Anggota DPR: Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu di Indonesia
Anggota DPR RI, Hendry Munief, anggota Komisi VII, menekankan bahwa Kota Siak di Riau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata budaya Melayu yang dikenal secara internasional. Dalam sebuah kesempatan diskusi yang diadakan di Pekanbaru, ia mengungkapkan bahwa daerah ini memiliki daya tarik khusus yang berbeda dari tempat wisata budaya lainnya di Indonesia. “Siak tidak hanya berupa tempat hiburan, tapi juga merupakan representasi kekuatan sejarah, identitas, dan peradaban Melayu yang bisa menginspirasi pengunjung dari berbagai belahan dunia,” tutur Hendry, yang juga terlibat dalam bidang pariwisata dan sarana publikasi.
Kekhasan Budaya Melayu di Siak
Dalam pernyataannya, Hendry membandingkan Siak dengan Bali, yang lebih dikenal karena keindahan alamnya. Namun, ia menekankan bahwa Siak memiliki nilai budaya yang lebih dalam dan unik. “Bali mungkin mengundang wisatawan dengan pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi Siak memiliki keunikan sejarah dan kesultanan Melayu yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa keberadaan Istana Melayu dan berbagai peninggalan budaya yang masih terawat hingga hari ini bisa menjadi daya tarik utama. Selain itu, adat istiadat, seni tradisional, dan kehidupan sosial masyarakat Melayu Siak juga bisa dimaksimalkan sebagai aset wisata.
Potensi Ekonomi dari Wisata Budaya
Anggota DPR ini menyatakan bahwa pengembangan wisata budaya di Siak bukan hanya tentang promosi, tetapi juga berdampak signifikan pada perekonomian lokal. “Banyak peluang usaha bisa lahir dari pengelolaan kekayaan budaya Siak, mulai dari kreatifitas seni, kuliner, hingga edukasi sejarah,” ujar Hendry. Ia menyarankan bahwa pemerintah daerah dan DPR RI perlu terus bekerja sama untuk mendukung inisiatif-inisiatif kreatif yang dipelopori oleh generasi muda. “Anak-anak muda adalah kunci untuk mengangkat budaya Siak ke tingkat yang lebih tinggi, baik melalui video dokumentasi, narasi budaya, atau inovasi teknologi,” tambahnya.
“Kalau Bali dikenal karena alam katanya, maka Siak dikenal dunia karena kekuatan sejarah dan peradaban Melayunya,” ujar Hendry, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Ia menegaskan bahwa Siak perlu menjadi wajah baru dari budaya Melayu yang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga internasional. “Ini adalah peluang besar untuk memperkuat identitas nasional dan menarik minat wisatawan yang tertarik pada keunikan sejarah dan kehidupan tradisional,” tegasnya.
Strategi Penguatan Branding
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan promosi wisata, Hendry menyatakan bahwa Siak harus diintegrasikan ke dalam program branding Wonderful Indonesia. “DPR RI bersama Kementerian Pariwisata harus terus menggiatkan kerja sama dalam mengembangkan konten-konten kreatif yang bisa memperkenalkan Siak ke pasar global,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa keberhasilan ini tidak bisa tercapai tanpa peran aktif pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal, institusi pendidikan, dan media. “Bimbingan teknis yang diadakan hari ini adalah langkah awal untuk menyatukan visi dan strategi pemerintah daerah dengan lembaga pusat,” katanya.
Kegiatan bimtek dengan tema “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Penguatan Konten” ini diharapkan bisa menjadi wadah diskusi dan penguatan kemitraan antara DPR RI dan Kementerian Pariwisata. “Kita perlu menciptakan narasi yang kuat dan berkelanjutan, agar Siak tidak hanya dianggap sebagai destinasi yang indah, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam,” kata Hendry. Ia menambahkan bahwa dengan strategi yang tepat, Siak bisa menjadi contoh sukses dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Perspektif Lokal dan Nasional
Hendry juga menyebutkan bahwa wisata budaya Melayu di Siak tidak hanya memiliki nilai lokal, tetapi juga bisa menjadi bagian dari identitas nasional. “Kita perlu meyakinkan dunia bahwa budaya Melayu bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga relevan dalam konteks kehidupan modern,” katanya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, serta keterlibatan masyarakat luas untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan yang sesuai dengan konteks saat ini. “Jika Siak berhasil menjadi wajah budaya Melayu, maka itu akan menjadi kebanggaan nasional yang bisa diperlihatkan ke dunia internasional,” ujar anggota DPR ini.
