Video

Dewan Pers kecam Israel yang tangkap jurnalis RI di GSF

Dewan Pers kecam Israel yang tangkap jurnalis RI di GSF

Dewan Pers kecam Israel yang tangkap – Dewan Pers memberikan kecaman tajam terhadap tindakan Angkatan Laut Israel yang melakukan intervensi di tengah perjalanan kapal Global Sumut Flotilla 2.0 di Perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5). Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan pers dan hak jurnalis Indonesia untuk meliput kegiatan kemanusiaan yang dilakukan di wilayah itu. Dewan Pers menyatakan bahwa tindakan Israel terhadap jurnalis RI tidak hanya mengganggu kegiatan media, tetapi juga memperlihatkan sikap negara tersebut yang kurang mendukung kebebasan berbicara.

Detil Peristiwa di GSF

Kapal Global Sumut Flotilla 2.0, yang membawa rombongan aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara, terjebak dalam operasi laut Israel yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut laporan, tiga dari lima WNI yang ditangkap adalah jurnalis Indonesia, termasuk Sanya Dinda Susanti, Satrio Giri Marwanto, dan I Gusti Agung Ayu N. Kejadian ini terjadi ketika kapal tersebut sedang berlayar menuju wilayah yang ditetapkan sebagai zona terbuka untuk pengiriman bantuan kemanusiaan. Dewan Pers menilai bahwa tindakan Israel menggangu upaya jurnalis dalam mengungkap kebenaran secara independen.

Operasi tersebut dilakukan oleh Angkatan Laut Israel dengan alasan bahwa kapal tersebut “melanggar batas zona militer.” Namun, Dewan Pers menegaskan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung klaim tersebut. “Tangkapan ini menunjukkan sikap negara yang ingin mengontrol narasi media internasional,” ujar perwakilan Dewan Pers dalam pernyataan resmi. Pihak Dewan Pers juga meminta Israel memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan penahanan jurnalis RI dan memastikan bahwa kebebasan pers tidak dipatahkan secara terbuka.

Pengaruh pada Kebebasan Pers

Peristiwa penangkapan jurnalis Indonesia di GSF memberikan dampak signifikan terhadap lingkaran pers nasional. Dewan Pers kecam Israel menekankan bahwa jurnalis adalah tulang punggung informasi dan kemampuan mereka untuk bebas bergerak adalah kunci dalam memberikan laporan yang akurat. Dalam pernyataannya, Dewan Pers menyebutkan bahwa aksi Israel bisa mengurangi kemampuan media Indonesia untuk menyampaikan pesan kemanusiaan ke luar negeri.

Sejumlah jurnalis yang ditangkap memiliki peran penting dalam meliput peristiwa di kawasan Mediterania. Mereka menjadi saksi mata dan pengambil gambar langsung terhadap kegiatan kemanusiaan

Leave a Comment