Tekno

Bobot kacamata VR baru Meta hanya 100 Gram, dijual Rp23 juta di AS

HS9wy6OakAA-Ox2

Meta Siapkan Kacamata VR Ringan untuk Pengalaman Menonton dan Bekerja Lebih Lama

Beritaturah.com – Meta memperkenalkan Meta VR Glasses, perangkat realitas virtual yang dirancang dengan pendekatan berbeda dari headset VR konvensional. Alih-alih menempatkan seluruh komponen komputasi di kepala pengguna, perusahaan memisahkan bagian berat ke perangkat saku bernama puck. Hasilnya, unit kacamata yang dikenakan di wajah hanya memiliki bobot sekitar 100 gram.

Rancangan tersebut ditujukan untuk mengurangi rasa terbebani ketika pengguna menikmati film, menjalankan pekerjaan virtual, atau bermain gim dalam durasi panjang. Meta menyatakan bobot kacamata ini kira-kira lima kali lebih ringan dibandingkan Quest 3, karena prosesor, baterai, serta media penyimpanan tidak lagi berada di unit utama.

Komponen berat dipindahkan ke perangkat saku

Kacamata Meta VR Glasses terhubung ke puck melalui kabel optik tipis. Perangkat terpisah itu berbobot kurang lebih 300 gram dan bertugas menangani pemrosesan utama sistem. Sementara itu, bagian yang dipakai pengguna berisi layar, kamera, serta berbagai sensor.

Meta menggunakan rangka berbahan paduan magnesium untuk menjaga bentuk perangkat tetap ringkas. Desainnya tidak memakai tali kepala besar maupun modul komputer berat yang biasanya melekat di bagian depan atau belakang kepala pada headset VR tradisional.

Secara keseluruhan, sistem ini tetap tidak dapat disebut sebagai perangkat komputasi seberat 100 gram karena puck menjadi bagian penting dari penggunaannya. Namun, distribusi beban tersebut berpotensi membuat wajah dan kepala pengguna tidak cepat lelah. Perbedaan ini penting terutama untuk aktivitas yang berlangsung selama satu film penuh atau sesi kerja yang panjang.

Perangkat saku itu membawa chip Snapdragon Reality Elite, RAM 12 GB, dan penyimpanan internal 128 GB. Meta VR Glasses juga menyediakan slot microSD dengan dukungan ekspansi hingga 1 TB. Kapasitas tambahan tersebut memberi ruang lebih besar bagi pengguna untuk menyimpan konten dan aplikasi tanpa hanya bergantung pada penyimpanan bawaan.

Layar micro-OLED dengan dukungan HDR dan Dolby Vision

Di sektor visual, Meta membekali perangkat ini dengan dua panel micro-OLED. Masing-masing mata mendapatkan resolusi 2.412 × 2.288 piksel. Layar tersebut mendukung kecepatan penyegaran hingga 120 Hz dengan kepadatan 37 piksel per derajat.

Spesifikasi tersebut dirancang agar teks dan detail gambar tampil lebih tajam dibandingkan banyak perangkat VR generasi sebelumnya. Ini dapat menjadi nilai penting bagi penggunaan produktivitas, misalnya saat membuka beberapa jendela kerja, membaca dokumen, atau memanfaatkan ruang kerja virtual.

Meta VR Glasses turut mendukung HDR dan Dolby Vision untuk meningkatkan pengalaman menikmati konten visual. Kacamata ini memakai lensa pancake khusus yang dikembangkan bagi perangkat berprofil lebih tipis dan ringan.

Meski demikian, bentuk kompak itu menghadirkan kompromi. Bidang pandangnya mencapai sekitar 70 derajat secara horizontal dan 66 derajat secara vertikal, yang lebih sempit daripada Quest 3. Pengguna mendapatkan perangkat yang lebih ringan, tetapi sensasi visual imersifnya tidak seluas headset VR yang memiliki bodi lebih besar.

Menempatkan bioskop pribadi sebagai salah satu fungsi utama

Meta VR Glasses menjadi perangkat VR pertama yang memperoleh sertifikasi IMAX Enhanced. Sertifikasi tersebut membuka fokus baru bagi perangkat ini sebagai layar pribadi untuk menikmati film, termasuk pilihan tayangan 3D dan rasio gambar IMAX yang lebih lebar pada konten yang mendukungnya.

Disney+ direncanakan menyediakan sejumlah film 3D pilihan untuk platform tersebut. Layanan Prime Video, YouTube, ESPN, Plex, dan Crunchyroll juga akan hadir. Kehadiran berbagai layanan ini menegaskan bahwa kacamata tersebut tidak hanya ditujukan untuk gim, melainkan pula sebagai perangkat hiburan dan media.

Konsep bioskop pribadi sangat berkaitan dengan bobot perangkat. Headset berat mungkin masih nyaman dipakai selama demonstrasi singkat, tetapi kebutuhan menonton film berdurasi sekitar dua jam membutuhkan tingkat kenyamanan yang berbeda. Jika desain ringan ini mampu dipakai lama tanpa memberi tekanan berarti pada wajah, fungsi menonton dapat menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.

Interaksi melalui mata, tangan, dan suara

Meta juga mengandalkan kontrol tanpa tangan untuk mengoperasikan VR Glasses. Sistem pelacakan mata dan tangan memungkinkan pengguna membuka aplikasi, berpindah menu, mengendalikan konten, serta menjelajahi antarmuka tanpa harus memegang kontroler fisik.

Meta AI terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi. Pengguna dapat memberi perintah suara, memakai gerakan mata, atau menggunakan gestur tangan untuk mengakses aplikasi, memutar konten, mengatur ruang kerja virtual, dan memperoleh jawaban atas pertanyaan.

Perangkat ini turut membawa fitur panggilan video bernama Hologram. Fitur tersebut dirancang untuk membuat representasi digital pengguna yang lebih realistis, dengan ekspresi wajah serta audio spasial. Pendekatan ini menunjukkan upaya Meta untuk memperluas pemakaian VR ke komunikasi jarak jauh, selain konsumsi hiburan.

Harga dan jadwal peluncuran

Meta VR Glasses akan dipasarkan di Amerika Serikat seharga 1.299,99 dolar AS, atau sekitar Rp23 juta. Meta menargetkan peluncuran perangkat tersebut pada musim semi 2027.

Harga akhir untuk pasar lain belum diumumkan. Dengan posisi harga tersebut, Meta VR Glasses tampak menyasar pengguna yang menginginkan perangkat VR premium dengan penekanan pada kenyamanan, kualitas layar, serta penggunaan jangka panjang. Tantangan utamanya terletak pada keseimbangan antara bobot yang sangat ringan dan bidang pandang yang lebih terbatas dibandingkan headset VR tradisional.

Frequently Asked Questions

What is Bobot kacamata VR baru Meta hanya 100?

Bobot kacamata VR baru Meta hanya 100 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bobot kacamata VR baru Meta hanya 100 matter?

Bobot kacamata VR baru Meta hanya 100 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *