Peran Kebijakan

Dari 5,2 juta penderita retinopati diabetik, sebanyak 1,2 juta membutuhkan tindakan medis intensif, seperti terapi laser atau operasi vitrektomi. “Intervensi ini bisa menyelamatkan penglihatan, tetapi hanya efektif jika diperoleh sebelum kerusakan retina mencapai tahap akhir,” tegas Prof. Bayu. Perluasan akses ke layanan kesehatan mata dan pendidikan masyarakat tentang Solving Problems menjadi tantangan utama dalam menurunkan angka kebutaan akibat diabetes.

“Solving Problems dalam penanganan retinopati diabetik tidak hanya bergantung pada teknologi medis, tetapi juga kesadaran masyarakat. Pemantauan berkala dan pengendalian gula darah bisa mengurangi risiko kebutaan hingga 70 persen,” kata pakar tersebut.

Strategi Pencegahan dan Mitigasi

Dalam upaya Solving Problems, peneliti menyarankan peningkatan kesadaran akan gejala dini retinopati diabetik, seperti kabur penglihatan atau penglihatan ganda. “Deteksi dini melalui pemeriksaan mata berkala bisa mencegah kebutaan, karena penyakit ini tidak selalu menunjukkan gejala sampai tahap lanjut,” jelas Prof. Bayu. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat dan olahraga rutin juga menjadi faktor penting dalam Solving Problems.

Menurutnya, pendekatan multidisiplin, melibatkan dokter spesialis mata, endokrinologi, dan ahli gizi, bisa memperkuat upaya Solving Problems di tingkat komunitas. “Kerja sama antarbidang dan edukasi terpadu kepada penderita diabetes akan memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sebagai penutup, retinopati diabetik menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan manajemen penyakit diabetes. Dengan Solving Problems yang tepat, risiko kehilangan penglihatan bisa diminimalkan. Data menunjukkan bahwa setiap 10 detik, seorang penderita diabetes kehilangan penglihatannya karena retinopati, sehingga aksi kolektif diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Comment