Kriminalitas

Terkait 995 senjata, Yayasan sekolah tegaskan tak ada ekskul menembak

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Terkait 995 senjata Yayasan sekolah: Klarifikasi resmi dari pengurus
  2. Related Reading

Terkait 995 senjata Yayasan sekolah: Klarifikasi resmi dari pengurus

Beritaturah.com – Jakarta – Dalam situasi yang menarik perhatian publik, Terkait 995 senjata Yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah mengeluarkan pernyataan resmi. Pengurus yayasan tersebut menegaskan dengan tegas bahwa tidak terdapat kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan sekolah mereka. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas temuan ratusan senjata yang sebelumnya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan media.

Hermawanto, kuasa hukum yayasan, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari para guru yang telah mengabdi di sekolah tersebut selama bertahun-tahun, tidak pernah ada program menembak yang berjalan secara formal. “Kami informasikan, berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi sekolah pada hari Jumat. Pengakuan ini sejalan dengan keterangan dari pengurus baru yang baru saja memperoleh akses ke berbagai ruangan sekolah.

Kontradiksi dengan keterangan sebelumnya

Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan pandangan dengan keterangan yang diberikan oleh PT Lokta Karya Perbakin. Sebelumnya, perusahaan tersebut menyebutkan bahwa ratusan airsoft gun yang ditemukan merupakan inventaris resmi yang berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak. Kegiatan tersebut allegedly telah berjalan sejak tahun 2020 hingga berhenti setelah sang pembina meninggal dunia pada tahun 2024. Namun, pengurus yayasan mengaku baru mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut setelah mendapatkan akses ke ruangan-ruangan yang sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama.

Polres Metro Jakarta Selatan telah membenarkan temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta tersebut. Temuan ini mencakup berbagai jenis senjata, amunisi, aksesori senjata, serta alat pembuat peluru. Selain itu, juga ditemukan VCD porno dan barang-barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dan ganja. Polisi menerima laporan dari masyarakat perihal temuan tersebut pada tanggal 15 Juli 2026, dan penyidik telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal.

Proses penyelidikan kini sedang bergulir lebih lanjut untuk memastikan semua aspek terkait temuan tersebut. Terkait 995 senjata Yayasan sekolah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lengkap kepada masyarakat tentang keberadaan dan fungsi setiap item yang ditemukan. Pengurus yayasan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses investigasi ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Terkait Temuan Senjata

Apakah benar tidak ada ekskul menembak di sekolah tersebut? Ya, berdasarkan pernyataan resmi dari kuasa hukum yayasan dan konfirmasi dari para guru lama, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler menembak yang pernah berjalan di sekolah tersebut.

Kapan laporan pertama mengenai temuan senjata diterima? Polisi menerima laporan dari masyarakat pada tanggal 15 Juli 2026, dan segera membuat Laporan Polisi Model A sebagai langkah awal penanganan.

Siapa yang pertama kali mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut? Pengurus baru yayasan adalah yang pertama kali mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut setelah memperoleh akses ke ruangan-ruangan yang sebelumnya dikuasai oleh pengurus lama.

Apa saja jenis-jenis senjata yang ditemukan? Selain 995 pucuk senjata api dan airsoft gun, juga ditemukan amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta barang-barang lain seperti VCD porno dan narkotika.

Leave a Comment