Tekno

Warga lansia di China main gim untuk pererat hubungan sosial

Foto : John Brown - beritaturah.com
Table of Contents
  1. E-Sport Menjadi Jembatan Antar Generasi bagi Warga Lansia di China
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

E-Sport Menjadi Jembatan Antar Generasi bagi Warga Lansia di China

Beritaturah.com – Di tengah meningkatnya populasi lanjut usia di China, kegiatan bermain gim video mulai menjadi sarana baru untuk mempererat hubungan sosial. Olahraga elektronik atau e-sport yang sebelumnya identik dengan kaum muda kini hadir di ruang kelas komunitas dan lembaga perawatan lansia. Penyelenggara program ini berharap aktivitas tersebut dapat membantu warga usia senja lebih percaya diri beradaptasi dengan dunia digital, sekaligus menemukan kesamaan dengan anggota keluarga dari generasi yang lebih muda.

Menurut data per akhir tahun 2025, China mencatat lebih dari 323 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas, atau setara dengan 23 persen dari total populasi negara tersebut. Tingkat penggunaan internet di kalangan kelompok usia ini juga menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai 53,7 persen pada bulan Desember. Perusahaan analisis seluler QuestMobile mendefinisikan “pengguna berambut perak” sebagai mereka yang berusia di atas 50 tahun. Hingga November 2025, tercatat 351 juta pengguna dari kategori tersebut aktif mengakses internet seluler di China, naik 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kelas E-Sport Pertama untuk Lansia di Hangzhou

Di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang di China timur, lembaga pendidikan komunitas Binjiang meluncurkan kelas e-sport pertama untuk warga berusia 55 tahun ke atas pada November 2024. Dalam waktu tiga hari saja, hampir 150 warga lansia mendaftar. Lebih dari 60 orang akhirnya mengikuti kelas tersebut, termasuk seorang peserta berusia 82 tahun. Sebagian peserta ingin memahami alasan kaum muda menyukai gim, sementara yang lain tertarik pada latar seni bela diri di dalam gim. Ada pula yang berharap mendapatkan topik pembicaraan baru dengan anak dan cucu mereka.

Kursus ini dirancang untuk orang-orang yang hanya memiliki sedikit pengalaman bermain gim, atau bahkan tidak sama sekali. Lima sesi pertamanya dimulai dengan mengunduh gim dan mempelajari antarmukanya. Istilah-istilah yang umum bagi pemain muda ditulis ulang dalam bahasa yang lebih sederhana, sementara tanda panah digunakan untuk menjelaskan gerakan. Proses pembelajarannya cukup sulit. Hanya 30 hingga 40 peserta yang berhasil menyelesaikan kursus lima sesi tersebut. Beberapa di antara mereka yang berhasil kemudian bahkan menjadi instruktur.

Kisah Sukses dari Dalam Kelas

Zhou Zhihong (67) adalah salah satu peserta yang aktif. Ajakan bermain dari cucu perempuannya yang berusia 14 tahun awalnya terdengar tak biasa. Usai mengerjakan tugas dari sekolahnya, sang cucu terkadang menghampirinya dan berkata, “Nenek, mau bermain?” Keduanya bertemu di dalam “Naraka: Bladepoint”, sebuah gim video pertarungan multipemain di mana Zhou telah menjadi pemain yang cukup mahir hingga mampu memimpin tim lanjut usia meraih kemenangan.

Li Aixia (57) sebenarnya ingin mempelajari e-sport sebelum pensiun. Putranya sering menjelaskan jalannya pertandingan kepadanya dan suaminya, Li Zhongli (62). Mereka mendengarkan tanpa sepenuhnya memahami, lalu memutuskan untuk mencari tahu sendiri. Kini bermain dengan nama panggilan “Mad Swordsman” dan “Enchantress”, pasangan tersebut membatasi diri bermain hanya tiga ronde pada hari-hari biasa karena mata dan sendi jari mereka cepat lelah.

“Banyak yang sudah lupa apa yang baru saja dijelaskan lima menit yang lalu,” katanya. “Anda harus mengulanginya dan membiarkan mereka berlatih lagi dan lagi.”

Sebelum kompetisi, mereka berlatih secara daring bersama rekan satu tim dan bertemu di kafe untuk berlatih sekaligus mengevaluasi kesalahan saat bermain. Aktivitas bermain gim juga telah mengubah percakapan di rumah. Li kini mendiskusikan strategi permainan dan momen-momen berkesan bersama putranya. Dalam sebuah acara pertemuan keluarga, dia mengenakan kacamata baca, memutar ponselnya ke posisi horizontal, lalu bermain bersama suaminya. Hal tersebut sontak membuat para kerabat yang lebih tua memandang terkejut.

Gao Liying (63), salah satu rekan satu tim Zhou, menyusun ulang catatan dan pengalaman praktisnya, menggunakan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membuat kerangka tulisan, lalu mengetik sebuah buku panduan yang terdiri dari 17 bab di ponselnya selama lebih dari 20 hari.

Lembaga pendidikan tersebut kini telah membina tujuh angkatan untuk lebih dari 300 peserta didik dan melatih delapan instruktur lokal. Lulusan angkatan pertama telah mengajar di tiga komunitas percontohan. Model yang berbeda sedang diuji coba di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan di China barat daya.

Frequently Asked Questions

What is Warga lansia di China main gim?

Warga lansia di China main gim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga lansia di China main gim matter?

Warga lansia di China main gim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment