KPDI 17 Hasilkan Rekomendasi Transformasi Perpustakaan Era AI
Beritaturah.com – Jakarta – Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah menghasilkan lima rekomendasi strategis. KPDI 17 hasilkan rekomendasi yang bertujuan memperkuat transformasi perpustakaan digital di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Lima rekomendasi tersebut merupakan hasil pemikiran mendalam dari para pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah pengembangan perpustakaan digital Indonesia yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Wakil Ketua FPDI Ida Fajar Priyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengemukakan bahwa perkembangan AI harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat ekosistem pengetahuan nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi perpustakaan bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lima Rekomendasi Utama dari KPDI 17
Rekomendasi pertama menegaskan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pengetahuan dan membantu perpustakaan memberikan layanan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih efektif kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di berbagai sektor.
"Rekomendasi pertama menegaskan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pengetahuan dan membantu perpustakaan memberikan layanan yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih efektif kepada masyarakat," kata Ida Fajar Priyanto.
Kedua, konferensi merekomendasikan penguatan intellectual humanity sebagai pusat ekosistem literasi informasi agar perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Pendekatan ini dinilai penting agar pemanfaatan AI tidak menggeser peran manusia, tetapi menjadi instrumen yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab dalam mengelola pengetahuan. Ketiga, pustakawan didorong membangun berbagai aplikasi berbasis AI yang mampu mendukung pembentukan pengetahuan baru sekaligus melestarikan pengetahuan yang telah ada, maupun yang terus berkembang.
Keempat, perpustakaan perlu mengantisipasi perubahan perilaku masyarakat dalam budaya informasi sehingga pemanfaatan teknologi informasi mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Transformasi layanan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perpustakaan tetap relevan sebagai ruang belajar, pusat literasi, sekaligus mitra masyarakat dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi.
"Perpustakaan harus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan, agar berdampak pada masyarakat, termasuk kelompok minoritas, penyandang disabilitas, masyarakat yang belum memiliki akses informasi, serta lanjut usia," ujar Ida Fajar.
Rekomendasi kelima menegaskan bahwa transformasi perpustakaan harus memberikan manfaat yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Perkembangan teknologi informasi harus mampu memperluas akses pengetahuan tanpa meninggalkan kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan. Sementara Ketua FPDI Joko Santoso menegaskan, perkembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan ekosistem informasi sehingga teknologi benar-benar menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
"Transformasi perpustakaan digital harus tetap berpusat pada manusia dan tidak boleh hanya berorientasi pada perkembangan teknologi informasi maupun kecerdasan buatan, tetapi harus tetap memberikan manfaat nyata bagi manusia," ucap Joko. Menurut dia, implementasi AI harus selalu diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan sehingga teknologi tidak hanya menghasilkan informasi dan rekomendasi, tetapi juga digunakan secara bijaksana, etis, dan bertanggung jawab.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang KPDI 17
Apa itu KPDI 17? KPDI 17 adalah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-17 yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Berapa banyak rekomendasi yang dihasilkan dari KPDI 17? KPDI 17 hasilkan rekomendasi sebanyak lima poin strategis untuk transformasi perpustakaan digital di era AI.
Siapa saja yang terlibat dalam perumusan rekomendasi KPDI 17? Para pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya terlibat dalam perumusan rekomendasi tersebut.
Apa fokus utama rekomendasi dari KPDI 17? Fokus utama rekomendasi adalah memperkuat transformasi perpustakaan digital agar adaptif terhadap kemajuan teknologi AI dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bagaimana peran manusia dalam transformasi perpustakaan era AI? Manusia tetap menjadi pusat pengembangan ekosistem informasi sehingga teknologi tidak hanya menghasilkan informasi, tetapi juga digunakan secara bijaksana, etis, dan bertanggung jawab.
