Rilis Pers

Key Strategy: Ajang Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum Ubah Paradigma Perjalanan Wisata ke Luar Negeri

Key Strategy: Forum Xiaohongshu Business x Singapore Sabet Perubahan Paradigma Wisata Internasional

Key Strategy menjadi inti dari forum Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism yang diadakan pada 2026 di Singapura. Acara ini mengundang sejumlah besar profesional dari industri pariwisata global, termasuk perwakilan lembaga Singapore Tourism Board, untuk membahas transformasi tren perjalanan wisata. Forum tersebut bertujuan mengubah cara masyarakat memilih destinasi liburan, dengan mengutamakan pengalaman personal dan keinginan unik setiap wisatawan.

Strategi Pemasaran Berbasis Emosi: Kunci Sukses Perubahan Budaya Liburan

Dalam suasana diskusi yang intens, para peserta menyepakati bahwa Key Strategy tidak hanya tentang promosi destinasi, tetapi juga tentang membangun koneksi emosional antara wisatawan dan tujuan liburan. Hal ini sejalan dengan data Xiaohongshu yang menunjukkan 130 juta pengguna aktif bulanan pada Januari-Desember 2025, di mana kebanyakan dari mereka menekankan keinginan untuk mengeksplorasi destinasi yang bisa memenuhi aspirasi pribadi. Tren “blind box-style travel” menggambarkan bagaimana wisatawan kini lebih tertarik pada pengalaman tak terduga, yang menjadikan Key Strategy sebagai pendekatan vital dalam pemasaran.

“Key Strategy dalam pemasaran pariwisata modern harus mencakup penguasaan data perilaku konsumen dan adaptasi konten untuk kebutuhan spesifik wisatawan,” ujar Tim Zhang, General Manager Commercial Cross-border & Internet Industry Group di Xiaohongshu.

Konten Pribadi sebagai Faktor Utama Peningkatan Kunjungan

Analisis oleh Xiaohongshu menunjukkan bahwa keberhasilan Key Strategy bergantung pada kemampuan menyajikan konten yang relevan dengan preferensi wisatawan. Platform ini memperlihatkan bahwa 90% pengguna aktif mencari informasi tentang destinasi, dengan 130 juta aktivitas pengguna per bulan. Dengan memahami kebutuhan ini, Key Strategy diwujudkan melalui strategi konten yang tersegmentasi, seperti video pengalaman langsung, ulasan berbasis gaya hidup, dan panduan unik yang menyesuaikan dengan kepribadian pengguna.

Para peserta menyebutkan bahwa Key Strategy juga memperkenalkan kerja sama dengan pengusaha lokal Singapura untuk menciptakan paket wisata yang lebih fleksibel. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengubah paradigma tradisional pariwisata, yang sering kali mengandalkan promosi massal, menjadi model yang lebih personal dan berfokus pada pengalaman unik.

Empat Kelompok Wisatawan yang Menjadi Fokus Strategi Pemasaran

Kwong Dodo, Regional Head Commercial Cross-border Asia & Middle East, menjelaskan bahwa Key Strategy mengakomodasi kebutuhan empat segmen wisatawan utama. Pertama, wisatawan muda perkotaan yang memprioritaskan kecepatan dan kejutan dalam pilihan destinasi. Kedua, kelompok wisatawan berusia 19–25 tahun yang lebih bergantung pada konten digital dan rekomendasi dari komunitas. Ketiga, kelas menengah yang tertarik pada pengalaman malam hari yang menawarkan hiburan premium. Keempat, orang tua modern yang mencari destinasi yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Key Strategy dalam pariwisata luar negeri memerlukan penyesuaian konten agar menjangkau semua kelompok tersebut secara efektif,” tambah Kwong Dodo. “Dengan memahami perbedaan preferensi, kita bisa membangun keberlanjutan industri pariwisata dan meningkatkan daya tarik global.”

Komunikasi Berbasis Pengalaman: Penyebaran Konsep di Tingkat Global

Forum ini juga memperkenalkan strategi pemasaran tiga tahap yang menjadi bagian dari Key Strategy. Tahap pertama adalah membangun konten yang tersegmentasi, tahap kedua adalah menciptakan identitas merek yang representatif Singapura, dan tahap ketiga adalah memastikan layanan pariwisata berkualitas tinggi. Selain itu, Key Strategy mengedepankan kolaborasi lintas sektor, seperti pengusaha dan influencer, untuk memperkaya informasi wisata yang disajikan.

Strategi ini memperlihatkan bahwa pariwisata tidak hanya tentang keindahan alam atau sejarah, tetapi juga tentang pengalaman manusiawi yang bisa terbangun melalui interaksi langsung. Dengan Key Strategy yang terpadu, Singapura diharapkan mampu menjadi contoh sukses pariwisata yang menyesuaikan kebutuhan modern.

Menurut laporan Xiaohongshu, data selama Januari-Desember 2025 menunjukkan bahwa 130 juta pengguna aktif bulanan terus mencari destinasi yang menggabungkan keunikan lokal dan kemudahan akses. Dengan Key Strategy yang diterapkan, industri pariwisata dapat merespons permintaan ini secara lebih dinamis, memberikan jawaban untuk kebutuhan yang terus berubah dari konsumen.

Leave a Comment