Profil Dirgayuza, Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan
New Policy – Dalam rangka implementasi new policy di lingkungan pemerintahan, Dirgayuza Setiawan resmi ditunjuk sebagai Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33/M Tahun 2025. Jabatan ini diambil alih pada Rabu, 8 Oktober 2025, sebagai bagian dari strategi menguatkan komunikasi nasional dan merumuskan kebijakan berbasis data. Dengan latar belakang multidisiplin, Dirgayuza dikenal sebagai figur yang mampu menyatukan teori dan praktik dalam menghadapi dinamika kebijakan kontemporer.
“Dengan new policy, kita dapat membangun narasi yang lebih inklusif dan solusi kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,”
ungkap Dirgayuza dalam wawancara terkini, menegaskan visinya untuk memperkuat peran media dan analisis dalam kebijakan publik.
Latar Belakang dan Pengalaman Profesional
Dirgayuza lahir di Jakarta pada 15 Mei 1989, dengan usia 36 tahun saat ini. Ia adalah anak dari Kapten CDM. Dr. Boyke Setiawan, mantan pelatih terjun payung militer, dan Jasmin Kartiasa Prawirabisma, atlet nasional bidang terjun payung. Sejak usia 24 tahun, Dirgayuza terlibat dalam organisasi sayap politik seperti Tunas Indonesia Raya, menunjukkan kepeduliannya terhadap isu nasional sejak dini.
Pada 2013, Dirgayuza menjadi delegasi Indonesia dalam Y8 Summit sebagai Head of State, menggambarkan perannya dalam diplomasi internasional. Selama studi sarjana di bidang Media Communications dan Political Science di University of Melbourne, ia aktif sebagai Wakil Presiden PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia di Australia) dan menerima nominasi Australian Alumni Awards 2012. Di Indonesia, ia pernah menjabat sebagai anggota Parlemen Muda dan Dewan Pengawas Dana Pensiun RNI, menegaskan komitmennya dalam pembangunan sektor publik.
Pendidikan dan Kepakaran
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dirgayuza melanjutkan studi Master of Social Science of the Internet (MSc) di Oxford University, Inggris. Program ini memberinya wawasan mendalam tentang pengaruh media digital terhadap kebijakan sosial. Di Tsinghua University, Tiongkok, ia mengikuti Executive Program in International Business/Commerce pada 2013, yang menjadi dasar untuk memahami dinamika ekonomi global.
Penelitian yang ia lakukan di Oxford menekankan isu regulasi internet dan perlindungan anak di dunia maya. Dalam catatan OII Oxford, Dirgayuza telah menerbitkan 11 buku praktis tentang teknologi serta satu karya tentang filsafat politik. Karya-karyanya seperti “Nilai-Nilai Pendekar Pejuang, Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot” (2015) dan “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022) menggambarkan kompetensinya dalam analisis kebijakan. Kepakaran ini menjadi fondasi untuk memimpin new policy di lingkungan Istana Kepresidenan.
Peran dalam Organisasi Politik
Dirgayuza terkenal dekat dengan Prabowo Subianto sejak kampanye 2014, di mana ia dianggap sebagai “Jedi Knight” muda yang memiliki pengaruh signifikan dalam strategi komunikasi partai. Ia juga pernah menjabat sebagai kepala penulis naskah pidato presiden pada 2019, mencerminkan keterlibatannya dalam pengembangan narasi kebijakan nasional. Selama 2017-2020, ia menjadi Head of Social Media & Infopub Partai Gerindra, memperkuat posisinya sebagai ahli strategi komunikasi digital.
Di luar jabatan politik, Dirgayuza aktif dalam organisasi seperti Oxford Indonesia Society dan Diplomasi Pemuda Indonesia. Sebagai Adjunct Fellow di Pusat Kajian Masyarakat Digital UGM, ia terus berkontribusi pada pemikiran tentang peran teknologi dalam pemerintahan. Sebelum masuk dunia pemerintahan, ia mengembangkan keterampilan di perusahaan swasta dan BUMN, termasuk sebagai Konsultan di McKinsey Indonesia 2017-2020, yang membantunya memahami dinamika pengambilan keputusan dalam sektor publik.
Karier di Sektor Swasta
Dalam sektor swasta, Dirgayuza menunjukkan kinerja luar biasa sebagai Wakil Direktur Utama PT Agro Industri Nasional 2020-2022. Jabatan ini memperkenalkannya pada tantangan pengelolaan perusahaan dan kebijakan bisnis. Pada 2022, ia menjabat Direktur Pengembangan Usaha dan Pemasaran PT Angkasa Transportindo Selaras, serta menjadi Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PT RNI (Persero) atau ID FOOD sejak 2023.
Dirgayuza juga berperan dalam inisiatif ekonomi berkelanjutan sebagai Deputy CEO AGRINAS 2020-2022 dan Co-Founder Carbon Offset Asia 2021-2023. Dalam peran ini, ia menerapkan konsep analisis kebijakan yang ia kuasai ke dalam pengembangan bisnis. Selain itu, ia menjadi Pendiri dan Komisaris PT Lestari Bumi Pertiwi, serta anggota Dewan Penasehat Asta Cita Center dan Pimpinan Pusat GP Ansor, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan lingkungan dalam konteks new policy.
Kontribusi dalam New Policy
Sebagai Asisten Presiden, Dirgayuza menjadi pusat dalam new policy yang menargetkan pengintegrasian teknologi dan komunikasi dalam pembuatan kebijakan. Ia fokus pada peningkatan transparansi publik melalui media sosial dan sistem informasi terpadu. Dalam beberapa pertemuan terkini, Dirgayuza mengusulkan penerapan data analitik dalam merumuskan kebijakan antikorupsi dan peningkatan kualitas layanan publik.
Pendekatan new policy Dirgayuza menekankan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap isu terkini, tetapi juga berkelanjutan. Dalam wawancara terbaru, ia menyatakan, “New policy adalah jembatan antara visi strategis dan implementasi nyata. Kami akan memastikan setiap kebijakan mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.”
