Pertamax Turun Harga, Diharap Bantu Stabilkan Inflasi
Beritaturah.com – CORE – PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026. Jenis Pertamax kini dijual dengan harga Rp15.950 per liter, turun dari level Rp16.250 pada bulan sebelumnya. Penyesuaian ini sejalan dengan arahan pemerintah yang mempertimbangkan dinamika harga minyak global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta upaya menjaga daya beli masyarakat. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Analisis Ekonom CORE Indonesia
Yusuf Rendy Manilet, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), menilai langkah ini memberikan sinyal baik bagi stabilitas harga. Ia menekankan bahwa penurunan BBM nonsubsidi dapat memperkuat tren moderasi inflasi dalam beberapa bulan mendatang.
“Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat memperkuat tren moderasi inflasi dalam beberapa bulan ke depan, terutama melalui komponen harga yang diatur pemerintah,” ujar Yusuf saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin.
Menurutnya, saat ini tingkat inflasi telah melandai menjadi 2,88 persen secara tahunan pada Juli, yang juga disertai dengan deflasi bulanan. Manfaat dari penurunan harga ini paling dirasakan oleh kelompok menengah yang merupakan pengguna utama Pertamax. Selain itu, beban biaya operasional kendaraan pribadi serta sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi lebih ringan.
Yusuf menambahkan bahwa langkah ini membantu menjaga daya beli yang sempat tertekan akibat kenaikan harga pada Juni. Meskipun dampaknya belum mengubah keadaan secara signifikan, hal ini tetap memberikan dukungan positif terhadap konsumsi rumah tangga.
Batasan Dampak terhadap Inflasi Nasional
Meski memberikan sentimen positif, Yusuf menilai pengaruh penurunan BBM nonsubsidi terhadap inflasi nasional kemungkinan tidak terlalu besar. Hal ini karena BBM nonsubsidi memiliki bobot yang relatif kecil dalam keranjang Indeks Harga Konsumen jika dibandingkan dengan BBM bersubsidi. Oleh karena itu, pengaruh langsungnya terhadap inflasi secara keseluruhan cenderung terbatas.
Selain Pertamax, jenis bensin nonsubsidi lainnya juga mengalami penyesuaian harga. Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami penurunan dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter. Di sisi lain, Pertamina Dex tetap bertahan di harga Rp21.150 per liter dan Dexlite di Rp19.700 per liter. Semua harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is CORE?
CORE is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does CORE matter?
CORE matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
