Lintas Kota

Pramono kaji ulang waktu CFD di Rasuna Said – bakal selesai lebih cepat

Pramono Kaji Ulang Waktu CFD di Rasuna Said, Bakal Selesai Lebih Cepat

Pramono kaji ulang waktu CFD di Rasuna – Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan HR Rasuna Said, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana meninjau ulang jadwal pelaksanaan acara tersebut. Perubahan ini diperkirakan akan mempercepat penutupan CFD, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses area tersebut. Menurut informasi terbaru, rencana ini berdasarkan permintaan dari warga sekitar yang ingin mengurangi gangguan terhadap rutinitas, khususnya aktivitas ibadah yang biasanya dimulai pada pukul 10 pagi. Pramono menjelaskan bahwa dengan menyesuaikan waktu penutupan CFD, pihaknya ingin memastikan kegiatan tetap berjalan lancar tanpa mengurangi keuntungan yang diperoleh oleh masyarakat.

Pembaruan Jadwal CFD Berdampak pada Pengaturan Lalu Lintas

Kebijakan kajian ulang waktu CFD di Rasuna Said menjadi fokus perhatian pemerintah DKI Jakarta karena dampaknya terhadap alur lalu lintas dan penggunaan ruang publik. Sebelumnya, CFD di kawasan tersebut berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 10.00, tetapi dengan perubahan terbaru, jadwal penutupan diperkirakan akan lebih singkat. Pramono menyebutkan bahwa ini adalah langkah adaptif untuk memenuhi kebutuhan warga yang lebih mementingkan kenyamanan pada jam-jam pagi. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya sekaligus meningkatkan aksesibilitas bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda. “CFD adalah bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperbaiki kualitas transportasi di Jakarta, khususnya di area yang sedang mengalami revitalisasi,” tegas Pramono dalam wawancara terbarunya.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi juga memengaruhi pengelolaan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Pramono menjelaskan bahwa evaluasi terhadap waktu CFD akan dilakukan secara berkala, terutama saat terjadi perubahan signifikan di kawasan Rasuna Said. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan keputusan akhir tidak mengganggu kegiatan ekonomi sekitar. “CFD di Rasuna Said harus tetap menjadi simbol kota yang berubah, tetapi kita juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” tambahnya.

CFD Sudirman-Thamrin Masih dalam Penyesuaian

Di sisi lain, Pramono juga menyoroti rencana pengaturan ulang waktu CFD di kawasan Sudirman-Thamrin. Meskipun jadwal mulai CFD di sana tetap akan dimulai pada pukul 05.30, waktu penutupannya masih dalam penyesuaian. Pemprov DKI Jakarta berencana mengumumkan keputusan akhir sebelum 1 Juni 2026, dengan waktu penutupan yang bisa berubah menjadi 09.30 atau 10.00. Pramono menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas yang kian padat di sekitar kawasan tersebut. “CFD di Sudirman-Thamrin menjadi sumber kegiatan ekonomi dan sosial yang penting, jadi kita harus menyeimbangkan antara kegiatan tersebut dengan mobilitas warga,” kata Pramono.

Kebijakan kajian ulang waktu CFD ini sejalan dengan upaya pemerintah DKI Jakarta dalam mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan lalu lintas di Jakarta. Pramono mengungkapkan bahwa selain Rasuna Said dan Sudirman-Thamrin, beberapa kawasan lain di Jakarta juga sedang dievaluasi. Ini sebagai bagian dari rencana pengembangan kota yang lebih berkelanjutan. “CFD di Rasuna Said dan Sudirman-Thamrin akan menjadi contoh bagaimana pemerintah berupaya memenuhi permintaan warga dengan berbagai kebijakan transportasi,” imbuhnya.

Dalam meninjau ulang jadwal, Pramono juga mengakui pentingnya peran masyarakat dalam memberikan masukan. Ia menyebutkan bahwa keputusan akhir tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui proses diskusi dengan kelompok-kelompok terkait. “CFD di Rasuna Said tidak hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga menjadi cerminan kesadaran masyarakat akan pentingnya mobilitas yang lebih baik. Kita harus mendengarkan suara mereka agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat,” jelas Pramono. Pihaknya juga berencana mengadakan survei dan evaluasi kualitas kegiatan CFD setelah pelaksanaan selesai, guna mengetahui efektivitas perubahan yang diterapkan.

Keputusan menyesuaikan waktu CFD di Rasuna Said dan Sudirman-Thamrin diperkirakan akan memberikan dampak positif pada mobilitas masyarakat. Dengan penutupan lebih cepat, ruang publik bisa lebih cepat dihiasi oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda, sementara kendaraan bermotor dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menuju ke tempat-tempat tujuan. Pramono berharap kebijakan ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam pengaturan lalu lintas Jakarta. “Kita harus terus beradaptasi, terutama di tengah tantangan perkembangan kota yang semakin pesat,” pungkasnya.

Leave a Comment