Pemprov NTB dan Kemenbud bangun kembali rumah adat Bayan
Mataram, Minggu
Special Plan – Dalam upaya memperkuat warisan budaya lokal, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan Special Plan khusus untuk memulihkan rumah adat Bayan yang terbakar beberapa hari lalu di Desa Bayan Timur, Kabupaten Lombok Utara. Proyek ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian budaya dan memperkaya identitas masyarakat setempat. Dengan Special Plan yang dirancang secara komprehensif, Pemprov NTB berharap dapat merekonstruksi struktur adat tersebut dengan mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan modernisasi secara seimbang.
Kemitraan antara Pemprov NTB dan Kemenbud
Proyek pembangunan ulang rumah adat Bayan dilakukan melalui kerja sama antara Pemprov NTB dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Kolaborasi ini bertujuan memastikan bahwa pemulihan tempat tinggal adat dilakukan dengan memperhatikan aspek arkeologi, sejarah, serta keterlibatan masyarakat setempat. Menurut Muhamad Ihwan, Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Special Plan ini mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk melindungi kekayaan budaya daerah. Dalam penyusunan rencana, berbagai pertimbangan seperti desain tradisional, bahan lokal, serta aksesibilitas wisata dituangkan untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya bernilai sejarah tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengembangan ekonomi budaya.
Kemenbud memberikan dukungan teknis dan bantuan dana untuk menjalankan Special Plan ini. Dukungan tersebut memungkinkan penyusunan detail desain yang memperhatikan estetika dan fungsi rumah adat Bayan. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, Achmad Hariri, mengungkapkan bahwa kawasan adat Bayan memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan Special Plan, pihaknya juga berharap bisa mengembangkan program pelatihan seni tradisional yang akan menciptakan sumber daya manusia terampil di bidang konservasi budaya.
“Special Plan ini menjadi bukti komitmen kita untuk menjaga keberlanjutan budaya Nusa Tenggara Barat. Rumah adat Bayan bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga jembatan antara tradisi dan inovasi,” ujar Muhamad Ihwan saat melakukan kunjungan ke Desa Bayan, dikuti oleh Achmad Hariri.
Kelompok masyarakat adat Bayan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peluncuran Special Plan ini. Mereka berharap pembangunan kembali rumah adat bisa mengembalikan nilai-nilai budaya yang hilang akibat kebakaran beberapa waktu lalu. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan wisata setempat, sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Beberapa anggota masyarakat menyatakan bahwa rumah adat Bayan memiliki makna mendalam dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan kehadirannya kembali akan memperkuat rasa kebanggaan budaya.
Pembangunan kembali rumah adat Bayan juga dijadwalkan sebagai bagian dari Special Plan nasional yang bertujuan merangkul kebudayaan sebagai pilar pembangunan. Dalam konteks ini, NTB menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dipadukan dengan perkembangan ekonomi. Proyek ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan revitalisasi warisan budaya mereka melalui pendekatan yang berkelanjutan dan terpadu. Proses konstruksi juga akan melibatkan masyarakat setempat untuk memastikan bahwa setiap aspek desain dan bahan yang digunakan sesuai dengan tradisi dan kebutuhan warga.
