Internasional

Solving Problems: Italia prediksi harga energi turun tak lama setelah AS-Iran damai

Italia Prediksi Harga Energi Turun Tak Lama Setelah AS-Iran Damai

Pernyataan Menteri Lingkungan dan Energi Italia

Solving Problems – Menteri Lingkungan Hidup dan Keamanan Energi Italia, Gilberto Pichetto Fratin, menyatakan bahwa harga energi dunia mungkin akan mengalami penurunan dalam waktu dekat setelah ditandatangani perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Fratin, jika proses negosiasi berjalan lancar, dampak positifnya dapat segera terasa. Ia menambahkan bahwa faktor harga yang berasal dari spekulasi komersial akan hilang, sementara peningkatan pasokan akan mendorong penurunan biaya.

“Jika semuanya berjalan lancar, dampak positifnya dapat segera dirasakan. Faktor harga yang disebabkan oleh spekulasi komersial akan menghilang. Dengan meningkatnya pasokan, harga pun akan turun,” ujar Fratin dalam wawancara dengan surat kabar Italia, Corriere della Sera, yang terbit pada Senin.

Kemungkinan Penurunan Harga Energi

Di sisi lain, Fratin menyampaikan harapan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran bisa berujung pada gencatan senjata. Namun, ia mengakui kesulitan dalam memperkirakan tingkat penurunan harga secara pasti. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian terkait tarif yang diterapkan terhadap kapal yang melalui Selat Hormuz, yang masih menjadi isu utama.

“Saya kira akan diperlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk kembali ke kehidupan normal,” kata Fratin.

Komentar Menteri Luar Negeri AS

Menlu Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebutkan bahwa negara tersebut memiliki peluang besar mencapai kesepakatan sementara dengan Iran mengenai masalah nuklir. Ia menekankan bahwa ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut juga memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak, yang akhirnya menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara di dunia. Meski ada harapan perjanjian damai bisa segera tercapai, kestabilan harga energi tergantung pada pemulihan situasi di wilayah strategis itu.

Leave a Comment