What Happened During: Samsat Keliling Buka di 14 Wilayah Jadetabek
What Happened During, layanan administrasi manunggal satu atap, kembali memberikan kemudahan bagi masyarakat di 14 kawasan strategis di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada hari Kamis. Program ini memudahkan warga dalam mengurus berbagai dokumen kendaraan, termasuk pemeriksaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan serta pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan santunan wajib dana kecelakaan lalu-lintas (SWDKLLJ) secara lebih efisien dan terjangkau.
Kemudahan Akses dengan Samsat Keliling di Jadetabek
What Happened During dirancang untuk mengurangi beban pengendara yang sebelumnya harus berjalan-jalan ke kantor Samsat. Dengan adanya layanan ini, warga dapat memanfaatkan jadwal pembukaan di berbagai titik strategis tanpa perlu menghabiskan waktu lama. Berikut daftar lokasi yang menyediakan pelayanan:
- Jakarta Pusat: Area parkir Samsat dan Lapangan Banteng (08.00–14.00 WIB)
- Jakarta Utara: Area parkir Samsat dan halaman Masjid Al Musyawarah (08.00–14.00 WIB)
- Jakarta Barat: Mall Citraland (08.00–14.00 WIB)
- Jakarta Selatan: Area parkir Samsat (09.00–15.00 WIB) dan Gudang Sarinah Cikoko Pancoran (09.00–14.00 WIB)
- Jakarta Timur: Area parkir Samsat dan Pasar Induk Kramat Jati (08.00–14.00 WIB)
- Kota Tangerang: Alun-alun Cibodas dan parkiran Busway Foodmosphere (09.00–13.00 WIB)
- Serpong: Area parkir Samsat (08.00–14.00 WIB) dan ITC BSD (16.00–18.00)
- Ciledug: Giant Poris Gaga dan Kompleks Fresh Market Green Lake City Cipondoh (09.00–14.00 WIB)
- Ciputat: Area parkir Samsat dan Kelurahan Pondok Betung (09.00–12.00 WIB)
- Kelapa Dua: Area parkir Gtown House Square Gading Serpong (08.00–14.00 WIB)
- Kota Bekasi: Mono Caffe Pekayon (09.00–13.00 WIB)
- Kabupaten Bekasi: Pasar Central Lippo Cikarang (09.00–12.00 WIB)
- Depok: Area parkir Samsat (08.00–14.00 WIB) dan Kantor Kelurahan Tugu (09.00–12.00 WIB)
- Cinere: Kantor Kelurahan Pasir Putih (08.00–12.00 WIB)
What Happened During menjadi solusi inovatif yang mempercepat proses administrasi lalu-lintas. Dengan penyediaan layanan di titik-titik keramaian, masyarakat bisa menghemat waktu dan tenaga. Penggunaan sistem ini juga mengurangi kemacetan di sekitar kantor Samsat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan digital dan partisipatif.
Proses Pengurusan Dokumen pada Layanan Samsat Keliling
Untuk menggunakan What Happened During, warga perlu menyiapkan berkas lengkap seperti KTP asli pemilik kendaraan, BPKB, dan STNK, serta fotokopi dokumen-dokumen tersebut. Selain itu, pemohon wajib memastikan tidak memiliki tunggakan PKB lebih dari satu tahun. Proses pengurusan dilakukan secara langsung di lokasi yang ditentukan, dengan petugas Samsat Keliling memberikan bimbingan terperinci untuk memastikan keakuratan data.
Layanan ini tidak hanya membuka jadwal Kamis, tetapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Apakah warga ingin melakukan pembayaran PKB tahunan, pemeriksaan STNK, atau penggantian plat nomor, semua bisa dilakukan melalui What Happened During. Namun, untuk pembayaran pajak lima tahunan atau perubahan plat nomor, pengguna tetap harus datang ke kantor Samsat secara langsung.
What Happened During mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah akses layanan administrasi. Dengan lokasi yang tersebar di 14 wilayah Jadetabek, program ini mencakup berbagai segmen masyarakat, baik yang tinggal di area perkotaan maupun pedesaan. Penyediaan layanan di tempat-tempat strategis memastikan bahwa warga bisa mengurus dokumen kendaraan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masyarakat yang ingin manfaatkan What Happened During juga perlu memperhatikan waktu operasional di setiap lokasi. Misalnya, di Jakarta Selatan, layanan beroperasi dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk area parkir Samsat, sementara Gudung Sarinah Cikoko Pancoran tersedia hingga 14.00 WIB. Sama halnya dengan lokasi di Serpong yang dibuka pada jam 16.00–18.00, menjadikannya pilihan untuk warga yang sibuk di siang hari.
What Happened During terus berupaya memperluas jangkauannya ke lebih banyak wilayah. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi model layanan administrasi yang bisa diadopsi di daerah lain. Dengan sistem satu atap, masyarakat tidak perlu beralih ke berbagai instansi berbeda, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan kepuasan pengguna.
