Lifestyle

New Policy: Menekraf sebut konten kreator sebagai pendorong ekonomi nasional

Menekraf sebut konten kreator sebagai pendorong ekonomi nasional

New Policy –

Jakarta, Selasa – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen untuk membangun industri kreatif yang berbasis pada kekuatan lokal. Menurutnya, konten kreator berpotensi menjadi motor baru dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui pemanfaatan kekayaan budaya dan inovasi daerah. “Tugas utama kementerian ini adalah memastikan para hero lokal mampu menjadi champion nasional dan bergerak ke pasar global. Jika budaya menjadi sumber utama, maka produk kreatif yang didorong oleh teknologi dan inovasi akan menjadi jembatan ke ekonomi yang lebih luas,” jelas Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta sebagai Kunci Pemajuan

Menteri Ekraf menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekonomi kreatif di tingkat nasional. “Kolaborasi ini bisa membangun ekosistem yang solid, memungkinkan ekosistem lokal berkembang menjadi kekuatan nasional, bahkan bersaing di pasar global,” tuturnya. Ia mencontohkan kerja sama dengan Folago All Stars sebagai bentuk sinergi strategis yang bertujuan meningkatkan akses promosi, pemasaran, serta branding.

“Swasta memiliki peluang besar untuk mengakomodasi komunitas lokal, secara tidak langsung menjadi penggerak digitalisasi bagi UMKM. Dampaknya tidak hanya terasa bagi ekosistem dan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi negara,” imbuh Riefky.

Dalam konteks ini, perusahaan teknologi Folago Corp (PT Folago Global Nusantara Tbk) dianggap sebagai mitra penting. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham IRSX. Folago Corp fokus pada pengembangan solusi digital terintegrasi yang menghubungkan bisnis dengan teknologi, seperti layanan cloud, platform e-commerce, sistem manajemen penjualan, serta dukungan transformasi digital untuk pelaku usaha.

Kontribusi Ekonomi Kreatif dalam Masa Digital

Folago Corp juga aktif dalam bidang industri kreatif digital, dengan mengelola talent, menghadirkan layanan live streaming, dan mendorong kolaborasi antar brand. Chief Executive Officer (CEO) perusahaan tersebut, Subioto Jingga, mengatakan program Folago All Stars bertujuan menjadikan emiten sebagai wajah baru dalam sektor ekonomi kreatif baru. “Kami mengharapkan ekosistem ini tidak hanya menjadi ruang untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana penguatan ekonomi kreatif nasional,” ujarnya.

Kerja sama ini melibatkan lebih dari 150 artis nasional yang berpartisipasi dalam satu platform. Subioto menegaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan memberdayakan komunitas lokal dengan memberikan akses ke pasar yang lebih luas. “Di era digital, ketika kreativitas, teknologi, pemerintah, dan pasar modal bekerja bersama, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi kreatif dunia,” lanjutnya.

Inovasi Teknologi untuk Memperkuat Ekonomi Kreatif

Dalam upaya memperluas manfaat, Folago juga menghadirkan inovasi Folago AI Digital Twin. Teknologi ini diharapkan menjadi alat bantu bagi UMKM di berbagai daerah, termasuk kawasan transmigrasi, untuk menjangkau audiens lebih luas melalui media digital. Subioto menyebutkan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing bisnis lokal di tingkat nasional maupun internasional.

Folago All Stars, sebagai bagian dari ekosistem kreatif, dianggap sebagai wadah yang bisa memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Riefky Harsya menyoroti bahwa kolaborasi dengan swasta seperti Folago Corp tidak hanya meningkatkan promosi, tetapi juga mempercepat proses digitalisasi, sehingga UMKM bisa menemukan peluang baru.

Ekosistem Nasional yang Berkelanjutan

Menteri Ekraf berharap ekonomi kreatif dapat menjadi kekuatan berkelanjutan yang mampu bertahan di masa depan. “Dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas, kita bisa menciptakan produk yang tidak hanya diminati lokal, tetapi juga memiliki daya tarik global,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pendekatan ini memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Menurut Riefky, penguatan kolaborasi antara kekuatan lokal dan pasar global bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Dengan membangun ekosistem yang solid, kita bisa memastikan bahwa kekayaan budaya tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diubah menjadi nilai ekonomi yang signifikan,” imbuhnya.

Peran Pemerintah dalam Membentuk Industri Kreatif

Pemerintah, kata Riefky, perlu terus mendukung pengembangan industri kreatif dengan menciptakan regulasi yang tepat serta program pengembangan sumber daya manusia. “Kami berharap kebijakan yang dijalankan bisa memastikan bahwa industri kreatif tidak hanya berkembang, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku usaha UMKM dan komunitas kreatif harus diberi kesempatan untuk berkembang. “Dengan digitalisasi dan kolaborasi, UMKM bisa bersaing di pasar yang lebih luas, baik secara nasional maupun internasional,” lanjut Riefky.

Keberhasilan Kolaborasi dalam Masa Depan

Folago Corp, sebagai mitra strategis, menegaskan komitmen untuk menjadi bagian dari proses transformasi ini. “Kami percaya program Folago All Stars akan membuka akses dan peluang bagi UMKM, kreator, serta ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Subioto Jingga.

Program ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang signifikan, baik dalam meningkatkan pendapatan masyarakat maupun memperkuat ekonomi nasional. “Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa membangun industri kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Kebutuhan akan inovasi teknologi dalam ekonomi kreatif tidak hanya berupa alat bantu, tetapi juga mendorong perubahan struktural. Subioto menambahkan bahwa Folago AI Digital Twin adalah salah satu contoh dari upaya ini. “Teknologi ini bisa menjadi jembatan antara kekayaan lokal dan pasar global, memperluas peluang bisnis untuk para kreator dan UMKM,” imbuhnya.

Dengan adanya program seperti ini, ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Riefky Harsya menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan pengembangan kreativitas dan inovasi. “Konten kreator bukan hanya sekadar penyedia hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat kreatif menjadi kunci dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut Riefky, keberhasilan program ini tergantung pada komitmen semua pihak untuk terus berinovasi dan berpartisipasi aktif. “Dengan ekosistem yang kuat, kita bisa memastikan bahwa industri kreatif Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian dunia,” pungkasnya.

Leave a Comment