Bisnis

Topics Covered: Bapanas kawal mutu beras yang diekspor ke Malaysia agar sesuai standar

Bapanas Kawal Mutu Beras Ekspor ke Malaysia Sesuai Standar

Strategi Pemantauan Mutu Beras Ekspor

Topics Covered – Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) aktif memastikan kualitas beras yang diekspor ke Malaysia memenuhi standar keamanan pangan tujuan. Dalam rangka mendukung ekspor beras ke negara tetangga tersebut, Bapanas memperkuat pengawasan melalui proses sertifikasi yang cermat. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, mengatakan bahwa lembaga ini berperan penting dalam menjaga konsistensi mutu beras, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Malaysia yang semakin berkembang.

Topics Covered – Proses pemantauan mutu beras ini melibatkan penilaian berbagai aspek seperti kandungan air, kadar protein, serta kebersihan beras. Bapanas bekerja sama dengan institusi terkait untuk memastikan setiap kemasan beras yang dikirim memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan. “Kita melakukan sertifikasi mutu untuk berbagai kategori, mulai dari premium hingga medium,” jelas Andriko saat diwawancara di Jakarta, Senin.

Prosedur Sertifikasi dan Standar Ekspor

Dalam proses sertifikasi, Bapanas tidak hanya mengecek dokumen Health Certificate (HC) tetapi juga menilai kualitas beras secara langsung. Dokumen HC, yang merupakan bukti keamanan pangan internasional, menjadi dasar untuk memastikan produk tidak mengandung bahan beracun atau kontaminan. “Kualitas beras harus sesuai standar Malaysia, karena pasar tersebut sangat selektif,” tegas Andriko, menambahkan bahwa sertifikasi ini bertujuan menjaga kepercayaan konsumen di luar negeri.

“HC adalah bagian dari proses ekspor, tetapi kita juga memastikan mutu beras melalui uji laboratorium dan inspeksi fisik,” tambah Andriko. Ia menjelaskan bahwa standar keamanan pangan Malaysia memerlukan persyaratan ketat terkait kadar air, kekeringan, dan ketahanan beras terhadap hama. Hal ini dilakukan untuk menjaga reputasi produk Indonesia di pasar internasional.

Rencana Ekspor dan Peran Perum Bulog

Menyusul rencana ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia, Perum Bulog bersama Kementerian Pertanian berencana melakukan kunjungan ke Sarawak untuk finalisasi harga dan volume. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut bahwa penentuan harga ekspor akan diatur agar melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) domestik. “Ini untuk memberi nilai tambah bagi petani dan meningkatkan pendapatan perekonomian nasional,” jelas Rizal, Jumat (29/5).

“Kami sedang melakukan negosiasi harga dengan pihak Malaysia, agar bisa memenuhi permintaan pasar yang stabil. Ekspor ini juga mendukung komitmen pemerintah untuk mendorong industri pertanian,” tutur Rizal. Ia menegaskan bahwa hasil ekspor akan diawasi secara ketat, termasuk pemantauan kualitas beras setelah pemberangkatan.

Kebijakan Harga dan Dukungan Pemerintah

Bapanas berperan aktif dalam menentukan harga ekspor beras premium yang diproyeksikan melebihi Rp16.000 per kilogram. Dalam regulasi zonasi, HET beras premium berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah penjualan. Dengan harga ekspor yang lebih tinggi, Bapanas berharap dapat mendukung keberlanjutan industri pertanian Indonesia.

“Kita menetapkan harga ekspor agar memperkuat posisi pasar internasional. Pemerintah menargetkan ekspor beras ini memberikan manfaat signifikan bagi para petani,” papar Andriko. Ia juga menyebut bahwa Bapanas terus memperbaiki sistem pengawasan, termasuk penggunaan teknologi terkini untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga.

Persiapan dan Peluang Ekspor

Ekspor beras ke Malaysia menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan volume ekspor sektor pertanian. Bapanas berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, untuk memastikan produk yang dikirim sesuai dengan preferensi konsumen Malaysia. “Kita juga memperhatikan permintaan pasar, seperti kebutuhan beras premium untuk produk makanan kemasan,” ungkap Andriko. Hal ini menunjukkan komitmen Bapanas untuk memenuhi berbagai kebutuhan ekspor secara berkelanjutan.

Topics Covered – Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan mengekspor beras ke Malaysia, Bapanas berharap dapat memperkuat hubungan dagang bilateral dan menambahkan nilai ekspor nasional. “Kualitas beras yang dipasarkan ke luar negeri harus menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkas Andriko, menegaskan pentingnya konsistensi mutu dalam meningkatkan daya saing produk pangan nasional.

Leave a Comment