Humaniora

445 calon haji Kabupaten Bandung bertolak ke Jeddah via Kertajati

445 calon haji Kabupaten Bandung bertolak ke Jeddah via Kertajati

445 calon haji Kabupaten Bandung bertolak – Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang aktif dalam menyelenggarakan pemberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi. Sebanyak 445 calon haji dari Kabupaten Bandung resmi berangkat dalam Kloter 24, yang dijadwalkan terbang ke Jeddah melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada hari Minggu. Pemberangkatan ini dimulai dengan serangkaian upacara embarkasi di Asrama Haji Indramayu, sebelum jamaah naik ke pesawat untuk memulai perjalanan ke tanah suci. Keberangkatan ini menandai langkah penting dalam persiapan ibadah haji tahun 2026, yang diharapkan dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta.

Proses Pemberangkatan Calon Haji

Proses pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Bandung terus diperkuat oleh tim terpadu yang terdiri dari petugas kesehatan, logistik, dan administrasi. Kloter 24 merupakan salah satu dari beberapa kloter yang berangkat dari Kabupaten Bandung, dengan jumlah total calon haji mencapai 582 orang. Angka ini meliputi peserta yang berasal dari luar daerah dan memilih Kertajati sebagai embarkasi. Dudi Suryadarma, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa keberangkatan ini disesuaikan dengan kebutuhan logistik dan keamanan selama perjalanan.

“Kloter ke-24 terdiri dari 445 jamaah dan dijadwalkan terbang ke Jeddah dari BIJB Kertajati hari ini pukul 17.30 WIB,” ujar Dudi Suryadarma, saat memberikan keterangan di Bandung. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang, termasuk pembekalan keagamaan dan kesehatan bagi calon haji.

Kertajati, sebagai bandara utama di wilayah Jabodetabek, menjadi pilihan strategis karena kemudahan akses dan fasilitas yang lengkap. Pemberangkatan melalui Bandara Kertajati ini juga diharapkan dapat mempercepat proses keberangkatan jamaah haji, terutama mengingat jumlah peserta yang cukup signifikan. Dengan penggunaan bandara ini, kloter Kabupaten Bandung bisa bergerak lebih efisien dan mengurangi beban di bandara-bandara lain yang juga melayani keberangkatan haji.

Pemantauan Kesehatan Selama Ibadah Haji

Dadang Supriatna, Bupati Bandung, menekankan pentingnya kesehatan bagi calon haji, terutama untuk jamaah lansia. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi peserta melalui tim medis yang siap 24 jam. “Insyaallah, kami akan memastikan kondisi jamaah tetap terjaga selama di tanah suci,” tambah Dadang, yang juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan tambahan seperti asistensi transportasi dan penginapan.

“Mayoritas jamaah dalam kloter ini adalah perempuan dan lansia. Calon haji tertua berusia 80 tahun, sementara yang termuda hanya 14 tahun,” kata Dadang, menjelaskan komposisi peserta. Ia menyoroti bahwa keberagaman usia dan jenis kelamin peserta mencerminkan komitmen Kabupaten Bandung dalam memperluas partisipasi masyarakat pada ibadah haji.

Kloter 24 juga mencakup jamaah yang berasal dari luar Kabupaten Bandung, seperti daerah di sekitar Jabodetabek. Penambahan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat ke daerah lain untuk pemberangkatan melalui Kertajati. Sebagai informasi tambahan, jumlah total calon haji Kabupaten Bandung pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar 2.500 orang. Namun, kuota tahun ini ditetapkan sekitar 547 orang, termasuk 445 yang berangkat melalui Kertajati.

Proses pemberangkatan ini juga didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah pusat, seperti pengurangan kuota haji guna memastikan kelancaran logistik. Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang mengikuti kebijakan ini, dengan fokus pada keberangkatan yang terorganisir dan terukur. Dengan adanya 445 calon haji yang berangkat via Kertajati, harapan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah haji semakin terlihat jelas.

Leave a Comment