Bisnis

Pertamina tegaskan pimpin pengembangan ekosistem SAF

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Pertamina tegaskan pimpin pengembangan ekosistem SAF di Indonesia dan Kawasan ASEAN

Beritaturah.com – Kehadiran PT Pertamina Patra Niaga dalam forum ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026 di Denpasar, Bali, kembali menegaskan posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Pertamina tegaskan pimpin pengembangan ekosistem SAF yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, melalui berbagai kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan nasional maupun internasional. Vice President Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menyampaikan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar negara ASEAN dalam mewujudkan ekosistem SAF yang lebih solid dan berkelanjutan.

“Pertamina telah membangun ekosistem SAF terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Yosep dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat.

SAF Bersertifikasi CORSIA Siap Didistribusikan ke Bandara Utama

Produksi SAF yang telah memenuhi standar CORSIA dan dihasilkan di Green Refinery RU IV Cilacap saat ini telah disalurkan melalui dua bandara utama, yaitu Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini menunjukkan kesiapan Pertamina dalam menyediakan bahan bakar aviasi berstandar internasional guna mendukung upaya dekarbonisasi sektor penerbangan. Forum yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama European Union Aviation Safety Agency (EASA) ini berlangsung di Denpasar, Bali, pada tanggal 13 hingga 15 Juli 2026.

Acara tersebut menjadi platform penting bagi negara-negara ASEAN untuk mempercepat implementasi SAF sebagai solusi dalam mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan. Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, Pertamina berkomitmen untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun regional terhadap bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Transisi Energi Penerbangan

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pertamina atas kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem SAF di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi yang telah dibangun Pertamina bersama berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mempercepat transisi menuju penerbangan rendah emisi. Sokhib juga menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan terus mendorong pengembangan dan implementasi SAF melalui penguatan regulasi serta kolaborasi lintas sektor.

“Kehadiran kami pada ASEAN SAF Workshop menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan, memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak SAF di kawasan ASEAN, serta menghadirkan inovasi energi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora.

Ekosistem SAF Mendukung Target Net Zero Emission 2060

Pada kesempatan tersebut, Pertamina memperkenalkan ekosistem SAF terintegrasi (end-to-end ecosystem) sebagai bagian dari strategi mendukung target net zero emission (NZE) 2060 atau bahkan lebih cepat. Kitty Andhora menjelaskan bahwa pengembangan SAF merupakan bukti komitmen Pertamina dalam menghadirkan solusi energi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Menurut Kitty, pengembangan ekosistem SAF menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi bersih.

Kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci mempercepat adopsi SAF sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan energi penerbangan berkelanjutan di kawasan ASEAN. Dengan demikian, Pertamina tegaskan pimpin pengembangan ekosistem SAF tidak hanya sebagai komitmen nasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi keberlanjutan sektor penerbangan global.

Leave a Comment