Festival Budaya Papua Diusulkan Terhubung dari Sorong hingga Merauke
Beritaturah.com – Pengembangan pariwisata di Tanah Papua didorong melalui penyusunan rangkaian festival budaya yang saling terhubung di enam provinsi. Gagasan ini diharapkan memudahkan wisatawan menyusun perjalanan sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif bagi masyarakat di berbagai daerah.
Anggota Komite III DPD RI, Arianto Kogoya, menyampaikan bahwa agenda budaya di Papua perlu dipadukan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Enam provinsi yang menjadi perhatian meliputi Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.
“Komite III juga membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga kami akan mendorong supaya festival budaya yang dilaksanakan di Tanah Papua terkoneksi dari Sorong hingga Merauke,” kata Arianto di Wamena, Jumat.
Jadwal Terpadu untuk Perjalanan Wisata yang Lebih Terarah
Saat ini, pelaksanaan festival budaya di enam provinsi tersebut dinilai belum memiliki koordinasi yang kuat, terutama terkait penentuan waktu kegiatan. Kondisi itu dapat membuat pengunjung yang datang dari luar Papua maupun dari luar negeri kesulitan menyesuaikan rencana perjalanan untuk menikmati lebih dari satu acara budaya.
Dengan kalender kegiatan yang tersusun dan saling berkaitan, wisatawan dapat menentukan waktu kunjungan dengan lebih jelas. Mereka juga berpeluang mengikuti perjalanan budaya secara bertahap, tanpa harus memilih hanya satu wilayah atau satu festival dalam satu kali kunjungan.
“Kami nanti coba mendorong supaya pelaksanaan festival budaya di setiap daerah di Tanah Papua harus terkoneksi sehingga wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Papua bisa mengatur waktu kunjungannya dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian perjalanan yang dibayangkan dapat dimulai dari Raja Ampat, lalu berlanjut ke Biak, Jayapura, Wamena, Tolikara, sampai Merauke. Jalur semacam itu memberi ruang bagi pengunjung untuk mengenal keragaman bentang alam, ekspresi budaya, serta adat istiadat dari wilayah pesisir hingga pegunungan.
Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Keterhubungan festival tidak semata-mata berkaitan dengan promosi destinasi. Penyelarasan agenda juga dapat memperkuat pengalaman wisata yang lebih lengkap, karena pengunjung memiliki kesempatan menikmati sejumlah kegiatan budaya dalam urutan perjalanan yang lebih mudah direncanakan.
Bagi masyarakat lokal, arus kunjungan yang lebih terarah berpotensi memperluas pergerakan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Festival budaya dapat menjadi ruang pertemuan antara pengunjung dengan kekayaan tradisi daerah, sekaligus membuka peluang bagi kegiatan ekonomi yang terkait dengan perjalanan wisata dan produk kreatif masyarakat.
Arianto menilai usulan tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut bersama anggota DPD RI dari komite lain. Pembahasan itu diperlukan agar gagasan integrasi festival dapat diajukan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat serta pemerintah daerah.
“Yang terjadi saat ini adalah wisatawan asing berkunjung ke Tanah Papua untuk menikmati festival budaya tidak terpadu secara baik sehingga kegiatan budaya tidak dapat dinikmati dalam satu kesempatan kunjungan,” katanya.
Perencanaan bersama menjadi penting karena setiap provinsi mempunyai wilayah, agenda, dan karakter kebudayaan yang berbeda. Keterpaduan tidak berarti menghilangkan kekhasan masing-masing daerah, melainkan menata waktu pelaksanaan agar keberagaman itu dapat diakses sebagai sebuah perjalanan yang saling melengkapi.
Keamanan Menjadi Bagian Penting
Selain jadwal festival, Arianto menekankan pentingnya jaminan keamanan dalam pengembangan sektor pariwisata Papua. Rasa aman dibutuhkan agar wisatawan dapat menikmati kegiatan budaya, keindahan alam, dan tradisi lokal dengan nyaman.
“Kami berharap ke depan dalam pelaksanaan festival budaya pemerintah daerah memberikan jaminan keamanan sehingga ada rasa kepuasan bagi wisatawan asing maupun nusantara yang menikmati keindahan alam, budaya, dan adat istiadat di Papua, khususnya Papua Pegunungan,” ujarnya.
Keamanan, kemudahan penyusunan perjalanan, dan kesinambungan agenda budaya menjadi unsur yang saling berkaitan. Jika festival di berbagai provinsi dapat dipromosikan melalui jadwal yang jelas dan didukung suasana yang kondusif, Papua memiliki peluang lebih besar untuk menghadirkan perjalanan budaya yang utuh bagi wisatawan.
Gagasan menghubungkan festival dari Sorong hingga Merauke pada akhirnya menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari pengembangan daerah. Setiap kegiatan tetap dapat menampilkan identitas lokalnya, sementara pengunjung memperoleh gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya di enam provinsi se-Papua.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Enam provinsi Papua didorong satukan festival?
Enam provinsi Papua didorong satukan festival is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Enam provinsi Papua didorong satukan festival matter?
Enam provinsi Papua didorong satukan festival matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

