Lifestyle

Key Strategy: Kementerian Ekraf bawa 10 jenama lokal ke Café Brasserie Expo 2026

Key Strategy: Kementerian Ekraf Promosikan 10 Jenama Lokal di CBE 2026

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan ekspor produk kreatif nasional, Kementerian Ekraf mengadopsi key strategy yang fokus pada promosi merek-merek lokal. Sebanyak 10 jenama terpilih dari sektor makanan dan minuman akan tampil di Café Brasserie Expo (CBE) 2026, sebuah acara internasional yang menjadi platform untuk menunjukkan keunggulan industri kreatif Indonesia. Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menyatakan bahwa key strategy ini bertujuan memperkuat daya saing produk dalam pasar global dan meningkatkan eksposur industri kreatif ke komunitas internasional.

Proses Seleksi Merek Lokal

Seleksi jenama yang dipilih oleh Kementerian Ekraf melibatkan penilaian ketat berdasarkan kualitas, inovasi, dan kesiapan ekspor. Merek seperti Forest Beverage dan Prospero Food dikenal karena konsistensi dalam kualitas produk, sementara Made Tea dan Sila Artisan Tea menawarkan kreativitas dalam formulasi rasa. Selain itu, brand binaan seperti Kalara Borneo dan Battenberg Tiga Indonesia menunjukkan komitmen untuk membangun jaringan pemasaran internasional. Mitra strategis seperti Bumi Boga Laksmi dan Ramoe juga turut didukung dalam menghadapi tantangan global.

Manfaat Strategi Promosi Internasional

Promosi melalui key strategy ini diharapkan tidak hanya menarik perhatian pembeli dari luar negeri, tetapi juga membangun kolaborasi antar sektor. Yuke Sri Rahayu menegaskan bahwa Kementerian Ekraf berkomitmen untuk memperluas pasar nasional dan internasional melalui pendekatan key strategy yang holistik. “Kita perlu mengintegrasikan inovasi lokal dengan pemasaran global agar produk bisa bersaing secara kualitas dan citra,” jelasnya dalam wawancara.

“Dengan key strategy ini, kita ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan antara produsen lokal dan pelaku bisnis internasional. Kementerian Ekraf akan terus mendukung pelaku usaha melalui penguatan kapasitas produksi, branding, dan akses ke pasar global,” tambah Yuke.

Potensi Kopi dan Teh Indonesia di Pasar Global

Kopi Indonesia, yang menjadi salah satu primadona ekspor, mencapai nilai sekitar 2,5 miliar dolar AS pada 2025 dengan volume 508 ribu ton. Varietas Arabika dan Robusta dari Aceh hingga Papua tidak hanya diminati di Eropa dan Timur Tengah, tetapi juga menembus pasar Amerika Serikat. Sementara itu, teh Indonesia memiliki potensi yang besar karena karakter rasa khas dan proses fermentasi tradisional. Made Tea dan Sila Artisan Tea, sebagai contoh, menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan di luar negeri.

Ekraf Tekankan Inovasi dan Budidaya Tradisional

Kementerian Ekraf menekankan bahwa inovasi dalam pengolahan bahan baku lokal menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik produk. Brand seperti Cokelatin dan El’s Coffee menggabungkan teknik tradisional dengan konsep modern, sehingga mampu memenuhi preferensi konsumen global. Yuke Sri Rahayu menambahkan bahwa selain produk fisik, strategi ini juga mencakup promosi melalui kreativitas budaya, seperti desain kemasan dan narasi produk yang berakar pada tradisi Indonesia.

Kegiatan CBE 2026 Sebagai Pendorong Ekraf

Café Brasserie Expo 2026 tidak hanya menjadi tempat untuk memperkenalkan merek, tetapi juga sebagai sarana membangun jaringan bisnis dengan pelaku industri kreatif internasional. Acara ini menghadirkan peluang untuk berdiskusi tentang standar kualitas, keberlanjutan lingkungan, serta inovasi dalam memasarkan produk. Dengan key strategy yang diterapkan, Kementerian Ekraf ingin menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia mampu menjadi bagian dari ekosistem global yang kompetitif.

Dalam pandangan ekspor, Kementerian Ekraf juga menyoroti pentingnya memperkuat strategi pemasaran digital. Dengan memanfaatkan platform seperti CBE 2026, jenama lokal bisa meningkatkan visibilitas secara global sekaligus mengembangkan kekuatan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor unggulan Indonesia. Selain itu, acara ini membuka peluang untuk membangun sinergi dengan mitra strategis dalam menghadapi tantangan kompetisi internasional.

Leave a Comment