Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap normal setelah insiden senjata
Beritaturah.com – Jakarta – Pengurus yayasan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap berjalan normal. Pernyataan ini disampaikan setelah adanya temuan sekitar 995 senjata di dalam salah satu ruangan milik yayasan tersebut. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pendidikan di sekolah telah kembali seperti biasa.
“Jadi, seperti teman-teman ketahui juga, hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa, karena memang tidak ada gangguan apa pun buat kami di sekolah,” ujar Hermawanto kepada wartawan di lokasi sekolah, Jakarta Selatan, Jumat.
Hermawanto menambahkan bahwa pembongkaran ruangan dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa. Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa hambatan berarti. Seluruh senjata yang ditemukan saat ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
Koordinasi dengan berbagai pihak
Selain menyerahkan senjata kepada kepolisian, yayasan juga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap normal dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pihak yayasan berharap Gubernur Pramono bersedia mengunjungi sekolah untuk memastikan suasana belajar mengajar tetap kondusif.
“Makanya, kami sekarang sedang berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami juga sudah berkomunikasi dengan KPAI, dan kami juga sedang berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta,” jelas Hermawanto.
Lebih lanjut, Hermawanto menyampaikan harapannya agar para penegak hukum maupun pemerintah daerah berkenan mendatangi sekolah tersebut. Tujuannya adalah untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar dan tidak ada kekhawatiran dari orang tua maupun siswa. Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap menjadi prioritas utama di tengah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Detail temuan senjata dan tindak lanjut
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan resmi membenarkan temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di dalam ruangan milik yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di dalam ruangan bekas Kepala Yayasan yang berinisial IWD, ditemukan 995 pucuk senjata lengkap dengan amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.
Polisi menerima laporan dari masyarakat perihal temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik kemudian membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal setelah mengetahui adanya temuan itu. Pembuatan Laporan Polisi Model A tersebut juga dilakukan sebagai dasar penanganan awal sebelum proses penyelidikan bergulir lebih lanjut. Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap normal selama proses hukum berlangsung.
FAQ: Pertanyaan Umum seputar Temuan Senjata
Apakah kegiatan belajar mengajar benar-benar berjalan normal? Ya, Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap berjalan normal. Pembongkaran ruangan dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa.
Siapa saja pihak yang telah dikomunikasikan oleh yayasan? Yayasan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, KPAI, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kapan polisi menerima laporan temuan senjata? Polisi menerima laporan dari masyarakat perihal temuan tersebut pada 15 Juli 2026.
Apakah ada dampak jangka panjang terhadap siswa? Sampai saat ini, tidak ada dampak signifikan. Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap lancar dan siswa melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa.
