Rano Sebut Sinergi dengan BI DKI Perkuat Ekosistem Film
Special Plan – Jakarta, Sabtu – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa inisiatif Special Plan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menjadi bagian kunci dalam mendorong pertumbuhan ekosistem film yang lebih kuat. “Kolaborasi ini membuka jalan bagi inovasi di sektor kreatif, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang inklusif untuk talenta muda Jakarta,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta. Dengan Special Plan, Pemprov DKI dan BI berupaya memperkuat infrastruktur industri perfilman, termasuk pengembangan SDM, akses ke modal, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor ini.
Peran BI DKI dalam Membentuk Ekosistem Film yang Berkelanjutan
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa Special Plan mencakup berbagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif. “Film bukan hanya alat ekspresi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu memperluas dampak ke sektor lain seperti pariwisata, kuliner, transportasi, dan perhotelan,” tambahnya. Dalam Special Plan, BI DKI DKI berfokus pada pembuatan kebijakan yang mendukung kreativitas masyarakat dan memastikan keseimbangan antara inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Ini juga mengintegrasikan pendekatan berbasis data untuk memantau perkembangan industri perfilman secara real-time.
Inisiatif Kreatif untuk Membangun Talent Pool
Salah satu Special Plan yang paling menonjol adalah penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF), yang dirancang sebagai platform untuk menumbuhkan bakat generasi muda. Rano Karno menekankan bahwa JYFF bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi peserta dalam memahami proses produksi film, manajemen proyek, dan pemasaran konten. “Kami ingin melalui Special Plan ini, masyarakat Jakarta merasakan manfaat ekonomi dari partisipasi dalam industri kreatif,” kata Rano. Festival tersebut juga menawarkan program inkubasi bagi peserta yang menunjukkan potensi berkelanjutan, termasuk pendanaan melalui Jakarta Film Fund.
Dalam Special Plan, BI DKI Jakarta dan Pemprov DKI berkomitmen untuk membangun sinergi yang lebih dalam dengan sektor pendidikan, teknologi, dan bisnis. Upaya ini mencakup pelatihan kreatif bagi pelajar, kolaborasi dengan platform digital untuk memperluas pasar film, serta pembentukan ekosistem pendukung yang mencakup infrastruktur pengelolaan proyek, akses ke modal, dan keterlibatan swasta. “Dengan Special Plan, kita berusaha menciptakan lingkungan yang mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam pertumbuhan industri perfilman,” jelas Iwan Setiawan.
Meningkatkan Daya Saing Melalui Kebijakan Inklusif
Rano Karno menyoroti bahwa Special Plan dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sektor perfilman, seperti keterbatasan akses ke modal dan kurangnya ruang bagi inovasi. “Kami ingin memastikan bahwa ekosistem film DKI Jakarta menjadi contoh yang bisa diterapkan di provinsi lain,” kata Rano. Strategi ini melibatkan analisis kebutuhan industri, seperti kebutuhan pemutakhiran teknologi produksi, dan pemberdayaan kreatif masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu, Special Plan juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam pengambilan kebijakan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi industri ini.
Yayasan Ruang Sinema Jakarta melaporkan bahwa JYFF 2026 telah menerima 178 karya film dari peserta kompetisi pelajar dan mahasiswa, serta 64 proposal yang masuk ke Jakarta Film Fund hingga akhir April 2026. Capaian ini mencerminkan keberhasilan Special Plan dalam menggali potensi kreatif masyarakat. Festival tersebut dinilai sebagai ruang strategis bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, memperkuat kemampuan teknis, dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif serta berdaya saing, dengan tema “Jakarta Kota Kita.” Dukungan dari BI DKI Jakarta dan Pemprov DKI menjadi penggerak utama dalam memastikan keberlanjutan program ini.
“Dengan Special Plan, kita menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi pada perekonomian melalui kreativitas,” tutur Rano Karno.
“Film memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian, dan Special Plan akan menjadi alat untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif nasional,” ujar Iwan Setiawan.
Ke depan, Special Plan akan terus diperluas untuk mencakup sektor kreatif lainnya, seperti musik, seni pertunjukan, dan desain grafis. Rano menegaskan bahwa kolaborasi dengan BI DKI Jakarta menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem film yang lebih solid. “Ini adalah langkah konkret dalam Special Plan untuk menghadirkan solusi yang berdampak jangka panjang,” pungkasnya. Dengan pendekatan yang holistik, program ini diharapkan mampu menciptakan keterpaduan antara sektor kreatif dan sektor ekonomi lainnya, serta mendorong pertumbuhan kreatif yang berkelanjutan.
