Humaniora

Tim SAR temukan korban terakhir anak tenggelam di Sungai Mapili

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Anak Tenggelam di Sungai Mapili

Tim SAR temukan korban terakhir anak – Mamuju – Setelah berhari-hari melakukan pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir dari lima anak yang hilang dalam kejadian tenggelam di Sungai Mapili, Desa Segerang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Proses pencarian yang berlangsung sejak Jumat (5/6) lalu berakhir dengan keberhasilan menemukan semua korban, termasuk anak yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju, Mahmud Afandi, mengungkapkan bahwa pencarian korban terakhir merupakan pencapaian besar setelah sejumlah hari upaya yang tidak mudah.

Proses Pencarian Korban Tenggelam

Kejadian tenggelam lima anak terjadi saat mereka sedang bermain di Sungai Mapili pada Jumat (5/6) sekitar pukul 11.00 WITA. Tiga anak dinyatakan hilang dalam kondisi terjebak arus deras, sementara dua di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan memberi laporan. Tim SAR langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban, dengan persiapan yang intensif. Dalam penjelasan Mahmud Afandi, ia menyatakan bahwa pencarian korban terakhir membutuhkan koordinasi ketat antara berbagai instansi dan warga sekitar.

“Korban terakhir dari lima anak yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Mapili Kabupaten Polewali Mandar, pada Minggu sore berhasil ditemukan,” kata Mahmud Afandi di Mamuju, Minggu. Dalam penemuan ini, tim SAR melalui rintangan cuaca dan medan yang sulit, hingga akhirnya berhasil menemukan jenazah anak bernama Dermawan, yang berusia enam tahun, sekitar pukul 16.05 WITA.

Penemuan korban terakhir ini memperlihatkan komitmen tim SAR yang tidak berhenti meski prosesnya berlangsung lama. Dalam beberapa hari, tim SAR terus menggali informasi dari warga dan memperhatikan kondisi aliran sungai. Setelah menemukan Dermawan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Proses pencarian terakhir juga mengungkapkan keterlibatan warga sekitar yang aktif memberikan bantuan.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Korban terakhir yang ditemukan, Dermawan, adalah salah satu dari lima anak yang hilang. Ia ditemukan sekitar 5,16 kilometer dari lokasi kejadian, dalam kondisi yang memprihatinkan. Sementara itu, dua anak lain yang ditemukan dalam keadaan selamat, Fatimah dan Zakia, berusia enam tahun, tetap menjadi saksi bisu peristiwa tragis ini. Mahmud Afandi menambahkan bahwa pencarian korban terakhir membutuhkan penggunaan alat khusus, seperti perahu dan alat bantu pencarian, serta pendekatan yang hati-hati.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan pihak yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” ujar Mahmud Afandi. Ia juga mengapresiasi peran warga sekitar yang aktif dalam membantu pencarian, terutama dalam memberikan informasi terkini tentang kejadian dan lokasi korban.

Tim SAR melakukan pencarian korban terakhir dengan membagi tim menjadi beberapa kelompok, masing-masing bertugas di area berbeda. Proses evakuasi berjalan cepat setelah jenazah ditemukan, dengan pertolongan dari warga setempat dan sejumlah alat berat. Penemuan korban terakhir menandai akhir dari operasi SAR yang berlangsung selama sejumlah hari, namun tetap menjadi momen emosional bagi seluruh pihak terlibat.

Penyebab Kecelakaan dan Dampaknya

Dalam penyelidikan awal, penyebab kecelakaan tenggelam lima anak diduga karena kelelahan saat berenang di Sungai Mapili yang memiliki aliran deras dan kondisi dasar sungai yang tidak terlalu stabil. Anak-anak yang hilang diperkirakan berusia antara enam hingga tujuh tahun, dengan kondisi fisik yang masih terbilang baik sebelum terjebak. Mahmud Afandi mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, memperumit proses pencarian.

Penemuan korban terakhir ini memberikan kelegaan bagi keluarga yang sudah berhari-hari menunggu kabar. Dalam wawancara dengan orang tua salah satu korban, mereka menyatakan rasa syukur terhadap upaya tim SAR. Selain itu, kejadian ini juga menimbulkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan saat berenang di sungai yang berarus. Dengan menemukan korban terakhir, seluruh proses pencarian dapat disimpulkan sebagai berhasil.

Proses Penanganan Korban Tenggelam

Setelah jenazah Dermawan ditemukan, tim SAR langsung mengangkatnya ke rumah duka menggunakan perahu dan alat pertolongan. Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari gangguan terhadap jenazah dan memastikan kondisi tubuh tetap baik. Penemuan korban terakhir menambah jumlah korban menjadi lima, dengan tiga di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya selamat.

Mahmud Afandi juga menjelaskan bahwa pencarian korban terakhir mengambil waktu lebih lama karena lokasi kejadian yang jauh dari titik awal. Ia menegaskan bahwa penemuan ini tidak hanya menjadi akhir dari operasi SAR, tetapi juga memperkuat kerja sama antar instansi dalam situasi darurat. Selain itu, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko berenang di alam terbuka.

Leave a Comment