Visit Agenda: Legislator DKI Dorong Pembangunan Taman di Kawasan Padat Penduduk
Visit Agenda adalah inisiatif yang semakin menjadi sorotan di Jakarta, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga melalui pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Anggota DPRD DKI Jakarta, Jamilah Abdul Gani, aktif menyoroti pentingnya taman lingkungan di kawasan padat penduduk sebagai bagian dari agenda kunjungan ke wilayah permukiman. Menurutnya, selama melakukan visit agenda, masyarakat sering mengajukan kebutuhan akan ruang hijau yang bisa menjadi sumber oksigen dan tempat rekreasi sederhana.
Persoalan Ruang Publik di Kota Jakarta
Kawasan padat penduduk di Jakarta, seperti wilayah-wilayah perkotaan yang mengalami pertumbuhan pesat, sering kali menghadapi keterbatasan akses ke ruang publik. Dalam visit agenda yang dilakukan Jamilah, ia menemukan bahwa warga secara konsisten menyebutkan kebutuhan akan taman kecil atau ruang terbuka yang bisa multifungsi. Selain sebagai tempat bermain bagi anak-anak, taman juga diharapkan bisa menjadi solusi untuk menurunkan polusi udara dan menunjang kesehatan masyarakat.
Taman Lingkungan sebagai Sarana Interaksi Sosial
Jamilah menegaskan bahwa taman lingkungan bukan hanya berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial. Selama visit agenda ke beberapa RW, ia mendengar usulan masyarakat agar setiap lingkungan permukiman memiliki taman yang bisa dimanfaatkan bersama. Warga mengatakan, bahkan lahan dengan luas kecil pun bisa diubah menjadi ruang hijau, asalkan direncanakan dengan baik.
Menurutnya, keberadaan taman lingkungan bisa memperbaiki kenyamanan hidup warga di tengah padatnya permukiman. "Selama visit agenda, saya mendengar banyak aspirasi masyarakat tentang kebutuhan ruang terbuka hijau. Mereka ingin taman yang bisa dipakai untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar menghirup udara segar," ujarnya. Jamilah juga menyoroti bahwa saat ini banyak taman yang belum optimal dimanfaatkan karena kurangnya perencanaan dan kebijakan yang menyeluruh.
Usulan Masyarakat dalam Visit Agenda
Dalam kunjungan visit agenda ke berbagai wilayah, masyarakat menawarkan berbagai usulan terkait pembangunan RTH. Salah satunya adalah penggunaan lahan kosong atau bekas bangunan yang tidak produktif untuk diubah menjadi taman lingkungan. Menurut Jamilah, usulan ini perlu didukung oleh pemerintah daerah agar bisa terwujud secara nyata.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam proses pengembangan ruang hijau. "Masyarakat sangat aktif menyampaikan kebutuhan mereka selama visit agenda, dan kami terus mendorong agar aspirasi mereka dianggap serius," jelasnya. Tidak hanya taman, warga juga mengusulkan peningkatan fasilitas umum seperti saluran air dan akses jalan lingkungan, yang sebagian besar belum memadai.
Target Pemprov DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan target peningkatan luas RTH seiring kebutuhan akan ruang hijau yang semakin kritis. Jamilah menyatakan, visit agenda menjadi alat untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan riil warga. "Selama kunjungan ke lapangan, kami bisa melihat langsung kondisi yang ada dan menyesuaikan rencana pembangunan dengan aspirasi masyarakat," tegasnya.
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga, Pemprov DKI perlu lebih intensif melakukan visit agenda untuk mengevaluasi keberhasilan program peningkatan RTH. Jamilah berharap taman lingkungan bisa menjadi salah satu bagian dari kebijakan yang diusulkan dalam kegiatan visit agenda, terutama untuk wilayah yang tergolong padat penduduk. "Dengan taman, warga tidak hanya mendapatkan manfaat lingkungan, tetapi juga ruang untuk berinteraksi secara sosial," katanya.
