Pemkot Jaksel Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Akses Pasar Global
Meeting Results – Jakarta – Pada Meeting Results yang diadakan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan, pejabat setempat mengajak para perempuan pengusaha untuk mengembangkan strategi dalam mengakses pasar global. Acara ini menjadi ajang untuk mendiskusikan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi dan memastikan mereka siap memanfaatkan peluang di tingkat internasional. Dalam Meeting Results tersebut, berbagai isu terkait kenaikan biaya operasional, penggunaan teknologi digital, dan kolaborasi dengan mitra ekspor diungkapkan sebagai fokus utama.
Strategi Membangun Jaringan Global
Kota Administrasi Jakarta Selatan, melalui Meeting Results yang dihadiri oleh anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), memaparkan visi untuk memperkuat akses ekspor bagi pengusaha perempuan. Pemkot Jakarta Selatan berharap bahwa melalui Meeting Results, para pengusaha dapat memahami dinamika pasar global serta membangun jaringan kerja sama yang lebih luas. Anwar, perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, menyoroti pentingnya partisipasi perempuan dalam ekonomi global sebagai faktor penentu pertumbuhan perekonomian daerah.
“Perempuan pengusaha harus diberdayakan melalui pelatihan dan akses ke sumber daya yang memadai agar dapat bersaing di pasar internasional,” papar Anwar.
Dalam Meeting Results, juga dibahas tantangan yang dihadapi perempuan pengusaha dalam mengakses pasar global, seperti hambatan regulasi, keterbatasan modal, dan kurangnya pemahaman tentang teknologi ekspor. Dengan bimbingan Pemkot Jaksel, IWAPI diharapkan dapat mengembangkan program pelatihan dan konsultasi yang menyasar pengusaha perempuan, terutama yang bergerak di bidang UMKM. Anwar menegaskan bahwa Meeting Results ini menjadi langkah awal dalam membangun kebijakan inklusif yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan.
Krisis Energi dan Dampak Ekonomi Global
Ketua DPC IWAPI Jakarta Selatan, Khoe Ribka, mengungkapkan bahwa Meeting Results kali ini menyoroti tema kritis, yaitu “Navigasi Bisnis Wanita Pengusaha di Tengah Krisis Energi dan Perlambatan Ekonomi Global.” Ia menjelaskan bahwa isu ini memang relevan karena kenaikan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi dunia berdampak langsung pada operasional bisnis, terutama yang bersifat kecil dan menengah.
“Krisis energi dan perlambatan ekonomi global adalah tantangan nyata yang perlu diatasi secara kolektif oleh para pengusaha perempuan,” ujar Ribka.
Ribka menambahkan bahwa Meeting Results ini menjadi momentum untuk merumuskan rencana aksi yang berfokus pada peningkatan kapasitas wirausaha perempuan. Dalam diskusi, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi pengusaha dalam menyediakan fasilitas seperti bantuan ekspor, pelatihan digital, serta pendampingan dalam membangun merek internasional. Ribka juga menyampaikan harapan bahwa Meeting Results akan menjadi bahan referensi dalam pengembangan kebijakan ekonomi inklusif.
Meeting Results tidak hanya menyoroti masalah saat ini, tetapi juga menjelaskan langkah-langkah jangka panjang. Sebagai contoh, Pemkot Jakarta Selatan berencana mengadakan program pemantauan pasar global secara berkala untuk memastikan para pengusaha perempuan tetap terinformasi tentang peluang dan risiko di luar negeri. Selain itu, Meeting Results juga membahas potensi kolaborasi dengan badan usaha swasta dan lembaga internasional untuk membuka akses ke pasar ekspor yang lebih luas.
