Main Agenda: Kendari Perluas Kerja Sama Internasional di UCLG ASPAC
Main Agenda – Kota Kendari memanfaatkan forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) sebagai momentum utama untuk memperkuat kerja sama global di berbagai bidang. Dalam Main Agenda yang diusung oleh pemerintah kota, penyelenggaraan Pertemuan Biro Eksekutif UCLG ASPAC diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam sektor ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dengan partisipasi dari Kota Yiwu dan Xi’an, Tiongkok, serta kota-kota lainnya, acara ini memberikan kesempatan untuk membangun jaringan strategis dan menggali potensi sinergi antar negara.
Peran UCLG ASPAC dalam Meningkatkan Hubungan Internasional
UCLG ASPAC, yang merupakan platform pertukaran antar kota dan pemerintahan lokal di Asia Pasifik, memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog antar wilayah. Kota Kendari, yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, menggagas inisiatif untuk menyoroti isu-isu yang relevan bagi perkembangan kota-kota di wilayah Asia Tenggara. Melalui Main Agenda, pihak setempat menekankan pentingnya kerja sama lintas batas dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan kemacetan urbanisasi.
Dalam Main Agenda, beberapa bidang utama menjadi fokus utama, seperti pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata, lingkungan, kesehatan, serta sektor pertanian. Keempat bidang ini dianggap sebagai pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemkot Kendari berharap kerja sama dengan kota-kota mitra bisa menciptakan inisiatif yang berkelanjutan dan berdampak luas, khususnya dalam memperluas akses ke pasar internasional serta mengoptimalkan sumber daya lokal.
Hasil Diskusi dan Langkah Konkret
Sebagai penyelenggara, Kota Kendari berhasil mencapai kesepakatan strategis dengan Kota Yiwu dan Xi’an dalam beberapa proyek konkret. Salah satunya adalah kolaborasi dalam penguatan sistem kesehatan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan fasilitas kesehatan dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain itu, diskusi tentang pertanian berkelanjutan menghasilkan rencana kerja bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keanekaragaman hayati daerah.
Salah satu langkah utama yang dihasilkan dari Main Agenda adalah pembentukan aliansi untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM. Kota Kendari mengusulkan adopsi teknologi dan pelatihan keterampilan bagi pengusaha lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Pemkot juga menawarkan peluang untuk menarik investasi asing melalui kerja sama yang lebih intensif dalam sektor pariwisata, terutama untuk mengembangkan destinasi wisata alam dan budaya yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Dalam pembukaan pertemuan, para pemimpin kota mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi isu yang menjangkau skala nasional dan internasional. Pemkot Kendari berkomitmen untuk menjadi contoh pemerintah daerah yang proaktif dalam menggarap peluang kerja sama, baik melalui forum seperti UCLG ASPAC maupun platform lainnya. Main Agenda ini menjadi bukti bahwa kota-kota kecil dan menengah dapat berperan penting dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
(Saharudin/Andi Bagasela/Rijalul Vikry)
