Main Agenda: Gubernur Kalteng Usulkan Tambah Depo BBM untuk Jaga Stabilitas Pasokan
Main Agenda –
Motivasi Peningkatan Infrastruktur BBM
Main Agenda – Di Palangka Raya, Minggu, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan bahwa penambahan depo bahan bakar minyak (BBM) menjadi prioritas untuk memastikan stabilitas pasokan bahan bakar di seluruh wilayah provinsi. Menurutnya, jumlah terminal BBM yang saat ini ada tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang masih kurang dilayani.
Status Terminal BBM di Kalteng
Kalteng dibagi menjadi tiga zona: barat, tengah, dan timur. Di zona barat, terdapat dua terminal BBM di Sampit dan Pangkalan Bun, yang menjadi pusat distribusi untuk daerah sekitarnya. Zona tengah hanya memiliki satu terminal yang berlokasi di Pulang Pisau, sementara zona timur belum memiliki fasilitas penyimpanan BBM. Hal ini menimbulkan ketimpangan dalam akses distribusi bahan bakar, terutama di wilayah paling barat dan timur yang jauh dari pusat.
“Zona timur masih belum memiliki terminal BBM, sehingga kami berharap Pertamina bisa menambah satu unit di sana,” kata Gubernur Kalteng dalam wawancara terpisah.
Menurutnya, penambahan depo BBM akan mengurangi risiko kelangkaan dan mempercepat distribusi ke daerah-daerah yang masih minim layanan. Dengan adanya terminal tambahan, jaminan pasokan BBM di seluruh provinsi dapat tercapai, terutama selama musim kemarau atau keadaan darurat yang membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar.
Peran Terminal BBM dalam Ekosistem Distribusi
Terminal BBM Pertamina berfungsi sebagai sentral penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan bakar minyak dalam skala besar. Fasilitas ini menjadi titik transit utama sebelum BBM disalurkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau tempat penyaluran lainnya. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, terminal BBM dapat memenuhi permintaan masyarakat yang berkembang seiring peningkatan jumlah kendaraan dan kebutuhan industri. Gubernur menekankan bahwa sistem distribusi BBM di Kalteng masih belum optimal, terutama di zona timur. Daerah seperti Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, dan Murung Raya sering mengalami gangguan pasokan akibat jarak yang jauh dan kurangnya fasilitas pendukung. Ia menilai bahwa penambahan terminal BBM akan membantu mengatasi masalah tersebut, sekaligus memastikan ketersediaan bahan bakar sepanjang tahun.
Koordinasi dengan Pertamina untuk Percepatan Proyek
PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan yang mengelola distribusi BBM di Kalteng, telah memiliki 75 SPBU reguler, tiga terminal BBM, dan delapan SPBE. Meski demikian, mereka terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengevaluasi kebutuhan fasilitas terminal.
“Kami mengevaluasi kebutuhan dan jangkauan fasilitas terminal. Investasi perlu dipertimbangkan dari segi pengembalian modal, tetapi yang utama adalah memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah,” tutur Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Isfahani.
Menurut Isfahani, penambahan terminal BBM di Kalteng akan memperkuat jaringan distribusi dan mengurangi risiko terjadinya antrean. Proyek ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam memperoleh bahan bakar.
Strategi Masyarakat untuk Mengatasi Antrean BBM
Agustiar Sabran memberikan nasihat kepada masyarakat untuk tidak panik membeli BBM secara besar-besaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan Pertamina telah bekerja optimal untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil. “Upaya kami bersama Pertamina telah meminimalkan terjadinya antrean BBM di SPBU,” ujarnya. Dengan penambahan depo BBM, ia yakin masalah kelangkaan akan teratasi, terutama di daerah yang masih mengalami kesulitan akses.
Proyek Jangka Panjang untuk Ketersediaan BBM
Gubernur Kalteng menyoroti bahwa penambahan terminal BBM tidak hanya untuk situasi darurat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, pasokan BBM bisa diatur secara lebih efisien, dan masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kekurangan. “Investasi di sektor BBM sangat penting untuk mengamankan stabilitas energi,” tambah Agustiar. Ia menilai proyek penambahan depo BBM akan menjadi salah satu main agenda pemerintah provinsi dalam beberapa tahun ke depan.
Proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada terminal BBM yang ada saat ini, sehingga distribusi bahan bakar bisa lebih merata. Dengan penambahan satu terminal di zona timur, kebutuhan masyarakat di daerah tersebut akan terpenuhi, dan ketersediaan BBM bisa dipertahankan meski ada fluktuasi permintaan atau gangguan logistik. Dukungan pemerintah pusat dan daerah akan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan main agenda tersebut.
