Internasional

China tegaskan dukungan terhadap Iran terkait kondisi Timur Tengah

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

China tegaskan dukungan terhadap Iran dalam Situasi Regional yang Kompleks

Beritaturah.com – Cholpon-Ata, Kirgizstan — Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada hari Jumat (24/7), China tegaskan dukungan terhadap Iran terkait perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pernyataan tegas kepada Abbas Araghchi, rekan setangannya dari Iran, selama sidang para menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Beijing secara resmi menegaskan kembali posisinya sebagai mitra strategis komprehensif yang mendukung Teheran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta martabat nasionalnya di tengah ketegangan yang meningkat.

Ketegangan yang Meningkat di Kawasan Teluk

Wang Yi menyoroti bahwa situasi di kawasan Teluk Timur Tengah mengalami peningkatan ketegangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan tersebut dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional. Menurut Menlu Tiongkok, nota kesepahaman yang telah ditandatangani lebih dari satu bulan silam merupakan hasil berharga dari berbagai upaya mediasi dan perundingan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Kesepahaman ini mencerminkan harapan bersama untuk menghentikan konflik dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Nota kesepahaman yang ditandatangani lebih dari satu bulan lalu merupakan hasil berharga dari upaya mediasi dan perundingan berbagai pihak. Kesepahaman tersebut memuat harapan rakyat Iran dan Timur Tengah untuk menghentikan perang serta menciptakan perdamaian dan stabilitas, sehingga upaya yang telah dilakukan tidak boleh berakhir sia-sia,” ujar Wang Yi dengan tegas.

Menteri Luar Negeri Tiongkok juga menekankan bahwa pintu perundingan yang telah dibuka tidak boleh ditutup kembali. Selama masih terdapat harapan menuju perdamaian, segala upaya harus terus dilanjutkan. Hal yang paling mendesak saat ini adalah tetap berpegang pada arah penyelesaian perselisihan melalui jalur perundingan dan kembali melaksanakan kesepahaman yang telah dicapai dalam nota tersebut. Tiongkok berkomitmen untuk terus mendorong dialog konstruktif antara semua pihak yang terlibat.

Empat Usulan Presiden Xi Jinping untuk Perdamaian

Wang Yi menjelaskan bahwa Tiongkok akan berpegang pada empat butir usulan yang disampaikan oleh Presiden Xi Jinping mengenai pemeliharaan dan pemajuan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah. Selain itu, Tiongkok juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dan pihak-pihak lainnya. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen China tegaskan dukungan terhadap Iran dalam berbagai forum internasional.

“China juga akan terus mendukung upaya mediasi Pakistan dan pihak-pihak lainnya, mendorong secepat mungkin dimulainya kembali dialog dan perundingan di antara pihak-pihak terkait, menangani persoalan Selat Hormuz secara tepat, mendorong perbaikan hubungan antarnegara bertetangga,” tambah Wang Yi.

Menurut pernyataan Wang Yi, Tiongkok akan bersama-sama merumuskan keamanan kolektif bagi negara-negara Teluk, serta berkontribusi bagi pemulihan perdamaian dan ketenteraman di kawasan Timur Tengah sesegera mungkin. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, termasuk diplomasi ekonomi dan politik yang dapat membantu meredakan ketegangan yang ada.

Respons Iran terhadap Pelanggaran AS

Sementara itu, Menlu Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru mengenai situasi di kawasan Teluk Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman yang dicapai kedua pihak sehingga menyebabkan ketegangan semakin meningkat. Keinginan Iran untuk berunding tidak pernah berubah dan Iran juga tidak menginginkan konflik terus berlanjut. Iran menekankan pentingnya menghormati kesepakatan yang telah dibuat.

“Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman yang dicapai kedua pihak sehingga menyebabkan ketegangan semakin meningkat. Keinginan Iran untuk berunding tidak pernah berubah dan Iran juga tidak menginginkan konflik terus berlanjut,” kata Araghchi.

Iran, menurut Araghchi, mendesak AS untuk memenuhi komitmennya, menahan diri, dan mencari solusi yang tepat. Pada saat yang sangat menentukan seperti sekarang, Iran dan China, sebagai mitra strategis komprehensif, perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi. Iran berterima kasih kepada China karena selalu berpegang pada sikap yang objektif dan adil serta secara konsisten mendorong perdamaian dan penghentian perang.

Araghchi menegaskan bahwa Iran masih berharap China terus memainkan peran penting dalam mendorong meredanya ketegangan dan menurunkan suhu situasi. Dukungan China tegaskan dukungan terhadap Iran ini diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih stabil di kawasan tersebut.

Latar Belakang Konflik Terbaru

AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani kesepakatan tentang perdamaian dan penghentian konflik, yang dimulai sejak akhir Februari lalu, pada 18 Juni 2026. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Situasi ini semakin memperumit hubungan bilateral antara kedua negara dan meningkatkan peran China dalam diplomasi regional.

Leave a Comment