Finansial

Bank Mandiri Taspen edukasi masyarakat kenali produk resmi perbankan

Foto : Emily Miller - beritaturah.com

Bank Mandiri Taspen Perkuat Edukasi Publik Mengenai Produk Perbankan Resmi

Beritaturah.com – Purwokerto, Jawa Tengah — Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan resmi terus digalakkan oleh Bank Mandiri Taspen. Melalui program edukasi yang menyasar insan media, lembaga ini bertujuan mencegah maraknya penawaran investasi bodong serta produk keuangan ilegal yang semakin banyak beredar di tengah masyarakat.

I Putu Agus Sinom Artawan, sebagai Distribution Head 5 untuk wilayah Jateng-DIY, menyampaikan harapannya saat berada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada hari Jumat. Ia menilai bahwa edukasi kepada media akan membantu memperluas jangkauan informasi seputar produk perbankan yang resmi, sehingga masyarakat lebih paham dan terlindungi dari berbagai modus penipuan di sektor keuangan.

Kami juga ingin mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa setiap pengajuan kredit harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar. Masyarakat juga harus mengetahui semua proses pengajuan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Proses Pengajuan Kredit yang Transparan

Menurut Sinom, produk resmi bank dapat diidentifikasi melalui informasi yang jelas mengenai mekanisme pengajuan kredit secara bertahap. Tahapan tersebut mencakup permohonan nasabah, pemenuhan dokumen persyaratan, verifikasi, analisa kredit, hingga persetujuan dari pihak bank.

Setiap calon debitur diwajibkan menyerahkan dokumen resmi seperti kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Setelah itu, bank akan melakukan verifikasi dan menganalisa informasi data debitur secara independen. Selain itu, bank juga melakukan telekonfirmasi kepada calon nasabah untuk memastikan kebenaran pengajuan sebelum kredit disetujui.

Jadi tidak ada pengajuan yang langsung cair. Semua melalui proses verifikasi, analisa, dan telekonfirmasi kepada calon nasabah.

Pernyataan tersebut disampaikan Sinom dalam kegiatan Media Gathering Banking Insight 2026 yang bertema “Membedakan Investasi Resmi dan Investasi Ilegal di Tengah Maraknya Penawaran Keuangan Digital”. Acara ini diselenggarakan oleh PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara atau dikenal sebagai Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen.

Sinom juga menambahkan bahwa produk resmi bank memiliki informasi lengkap mengenai persyaratan, suku bunga, jangka waktu, serta hak dan kewajiban nasabah yang dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Produk Pembiayaan yang Ditawarkan

Dalam kesempatan tersebut, Sinom memperkenalkan beberapa produk pembiayaan dari Bank Mandiri Taspen. Produk-produk tersebut meliputi Kredit Mantap Prapensiun, Kredit Mantap Pensiun, dan Kredit Mantap bagi pegawai aktif. Semua produk ini ditawarkan melalui skema kerja sama maupun fasilitas payroll.

Pentingnya Literasi Keuangan

Dian Purnomo Jati, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menekankan bahwa masyarakat perlu memiliki literasi keuangan yang memadai. Hal ini bertujuan agar mereka mampu membedakan produk resmi perbankan dengan berbagai penawaran investasi maupun produk keuangan yang tidak memiliki legalitas jelas.

Menurut Dian, langkah pertama dalam mengenali produk resmi bank adalah memastikan produk tersebut berasal dari lembaga jasa keuangan yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan regulator. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memverifikasi legalitas lembaga maupun produk yang ditawarkan.

Pastikan benar berasal dari lembaga keuangan yang bersangkutan. Jangan hanya melihat imbal hasilnya, tetapi cek juga aspek legalnya.

Dian juga mengingatkan masyarakat untuk mencermati kewajaran imbal hasil yang ditawarkan. Sebagai pembanding, bunga deposito perbankan umumnya berkisar antara 2,5 hingga 4 persen per tahun, sedangkan deposito bank perekonomian rakyat (BPR) sekitar 5 hingga 6 persen per tahun. Penawaran keuntungan jauh di atas kisaran tersebut patut diwaspadai.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yaitu legal dan logis, sebelum menggunakan suatu produk keuangan. Dalam hal ini, legal berarti memastikan produk berasal dari lembaga yang berizin, sedangkan logis berarti menilai kewajaran imbal hasil dan risikonya.

Kalau ada yang menawarkan imbal hasil fantastis, jangan langsung percaya. Pastikan dulu legalitasnya dan pahami bisnis prosesnya. Investasi yang sehat menawarkan keuntungan yang logis, bukan janji keuntungan pasti tanpa risiko.

Dian menambahkan bahwa produk resmi bank selalu disertai proses yang transparan, dokumen resmi, serta perjanjian yang jelas. Menurut dia, literasi keuangan menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan berkedok investasi maupun produk keuangan ilegal.

Leave a Comment