All Sport

Raihan dan Arsya lifter terbaik remaja Kejurnas Angkat Besi 2026

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

Regenerasi Tim Nasional Angkat Besi Indonesia Semakin Kuat

Beritaturah.com – Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior Pupuk Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, telah menjadi momen bersejarah bagi perkembangan olahraga angkat besi di tanah air. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 22 hingga 24 Juli ini berhasil menghadirkan penampilan gemilang dari para atlet muda. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Djoko Pramono, mengungkapkan bahwa ajang ini menandai kemajuan signifikan dengan adanya beberapa rekor nasional yang berhasil dipecahkan oleh atlet remaja dan junior.

Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta pada hari Sabtu, Djoko menjelaskan alasan kebahagiaan pihaknya atas hasil kompetisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa para atlet muda ini merupakan generasi penerus dari nama-nama besar seperti Rizki Juniasyah dan Eko Yuli Irawan, serta atlet senior lainnya yang saat ini sedang menjalani pembinaan di pusat latihan nasional. Raihan dan Arsya lifter terbaik remaja telah membuktikan bahwa regenerasi tim nasional sedang berjalan dengan baik.

“Mengapa kami senang, karena mereka adalah penerus dari Rizki Juniasyah, Eko Yuli Irawan, serta para lifter senior lainnya yang saat ini berada di pelatnas,” kata Djoko.

Prestasi Atlet Remaja Jawa Barat

Dua atlet asal Jawa Barat berhasil meraih predikat sebagai lifter terbaik dalam kategori remaja. Raihan Adesta Putra Perdana tampil sangat dominan di kelas 75 kilogram putra dengan mengumpulkan tiga medali emas. Pencapaian luar biasa ini diraihnya melalui angkatan snatch seberat 147 kilogram, clean and jerk 172 kilogram, dan total angkatan mencapai 319 kilogram. Performa Raihan menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional.

Sementara itu, di kategori putri, Arsya Dewi Saputera juga membuktikan kemampuannya dengan menjadi atlet terbaik di kelas 53 kilogram. Ia berhasil meraih tiga medali emas melalui snatch 65 kilogram, clean and jerk 90 kilogram, serta total angkatan 155 kilogram. Kombinasi kekuatan dan teknik yang dimiliki Arsya membuatnya menjadi salah satu atlet yang paling ditunggu perkembangannya.

Atlet Junior Berprestasi

Untuk kategori junior, penghargaan lifter terbaik diserahkan kepada Muhammad Rizal Abdillah dari Jawa Barat dan Amel Candra Novitasari dari Jawa Timur. Rizal tidak terkalahkan di kelas 60 kilogram putra dengan catatan snatch 111 kilogram, clean and jerk 135 kilogram, dan total angkatan 246 kilogram. Atlet yang sebelumnya meraih medali emas Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, ini berhasil menyapu bersih semua medali emas di kelasnya.

Amel Candra Novitasari juga menunjukkan performa gemilang sebagai lifter terbaik junior putri di kelas 57 kilogram. Ia mencatatkan angkatan snatch 81 kilogram dan clean and jerk 98 kilogram. Prestasi Amel semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan atlet angkat besi berprestasi.

Selain itu, Jawa Barat juga dinobatkan sebagai pengurus provinsi terbaik dalam ajang tersebut. Djoko menilai bahwa potensi yang ditunjukkan para atlet muda merupakan modal berharga untuk regenerasi tim nasional angkat besi Indonesia. Ia yakin bahwa atlet remaja dan junior ini dapat berkembang menjadi atlet yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.

“Jadi sudah pasti mereka adalah prioritas pertama jika kita menyiapkan lifter-lifter ke berbagai event internasional. Atlet yang meraih gelar The Best yang akan ke pelatnas,” ujarnya.

Kejurnas tahun ini diikuti oleh 220 atlet dari 23 daerah, dengan rincian 105 atlet kategori remaja dan 115 atlet kategori junior. Kategori remaja putra mempertandingkan kelas 56 kilogram, 60 kilogram, 65 kilogram, 70 kilogram, dan di atas 70 kilogram. Untuk remaja putri, kelas yang dipertandingkan adalah 45 kilogram, 49 kilogram, 53 kilogram, 57 kilogram, dan di atas 57 kilogram.

Sedangkan untuk kelompok junior putra, kelas yang dipertandingkan meliputi 60 kilogram, 65 kilogram, 70 kilogram, 75 kilogram, dan di atas 75 kilogram. Pada kelompok junior putri, kelas yang dipertandingkan adalah 49 kilogram, 53 kilogram, 57 kilogram, 61 kilogram, dan di atas 61 kilogram. Dengan fondasi yang kuat ini, Indonesia siap bersaing di kancah dunia.

Leave a Comment