Metro

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat riset transformasi digital STIK

khrisna-edit-1788586281-ebc5b95451

Kombes Andi Sinjaya Lulus Doktoral dengan Fokus pada Integrasi Digital Pendidikan Kepolisian

Beritaturah.com – Seorang perwira menengah Polri yang aktif bertugas di lingkungan Bareskrim baru saja menyelesaikan tahapan paling menantang dalam perjalanan akademiknya. Kombes Pol Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H., dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada program Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kelulusan tersebut dikonfirmasi setelah ia mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Sekolah Pascasarjana UNJ, Jakarta, pada Selasa (1/9). Sidang promosi dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana ES, M.Bus.

Pencapaian ini bukan sekadar penambahan gelar di daftar riwayat hidup seorang polisi. Ia menandai upaya serius untuk merumuskan kerangka kerja akademik yang mampu menjawab tantangan era Society 5.0 — paradigma di mana teknologi tidak lagi dipandang sebagai alat bantu semata, melainkan sebagai fondasi yang membentuk ulang interaksi manusia, institusi, dan lingkungan sosial secara simultan.

Disertasi dan Temuan Utama

Judul disertasi yang dipertahankan Andi Sinjaya berbunyi: “Model Transformasi Manajemen Akademik melalui Implementasi Teknologi Digital yang Berkelanjutan di Era Society 5.0 (Studi Kasus pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/STIK Jakarta).” Sebagai lulusan Akpol angkatan 2002 yang kini mengemban tugas sebagai Pengawas Penyidikan di Bareskrim Polri, ia memilih fokus kajian pada bagaimana institusi pendidikan kedinasan kepolisian mengelola transisi menuju tata kelola akademik berbasis teknologi.

Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa STIK Jakarta sudah mengoperasikan beberapa platform digital untuk mendukung layanan akademik. Di antaranya adalah Computer Assisted Test (CAT) untuk mekanisme ujian, Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual, Sistem Informasi Nilai Akademik (SINA) untuk pengelolaan nilai, perpustakaan digital atau e-library, sistem absensi berbasis kode batang (barcode), serta aplikasi e-Nimen untuk keperluan administrasi mahasiswa.

Implementasi teknologi tersebut, menurut temuan risetnya, memberikan dampak positif nyata terhadap percepatan proses administrasi dan peningkatan transparansi dalam penilaian akademik. Namun, Andi Sinjaya juga mengidentifikasi celah struktural yang signifikan: seluruh sistem itu masih beroperasi secara terpisah-pisah. Pemanfaatan LMS dan e-library, khususnya, dinilai belum mencapai tingkat optimal karena ketiadaan integrasi dalam satu ekosistem akademik yang utuh.

Model GADT sebagai Jawaban Strategis

Untuk mengatasi fragmenasi teknologi yang ditemukan di lapangan, Andi Sinjaya merumuskan sebuah kerangka kerja yang ia beri nama Model GADT — singkatan dari Ghalib Academic Digital Transformation. Model ini dirancang bukan sekadar sebagai daftar rekomendasi teknis, melainkan sebagai arsitektur transformasi manajemen akademik yang mengintegrasikan berbagai platform digital, infrastruktur pendukung, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta mekanisme evaluasi ke dalam satu ekosistem terpadu.

Arah kebijakan yang diusung melalui Model GADT melampaui tujuan efisiensi administratif semata. Transformasi digital pendidikan kepolisian, dalam kerangka ini, diarahkan untuk membangun budaya akademik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data. Pada saat yang sama, model tersebut menempatkan pengembangan karakter mahasiswa sebagai pilar yang tidak dapat dikorbankan demi kecepatan teknologi.

Gagasan ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi STIK Jakarta maupun institusi pendidikan kedinasan lain di Indonesia yang tengah menyesuaikan tata kelola akademik mereka dengan tuntutan era Society 5.0. Dalam konteks nasional, di mana berbagai perguruan tinggi kedinasan — mulai dari akademi militer hingga institusi pendidikan sipil — menghadapi tekanan serupa untuk modernisasi, kerangka kerja semacam ini berpotensi menjadi rujukan lintas institusi.

Dukungan Institusional Polri

Pencapaian akademik Kombes Pol Andi Sinjaya mendapat apresiasi langsung dari pimpinan institusi. Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Karo Wassidik Bareskrim Polri Brigjen Pol Boy Rando Simanjuntak. Dalam kesempatan tersebut, kelulusan doktoral Andi Sinjaya dinilai sebagai langkah penting dalam pengembangan kualitas SDM Polri, khususnya di bidang manajemen pendidikan dan tata kelola akademik.

“Pengembangan SDM Polri tidak berhenti pada pelatihan teknis operasional. Penguasaan manajemen pendidikan dan kemampuan merancang transformasi institusional merupakan kompetensi strategis yang menentukan kualitas output pendidikan kepolisian di masa depan.” — sambutan yang disampaikan atas nama Kabareskrim Polri

Latar Belakang Akademik dan Karier

Di balik gelar doktor manajemen pendidikan ini, Andi Sinjaya telah menempuh jalur pendidikan yang panjang dan berlapis. Dari sisi kepolisian, ia merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), serta Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri — tiga jenjang pendidikan kedinasan yang membentuk kompetensi kepemimpinan dan manajerialnya.

Pada jalur akademik umum, rekam jejaknya mencakup gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum yang diperoleh dari Universitas Hasanuddin, Makassar, serta gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Brawijaya, Malang. Dengan demikian, disertasi manajemen pendidikan yang baru dipertahankannya di UNJ menjadi kelanjutan logis dari fondasi hukum yang telah ia bangun selama lebih dari dua dekade.

Kombinasi latar belakang hukum, pengalaman operasional di Bareskrim, dan kini penguasaan manajemen pendidikan digital menjadikan profil akademiknya unik dalam korps kepolisian Indonesia. Di tengah percepatan digitalisasi sektor publik secara nasional, kehadiran perwira yang mampu menjembatani dunia hukum, operasional, dan teknologi akademik diharapkan memperkuat kapasitas institusi kepolisian dalam mengelola transformasi tanpa mengorbankan substansi pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pendidikan kedinasan.

Frequently Asked Questions

What is Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matter?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *