Special Plan: Lapas Cipinang dan Polri Ungkap Peredaran Ekstasi di Tempat Hiburan Malam
Special Plan – Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta, bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Mabes Polri, berhasil mengungkap praktik peredaran narkotika jenis ekstasi serta vape yang mengandung etomidate di dua lokasi hiburan malam di Jakarta Barat. “Kemitraan antara Dittipidnarkoba dan Lapas Cipinang menjadi pilar penting dalam menindaklanjuti kegiatan ilegal ini secara efektif,” jelas Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo dalam siaran pers di Jakarta, Jumat. Operasi yang dilakukan dalam kerangka Special Plan ini menunjukkan komitmen kuat untuk menekan penggunaan narkoba dan modus kejahatan yang mengintai lingkungan pemasyarakatan.
Implementasi Program Pemasyarakatan Tahun 2026
Wachid menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya nyata dalam menerapkan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026, terutama untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba dan jaringan kejahatan yang terstruktur. “Kami fokus pada pemberantasan narkoba dan kecurangan di lingkungan Lapas serta Rutan,” tegas Wachid. Menurutnya, keberhasilan Special Plan tidak terlepas dari peningkatan pengawasan multitahap, seperti pemeriksaan awal, razia rutin, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran. Dittipidnarkoba dan Lapas Cipinang terus berkolaborasi untuk memperkuat mekanisme deteksi dini.
“Jika ada pelaku yang terlibat, termasuk petugas, kami akan memberi sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Wachid.
Ketua Tim Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, menegaskan bahwa penyelidikan dalam Special Plan ini berkat koordinasi intensif dengan Lapas Cipinang. “Kerja sama dengan pihak Lapas mempercepat proses pengungkapan kasus,” kata Kevin. Ia menjelaskan bahwa jaringan narkoba ini telah beroperasi selama berbulan-bulan, dengan target distribusi ke sejumlah tempat hiburan di Jakarta Barat. Penyelidikan yang dilakukan dalam kerangka Special Plan menunjukkan strategi adaptif untuk menghadapi ancaman narkoba di lingkungan penjara.
Pengungkapan Sebelumnya di B Fashion Hotel
Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah menangkap jaringan narkoba yang diduga aktif di salah satu tempat hiburan malam kawasan B Fashion Hotel, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Operasi tersebut dilakukan dengan teknik penyamaran, yakni “undercover buy,” di mana petugas membeli barang ilegal dari pelaku untuk memperkuat bukti. “Metode undercover buy membantu kami mengidentifikasi jaringan yang terstruktur dan sistematis,” ujar Kevin. Penerapan Special Plan mengintegrasikan teknik ini sebagai bagian dari strategi investigasi.
“Dengan Special Plan, kami bisa melacak distribusi narkoba lebih cepat dan akurat,” tambah Kevin.
Dalam operasi sebelumnya, total 14 tersangka berhasil diamankan dari berbagai lokasi, termasuk tempat hiburan yang menjadi sasaran. Polisi menyatakan jaringan ini memiliki distribusi yang rapi, sehingga mampu beroperasi dalam jangka panjang sebelum akhirnya terungkap. Saat ini, penyidikan terus berjalan untuk mengungkap keterlibatan lebih luas, termasuk hubungan dengan tempat hiburan lainnya di Jakarta. Implementasi Special Plan diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dan kepolisian.
Dittipidnarkoba dan Lapas Cipinang menekankan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan penguatan pengawasan. “Program ini mengintegrasikan kegiatan pemeriksaan dengan pelatihan petugas tentang identifikasi tanda-tanda kejahatan narkoba,” kata Wachid. Kemitraan ini juga memberikan peluang untuk mengungkap sisi-sisi jaringan yang tersembunyi, seperti penyalahgunaan etomidate sebagai bahan tambahan vape.
Pengungkapan peredaran ekstasi dalam Special Plan menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga penegak hukum dan pemasyarakatan sangat efektif dalam memerangi kejahatan narkoba. Kevin Leleury menambahkan bahwa keberhasilan operasi ini akan menjadi referensi untuk program serupa di tahun depan. “Special Plan membuktikan bahwa kemitraan yang konsisten mampu menghasilkan hasil maksimal,” ujarnya. Kedua institusi terus memperkuat koordinasi guna memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk terus beroperasi.
