All Sport

Juara dunia WBC Caroline Verye diuji petinju tak terkalahkan Ferreira

Foto : Emily Miller - beritaturah.com

Caroline Veyre Siap Bela Gelar WBC Melawan Ferreira yang Tak Terkalahkan

Beritaturah.com – Juara dunia WBC Caroline Verye akan menghadapi ujian berat dalam pertarungan berikutnya. Petinju asal Kanada ini dijadwalkan mempertahankan gelar kelas super bulu putri versi World Boxing Council (WBC) melawan Bernice Ferreira. Laga yang akan berlangsung pada 15 Agustus mendatang ini akan digelar di Farm Arena, Atlanta, Amerika Serikat. Pertemuan antara dua petinju ini menjadi sorotan utama dalam dunia tinju internasional.

Juara dunia WBC Caroline Verye telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lawan yang memiliki rekor sempurna. Dalam wawancara yang dilansir melalui situs resmi WBC dan disimak di Jakarta pada hari Sabtu, petinju berusia 37 tahun ini mengungkapkan antusiasmenya. Ia merasa pertarungan ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan kualitasnya di kancah dunia.

Veyre Ingin Menunjukkan Kualitas Terbaiknya

“Saya ingin membuktikan bahwa saya adalah juara di divisi ini, dan satu-satunya cara untuk menunjukkannya adalah dengan menghadapi juara-juara lainnya,” ujar Veyre dengan penuh keyakinan.

Juara dunia WBC Caroline Verye meraih sabuk juara pertamanya pada Februari 2026. Saat itu, ia berhasil mengalahkan mantan kampiun dunia Delfine Persoon untuk merebut gelar yang sebelumnya kosong. Pengalaman panjang di dunia tinju amatir, termasuk mewakili Kanada di ajang Olimpiade, menjadi modal berharga bagi petinju ini dalam menghadapi tantangan profesional.

Ferreira Hadir dengan Rekor Sempurna 10-0

Di level profesional, Juara dunia WBC Caroline Verye telah mencatatkan rekor 11 kemenangan dengan satu kekalahan. Ia kini bersiap menghadapi laga mempertahankan sabuk juara pertamanya dalam pertemuan dua kampiun. Tujuannya jelas: membuktikan diri sebagai petinju terbaik di kelas super bulu putri. Sementara itu, Ferreira akan melangkah ke ring dengan membawa catatan sempurna 10 kemenangan tanpa kekalahan.

“Lawan saya memiliki rekor 10-0 dan seorang juara, dan itulah mengapa saya menginginkan pertarungan ini. Saya tidak menjadi juara dunia untuk menghindari tantangan,” tambah Veyre.

Empat dari sepuluh kemenangan Ferreira diraih melalui knockout. Namun, sebagian besar pertarungan petinju asal Afrika Selatan ini berlangsung di tanah sendiri melawan lawan-lawan yang belum terlalu dikenal di kancah internasional. Ferreira juga memegang sabuk juara kelas super bulu putri International Boxing Organization (IBO), menjadikannya petinju yang harus diperhitungkan.

Pertemuan kali ini menjadi kesempatan pertama bagi Ferreira untuk memperebutkan gelar juara dunia WBC dalam kariernya. Bagi Juara dunia WBC Caroline Verye, pertarungan ini adalah momen untuk memperkuat posisinya sebagai kampiun. Sementara itu, Ferreira mengincar kemenangan terbesar dalam hidupnya dengan merebut gelar juara dunia pertamanya.

Kedua petinju ini akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam pertarungan yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus. Hasil dari laga ini akan menentukan arah karir masing-masing petinju di masa depan. Para penggemar tinju di seluruh dunia menantikan pertarungan yang diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh aksi.

Leave a Comment