Wajah Baru PWI Pusat dengan Penerapan New Policy: Marthen Selamet Susanto Jabat Sekjen
New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang tengah dijalankan oleh PWI Pusat, pengumuman resmi telah diterbitkan terkait penunjukan Marthen Selamet Susanto sebagai Sekretaris Jenderal organisasi. Pergantian ini dilakukan setelah meninggalnya Zulmansyah Sekedang, mantan Sekjen, yang telah memimpin lembaga tersebut selama beberapa waktu. “New Policy ini dirancang untuk memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan optimal dan menjaga keberlanjutan program PWI Pusat di masa depan,” ujar Akhmad Munir, Ketua Umum PWI Pusat, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Pengumuman ini dilakukan melalui Surat Keputusan Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026, yang mulai berlaku sejak 18 Mei 2026, sebagai bagian dari reformasi struktur kepengurusan.
“New Policy yang diimplementasikan kali ini mencakup penyesuaian organisasi serta peningkatan efisiensi operasional PWI Pusat,” lanjut Munir. Ia menambahkan, pergantian struktur ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepengurusan dan memperkuat koordinasi antar departemen untuk menghadapi tantangan sektor media di era digital saat ini.
Pergantian Marthen Selamet Susanto dari posisi Bendahara Umum ke Sekjen menandai langkah strategis dalam mengadaptasi peran organisasi. Sebagai mantan Bendahara Umum, Marthen dianggap memiliki pengalaman yang dapat mendukung tugas baru ini, terutama dalam menjaga kestabilan keuangan sekaligus mengarahkan kebijakan operasional. Kehadirannya di posisi Sekjen diharapkan mampu mempercepat proses keputusan strategis dan mengakselerasi inisiatif-inisiatif yang terkait dengan New Policy, seperti modernisasi sistem manajemen dan peningkatan keterlibatan anggota.
Struktur Kepengurusan Harian: Revisi dan Penyesuaian
Dalam rangka mewujudkan New Policy, PWI Pusat melakukan perubahan signifikan di beberapa bidang kepengurusan harian. Selain Marthen yang menjadi Sekjen, sejumlah posisi kunci juga diisi oleh individu baru yang dianggap mampu memperkuat kapasitas organisasi. Misalnya, Badar Subur ditunjuk sebagai Wakil Bendahara Umum I, sementara Herlina menjadi Wakil Bendahara Umum II. Perubahan ini mengacu pada kebutuhan untuk menyelaraskan tugas-tugas kebendaharaan dengan visi New Policy yang menekankan transparansi dan inovasi dalam pengelolaan dana.
PWI Pusat juga melakukan penyesuaian di bidang-bidang lain, termasuk pengelolaan aset, kerja sama dan kemitraan, serta pembinaan daerah. Endang Werdiningsih, misalnya, menjadi Ketua Bidang Pengelolaan Aset, didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel. Hal ini sejalan dengan New Policy yang ingin memastikan penggunaan sumber daya organisasi lebih efektif, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada anggota dan mitra. Pergantian di bidang-bidang ini diharapkan menciptakan sinergi yang lebih baik dan memperkuat peran PWI Pusat dalam menyongsong perubahan.
Kompetensi dan Kesiapan Tim Baru
Dalam menjalankan New Policy, PWI Pusat juga memperhatikan kompetensi dan kesiapan tim baru. Marthen Selamet Susanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum, memiliki pengalaman di bidang keuangan dan manajemen. Posisi ini dianggap kritis dalam mengatur arus dana dan menjaga konsistensi program organisasi. Sementara itu, Sumber Rajasa Ginting, yang mengambil alih jabatan Bendahara Umum, akan bertanggung jawab untuk mengelola keuangan dengan lebih transparan dan akuntabel sesuai prinsip New Policy.
Departemen lain seperti Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, yang kini dipimpin Ariawan, akan fokus pada penguatan hubungan dengan media lokal dan internasional. Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus akan mendukung upaya ini. Di Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap menjabat sebagai Ketua, didampingi Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu, yang akan memastikan digitalisasi kegiatan PWI Pusat berjalan sesuai target New Policy. Selain itu, Auri Jaya kembali menjabat di Bidang Media dan Penyiaran, didampingi Danang Sanggabuana dan Dede Apriadi, untuk memperkuat presensi organisasi di ranah digital.
Keputusan PWI Pusat dalam penerapan New Policy juga mencakup perubahan di Bidang Pembinaan Daerah, yang kini masih dijabat oleh Mirza Zulhadi dengan Novrizon Burman dan Sarjono sebagai wakil ketua. Agus Sudibyo, yang tetap menjadi Ketua Bidang Pendidikan, akan bekerja sama dengan Iskandar Zulkarnain untuk memperluas program pelatihan dan pengembangan anggota. Di Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum, Anrico Pasaribu tetap memimpin dengan Baren Antoni Siagian dan Jimmy Endey sebagai wakil ketua, untuk memastikan kebijakan New Policy dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dengan New Policy yang diimplementasikan, PWI Pusat berharap mencapai efisiensi dalam pengelolaan organisasi sekaligus meningkatkan responsivitas terhadap dinamika industri media. Perubahan ini tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga memastikan bahwa PWI Pusat tetap relevan dalam menghadapi perubahan jaman. Selain itu, penerapan New Policy ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi jangka panjang untuk memperluas jaringan anggota dan meningkatkan peran organisasi sebagai penggerak komunikasi di Indonesia.
