Finansial

Purbaya: Kemenkeu ambil alih kepemilikan 60 persen saham di Whoosh

Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kemenkeu Siap Mengambil Alih 60 Persen Saham Whoosh
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kemenkeu Siap Mengambil Alih 60 Persen Saham Whoosh

Beritaturah.com – Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Proses ini ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026. Selama ini, porsi saham sebesar 60 persen tersebut dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sementara itu, sisanya sebesar 40 persen tetap dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Manajemen Melalui Unit SMV

Purbaya menjelaskan bahwa Whoosh akan dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Dengan demikian, operasional kereta cepat ini tidak akan menjadi beban langsung bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dialihkan Kemenkeu, dikelola oleh saya semuanya KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan BUMN, SMV Fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMV, ada ini, ada lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” jelas Purbaya.

Menurutnya, pembiayaan operasional maupun kewajiban KCIC ke depan akan ditutup dari dividen maupun keuntungan usaha dari SMV di bawah Kemenkeu. “Nggak, SMV kan punya untung juga kan, sebagian dari situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya,” tambahnya.

Perubahan Struktur Kepemilikan

Purbaya menegaskan bahwa kepemilikan 60 persen saham Whoosh nantinya tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau konsorsium PSBI. Konsorsium tersebut terdiri dari KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII). Sebaliknya, porsi 60 persen saham tersebut akan berada dalam kendali unit SMV di bawah Kemenkeu.

“Di saya, bukan (di bawah KAI),” ujar Purbaya.

Peluang Ekspansi dan Keterlibatan China

Dalam kesempatan ini, Purbaya mengungkapkan bahwa pihak China tetap berminat melanjutkan kerja sama. Bahkan, Kemenkeu membuka peluang perluasan rute proyek kereta cepat hingga ke Jawa Timur.

“Kan punya dia dikasih semuanya, 60 persen kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen ada yang lain, masih ada Tiongkok di situ kan,” ujar Purbaya.

Terkait entitas SMV yang akan ditunjuk sebagai pengelola saham KCIC, Ia menyebutkan jumlahnya kemungkinan lebih dari satu lembaga, kendati keputusan finalnya masih difinalisasi. “Itu masih didiskusikan, harusnya lebih dari satu,” kata Purbaya.

Frequently Asked Questions

What is Purbaya?

Purbaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Purbaya matter?

Purbaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment