Bisnis

Wamenkop: Koperasi mampu kirim tenaga kerja profesional keluar negeri

Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Wamenkop: Koperasi Siap Kirim Tenaga Kerja Profesional ke Luar Negeri
  2. Related Reading

Wamenkop: Koperasi Siap Kirim Tenaga Kerja Profesional ke Luar Negeri

Beritaturah.com – Jakarta – Wamenkop Farida Farichah menegaskan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam menyiapkan dan mengirimkan tenaga kerja profesional ke pasar internasional. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan perkembangan model bisnis koperasi yang kini tidak lagi terbatas pada sektor simpan pinjam maupun perdagangan tradisional. Wamenkop menyampaikan hal tersebut saat melepas 86 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke Jepang melalui program Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari. Program ini didukung pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan diluncurkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, pada hari Rabu.

"Koperasi Kita Miraino Hikari membuktikan bahwa anak muda bisa mengelola koperasi secara profesional, digital, dan mampu mengirimkan tenaga kerja profesional keluar negeri," kata Wamenkop dalam keterangan pers kementerian. Pernyataan ini menunjukkan bahwa koperasi modern telah mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar global dan memberikan kontribusi nyata terhadap sektor riil ekonomi Indonesia.

Transformasi Koperasi Modern dan Dukungan Pembiayaan

Wamenkop menjelaskan bahwa langkah ini merupakan salah satu bentuk transformasi koperasi modern yang mampu berkontribusi pada sektor riil, termasuk membuka peluang kerja di pasar internasional. Ia juga berpesan kepada para pekerja migran agar menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di Jepang serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari etos kerja, kemampuan manajerial, dan kedisiplinan yang nantinya dapat diterapkan saat kembali ke tanah air.

Farida menambahkan bahwa Kementerian Koperasi melalui LPDB telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp55 miliar untuk mendukung operasional Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari. Menurut dia, dukungan pembiayaan tersebut memungkinkan koperasi memberikan layanan kepada calon pekerja migran tanpa membebankan biaya jaminan. "Ini adalah bentuk afirmasi pemerintah. Dengan bunga yang sangat rendah, koperasi bisa memberdayakan masyarakat. Bahkan, ada pekerja yang berangkat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun karena skema pembiayaan yang inovatif ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari Aditya Affasha Riawan mengatakan keberangkatan para pekerja migran merupakan hasil kolaborasi antara koperasi, Kementerian Koperasi, LPDB, dan mitra lembaga pelatihan kerja. Ia menegaskan koperasi terus mendampingi para pekerja migran tidak hanya hingga proses keberangkatan, tetapi juga selama mereka bekerja di Jepang. Sebanyak 86 pekerja migran yang diberangkatkan akan bekerja di berbagai sektor, antara lain bidang perhotelan (hospitality) dan jasa konstruksi di Jepang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Koperasi PMI

Q: Berapa jumlah PMI yang dikirimkan melalui program ini? A: Sebanyak 86 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikirimkan ke Jepang melalui program Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari.

Q: Apa saja sektor pekerjaan yang tersedia bagi PMI? A: PMI akan bekerja di berbagai sektor, terutama bidang perhotelan (hospitality) dan jasa konstruksi di Jepang.

Q: Bagaimana peran LPDB dalam program ini? A: LPDB menyalurkan pembiayaan sebesar Rp55 miliar untuk mendukung operasional koperasi, memungkinkan PMI berangkat tanpa biaya jaminan.

Q: Apakah koperasi memberikan pendampingan selama PMI bekerja di Jepang? A: Ya, koperasi terus mendampingi para pekerja migran tidak hanya hingga proses keberangkatan, tetapi juga selama mereka bekerja di Jepang.

Leave a Comment