Lifestyle

Official Announcement: Evakuasi korban Dukono pengingat pentingnya keamanan dalam berwisata

Evakuasi Korban Dukono: Pengingat Pentingnya Keamanan dalam Berwisata

Official Announcement – Jakarta – Taufan Rahmadi, anggota Dewan Pakar Pariwisata BA Center, memberikan peringatan bahwa kejadian evakuasi di Gunung Dukono, Maluku Utara, menjadi momen penting yang mengingatkan pengunjung wisata tentang pentingnya memprioritaskan keselamatan. “Evakuasi ini menunjukkan bahwa dalam industri pariwisata, keamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Tidak ada pengalaman yang sebanding dengan kehilangan nyawa,” ujarnya saat diwawancara ANTARA di Jakarta, Senin.

Gunung Dukono, yang dikenal sebagai destinasi wisata alam populer, kembali menjadi sorotan setelah mengalami erupsi yang mengakibatkan evakuasi mendadak. Taufan mengatakan bahwa kejadian ini menggarisbawahi risiko yang selalu mengintai aktivitas pendakian, terutama di area vulkanik. “Official Announcement ini memperkuat bahwa kita perlu lebih waspada dan mematuhi peraturan yang dikeluarkan otoritas setempat,” tambahnya.

Korban Erupsi Dukono

Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (8/5) menyisakan dampak serius, dengan 20 pendaki terjebak dalam keadaan darurat. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil dievakuasi, sementara tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura,” kata sumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jenazah seluruhnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan tindakan lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Taufan mengapresiasi upaya evakuasi yang dilakukan oleh petugas setempat, sekaligus menyoroti kebutuhan perbaikan sistem mitigasi. “Official Announcement ini seharusnya menjadi langkah perbaikan untuk memastikan pengunjung tidak mengabaikan peringatan dari pihak berwenang,” jelasnya. Ia juga meminta peningkatan komunikasi antara otoritas pariwisata dan masyarakat sekitar guna mengurangi risiko serupa di masa depan.

Respons Pemerintah dan Industri Pariwisata

Taufan menegaskan bahwa pemerintah harus lebih aktif dalam mengeluarkan Official Announcement terkait kesiapan destinasi wisata. “Harus ada pengumuman resmi yang menyebutkan kondisi gunung api secara real time, sehingga wisatawan bisa mengetahui risiko sebelum memutuskan melakukan pendakian,” katanya. Ia menyarankan bahwa SOP evakuasi harus diperbarui agar lebih responsif terhadap kondisi darurat.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Taufan menekankan pentingnya pelatihan bagi pemandu wisata dan pendaki. “Official Announcement ini juga membutuhkan kerja sama yang lebih erat antar stakeholder, seperti BNPB, Basanas, dan komunitas lokal, untuk mengoptimalkan tindakan pencegahan bencana,” tambahnya. Dengan sistem yang terintegrasi, kejadian serupa bisa diminimalkan.

Pariwisata gunung api, meski menarik, membutuhkan persiapan matang. Taufan menyarankan pengunjung untuk selalu mengecek status aktivitas gunung api sebelum berkunjung. “Tidak hanya keindahan alam yang menjadi daya tarik, tetapi juga standar keselamatan yang harus dijamin oleh penyelenggara,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa Official Announcement dari pihak berwenang harus dianggap sebagai pedoman mutlak.

Sebagai bahan evaluasi, Taufan menyarankan pemerintah untuk memperkuat pengawasan di area wisata yang rawan. “Dengan menerapkan teknologi digital dan memperhatikan kebutuhan pengunjung, kita bisa membangun pariwisata yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya. Penegakan aturan, menurutnya, harus selalu diawasi secara ketat, terutama saat musim liburan atau hari besar.

Kejadian erupsi Dukono juga memicu refleksi lebih dalam tentang tanggung jawab semua pihak dalam memastikan keamanan. Taufan mengingatkan bahwa Official Announcement sebaiknya disampaikan sebelum dan selama pengunjungan, serta disertai dengan informasi lengkap tentang jalur pendakian dan potensi ancaman. “Dengan demikian, wisatawan bisa membuat keputusan yang lebih bijak,” pungkasnya.

Leave a Comment