Humaniora

Seorang calon haji asal Jambi wafat di Arafah akibat serangan jantung

Seorang Calon Haji Asal Jambi Meninggal di Arafah karena Serangan Jantung

Seorang calon haji asal Jambi wafat – Seorang calon haji asal Jambi, Khairusni Bilal Usman, berusia 67 tahun, dilaporkan meninggal dunia di tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi, akibat serangan jantung yang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Menurut informasi yang diterima di Jambi, kejadian tersebut terjadi saat almarhumah berada di tenda maktab bersama suaminya. Kematian mendadak ini mengejutkan seluruh jamaah yang mengikuti ibadah haji tahun ini.

Detail Kondisi dan Penanganan Medis

Sebelumnya, Khairusni Bilal Usman telah melakukan pemeriksaan kesehatan di kloter BTH-19 dua kali, yaitu pada 16 Mei 2026 atas keluhan dispepsia dan 22 Mei 2026 akibat nyeri punggung bawah. Pada hari kejadian, ia tiba-tiba mengeluhkan lemas dan sesak napas, hingga kehilangan kesadaran. Jamaah lain yang menyaksikan kejadian langsung memberitahu tim kesehatan kloter, yang segera melakukan pemeriksaan awal. Meski upaya resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan tiga siklus, almarhumah tidak menunjukkan respons, sehingga dinyatakan meninggal di hadapan keluarga.

Tim kesehatan sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) langsung tiba di lokasi setelah menerima laporan. Mereka menggunakan alat Automated External Defibrillator (AED) atau pacu jantung otomatis sebagai langkah darurat. Namun, hasilnya tidak memuaskan. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa almarhumah mengalami gangguan jantung akut yang berakibat fatal. Dalam surat kematian resmi berdasarkan standar ICD-10, penyebab kematian disebutkan sebagai serangan jantung yang terjadi saat ia berada di Arafah.

Penyebab Kematian dan Proses Akhir

Khairusni Bilal Usman, yang sebelumnya berpindah ke Jambi setelah menunaikan ibadah haji, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Meski telah menjalani pemeriksaan klinis sebelum berangkat, kondisinya tidak sepenuhnya stabil. Pada hari terakhir perjalanan di Arafah, ia memperlihatkan gejala seperti sesak napas dan lemas. Tim medis mencoba memberikan pertolongan dengan cepat, tetapi upaya tersebut tidak berhasil mengembalikan kesadaran almarhumah.

Dilaporkan bahwa almarhumah sempat mengalami perubahan kondisi sebelum kejadian. Ia tampak terlihat lelah dan kelelahan akibat aktivitas ibadah haji yang berat, terutama di Arafah yang menjadi salah satu dari tiga hari utama dalam perjalanan haji. Kehadiran tim kesehatan yang responsif dianggap menjadi upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, meski berusaha maksimal, almarhumah tidak berhasil bangkit.

Respons dari Pihak Terkait

Wahyudi Abdul Wahab, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, mengungkapkan belasungkawa atas kejadian tersebut. “Turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Khairusni Bilal Usman asal Kabupaten Kerinci. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala khilafnya,” ujarnya. Ia juga memastikan bahwa tim kesehatan telah memberikan penanganan yang sesuai dengan protokol medis. Kemenhaj menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari risiko yang bisa terjadi selama perjalanan haji, meski langkah pencegahan telah diambil sebelumnya.

Kematian Khairusni Bilal Usman menimbulkan perhatian terhadap kesehatan jamaah calon haji. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah calon haji yang mengalami kondisi kritis di Arab Saudi meningkat, terutama akibat faktor usia dan penyakit bawaan. Dengan usia 67 tahun, almarhumah termasuk dalam kategori jamaah yang rentan terhadap komplikasi kesehatan. Pihak Kemenhaj mengimbau calon haji untuk tetap menjaga kesehatan sebelum dan selama ibadah, termasuk melakukan pemeriksaan klinis secara berkala.

Seorang calon haji asal Jambi ini meninggalkan dampak yang dalam bagi keluarga dan komunitasnya. Ia adalah salah satu dari ribuan jamaah yang berangkat ke Arab Saudi dalam rangka menunaikan ibadah haji tahun ini. Dengan kondisi kesehatan yang terus dipantau, kejadian serangan jantung di Arafah mengingatkan pentingnya siap-siap secara fisik dan mental sebelum menjalani perjalanan yang melelahkan ini. Tim medis di lapangan berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan darurat dan dukungan kesehatan selama ibadah haji.

Leave a Comment