Video

Visit Agenda: Presiden tekankan ASEAN harus jadi jangkar stabilitas kawasan

Visit Agenda: Presiden Tekankan ASEAN Harus Jadi Jangkar Stabilitas Kawasan

Visit Agenda – Dalam rangkaian kegiatan KTT ke-48 ASEAN di Manila, Filipina, Presiden Joko Widodo menggarisbawahi pentingnya agenda kunjungan (Visit Agenda) sebagai pilar utama dalam memperkuat kerja sama regional. Ia menekankan bahwa peran ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan tidak hanya menjadi prioritas, tetapi juga wajib diprioritaskan dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan Visit Agenda akan tergantung pada komitmen bersama anggota ASEAN untuk menjaga konsensus dan mengambil langkah konkret dalam berbagai isu kritis.

Agenda KTT ASEAN: Fokus pada Keterpaduan dan Responsif

KTT ke-48 ASEAN yang diadakan pada tanggal 2 hingga 3 November 2023 menampilkan tema utama tentang keterpaduan politik, ekonomi, dan keamanan. Presiden menyoroti bahwa Visit Agenda harus menjadi wadah untuk mengukir kebijakan yang responsif terhadap tantangan seperti perubahan iklim, migrasi, serta ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan perekonomian regional, termasuk pembangunan ekonomi digital dan kerja sama perdagangan yang lebih inklusif.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ASEAN perlu tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan, terlepas dari perubahan politik atau ekonomi global. “Visit Agenda tidak hanya tentang kunjungan resmi, tetapi juga tentang komitmen untuk membangun kepercayaan dan memperkuat jaringan kerja sama,” ujarnya dalam pidato pembukaan. Ia menambahkan bahwa ASEAN harus menjadi contoh keberhasilan integrasi regional yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ancaman bersama seperti ketidaksetaraan dan ketimpangan.

Dalam konteks keamanan, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan Visit Agenda akan terukir melalui kerja sama dalam mengatasi konflik lokal dan global. Ia menyebutkan bahwa ASEAN perlu berperan aktif dalam menyeimbangkan kepentingan negara-negara anggota serta memastikan keamanan kawasan tetap terjaga. Dalam konteks ekonomi, ia juga menekankan pentingnya digitalisasi sebagai bagian dari Visit Agenda untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kawasan.

Presiden menyoroti bahwa Visit Agenda harus selaras dengan kebutuhan masyarakat sipil dan generasi muda. Ia berharap bahwa kerja sama yang diinisiasi dalam KTT ini akan menciptakan peluang baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. “Kita harus memastikan bahwa semua agenda yang dibahas tidak hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya,” tambahnya. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi yang lebih luas dengan negara-negara tetangga dan mitra internasional dalam menjaga stabilitas kawasan.

Menutup pidatonya, Presiden menyampaikan harapan bahwa Visit Agenda akan menjadi katalisator untuk memperkuat kemitraan ASEAN di masa depan. “Kita harus bersiap untuk menghadapi masa depan yang tidak menentu dengan mengutamakan kepentingan bersama dan keberlanjutan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan KTT ini akan menjadi tolok ukur bagi komitmen anggota ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta pertumbuhan ekonomi kawasan. Dengan pelaksanaan Visit Agenda yang terarah, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya akan mampu menjadi kekuatan yang mendorong perubahan positif di kawasan.

Leave a Comment