Festival Literasi Islam MILFEST 1448 di Bogor
Beritaturah.com – Menjadi inti dari inisiatif Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelenggarakan Festival Literasi Islam, yang diberi nama MILFEST 1448 H, di Gedung Unit Percetakan Al Quran (UPQ) Ciawi, Bogor. Acara ini berlangsung dari 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan bertujuan memperkuat literasi Islam secara inklusif di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang kreatif dan partisipatif, festival ini dirancang untuk menyatukan komunitas melalui edukasi, hiburan, serta dialog budaya. Selain itu, Kemenag juga ingin memperkenalkan UPQ Ciawi sebagai pusat literasi keagamaan yang berperan strategis dalam pengembangan akselerasi pendidikan Islam.
Penjelasan Direktur Urusan Agama Islam
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan key strategy untuk menciptakan ruang terbuka bagi seluruh kalangan umat Islam. “MILFEST 1448 H ini tidak hanya sebatas acara rutin, tapi juga menjadi platform strategis untuk mendorong minat baca dan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam,” jelasnya. Menurut Arsad, literasi Islam yang diusung dalam festival ini bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap tradisi dan nilai-nilai Islam yang relevan di era modern.
“Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, kita bisa memastikan bahwa literasi Islam bukan hanya sekadar teori, tapi juga praktek nyata yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Proses Pencetakan Mushaf Al Quran dan Pengalaman Edukasi
Festival Literasi Islam MILFEST 1448 H juga menjadi kesempatan unik untuk melihat proses produksi mushaf Al Quran secara langsung. Pengunjung dapat menyaksikan seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan, pencetakan, hingga pemeriksaan kualitas. Selain itu, Kemenag menyediakan program edukasi yang interaktif, seperti workshop tentang teknik memahami Al Quran dan kegiatan pembelajaran berbasis teknologi. “Ini adalah key strategy untuk memperkaya pengalaman belajar, baik melalui konten langsung maupun media digital,” tambah Dedi Slamet Riyadi, Kepala Sub-Direktorat Kepustakaan Islam Kemenag.
“Kami ingin melibatkan masyarakat sekaligus memperkenalkan UPQ Ciawi sebagai wadah yang mendorong literasi keagamaan,” tutur Dedi.
UPQ Ciawi, yang merupakan unit produksi resmi Al Quran di Indonesia, menjadi salah satu tempat strategis dalam mewujudkan key strategy Kemenag. Selama festival, pengunjung tidak hanya bisa mengetahui teknik cetakan Al Quran, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang menggabungkan pendidikan dan kreativitas. Misalnya, ada sesi pembuatan buku bacaan berbasis digital atau media sosial untuk mempermudah akses ke literasi agama. “Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam key strategy kita untuk menjadikan literasi Islam sebagai bagian dari kehidupan sosial,” tambah Dedi.
Varian Aktivitas Harian yang Beragam
MILFEST 1448 H menawarkan berbagai aktivitas sepanjang hari, mulai dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Kemenag telah merancang kegiatan yang menyasar seluruh lapisan umat Islam, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Aktivitas interaktif seperti pameran buku, diskusi karya tulis, pertemuan dengan penulis, serta sesi dialog menjadi bagian dari key strategy untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Tidak ketinggalan, ada pasar UMKM yang menyajikan produk berbasis Islam, lomba untuk anak-anak, dan pameran mode beragama.
“Festival ini dirancang agar seluruh kalangan bisa menemukan nilai-nilai Islam yang relevan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Dedi.
Program ini juga melibatkan layanan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, sebagai bentuk pengabdian Kemenag kepada masyarakat. “Dengan key strategy ini, kita bisa menyatukan berbagai aspek kehidupan, dari agama hingga sosial, dalam satu ruang,” ujar Arsad Hidayat. Selain itu, acara ini menjadi bagian dari rangkaian Program Peaceful Muharam 1448 H, yang berupaya memeriahkan Tahun Baru Islam dengan penuh kecerdasan dan kesadaran lingkungan.
Peran Literasi dalam Membangun Masyarakat Islam
Menurut Arsad, literasi Islam memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan progresif. “Melalui key strategy seperti MILFEST 1448 H, kita bisa memastikan bahwa literasi bukan hanya menjadi kewajiban, tapi juga sebagai pilihan yang menyenangkan,” katanya. Ia menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya membaca Al Quran, hadis, dan literatur keagamaan lainnya sebagai sumber ilmu dan inspirasi. “Kemenag ingin menjadikan festival ini sebagai panutan dalam upaya mempromosikan literasi Islam secara luas,” tambahnya.
“Dengan key strategy yang terencana, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna bagi seluruh umat Islam,” tutur Arsad.
Pengunjung yang datang ke acara ini, baik dari dalam maupun luar kota, akan mendapatkan pengalaman unik yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan komunitas. Selain itu, Kemenag berharap festival ini bisa menjadi contoh bagus dalam mengimplementasikan key strategy di bidang literasi agama. “Kami ingin melihat respons positif dari masyarakat, dan berharap acara ini bisa berlanjut dalam bentuk rutin,” harap Arsad. Dengan kolaborasi yang solid, festival ini diharapkan bisa memperkuat kegiatan literasi Islam di seluruh Indonesia.

