Lintas Kota

Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah diduga karena korsleting listrik

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah: Penyebab Korsleting Listrik Terkonfirmasi
  2. Related Reading

Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah: Penyebab Korsleting Listrik Terkonfirmasi

Beritaturah.com – Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah yang terjadi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya menemukan penyebab utamanya. Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan melalui Kepala Dinas, Santoso, mengonfirmasi bahwa api yang melanda gudang buku sekolah tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis pagi, tepat saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.

Menurut informasi yang dihimpun, kabel yang terkelupas di area atap menjadi pemicu utama terbakarnya gudang buku. Santoso menjelaskan bahwa tim pemadam kebakaran (Damkar) menemukan indikasi kuat adanya korsleting listrik di bagian gudang saat melakukan investigasi awal.

“Tadi berdasarkan informasi dari teman-teman Damkar, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Korsleting listrik di bagian gudang. Di atap ditemukan kabel yang terkelupas,” kata Santoso kepada wartawan di lokasi kejadian.

Proses Pemadaman dan Evakuasi Siswa

Sebanyak 60 petugas dari Gulkarmat Jakarta Selatan langsung turun ke lapangan untuk memadamkan api yang mulai menjalar. Lokasi kejadian tepatnya berada di Jalan Srengseng Sawah Nomor 46, RT 04/RW 07. Tim pemadam tiba di tempat kejadian pada pukul 11.38 WIB dan segera memulai aksi pemadaman empat menit kemudian. Operasi pemadaman berlangsung intensif dan rampung pada pukul 12.34 WIB.

Saat kejadian berlangsung, proses belajar mengajar masih berjalan normal di dalam kelas. Guru, orang tua, dan warga sekitar langsung membantu evakuasi siswa dari area yang terdampak. Santoso mengungkapkan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Berkat bantuan semua pihak, orang tua murid, warga, dan jajaran guru, anak-anak yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar berhasil dievakuasi,” katanya dengan lega.

Koordinasi Antar Instansi dan Dampak Kebakaran

Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti PLN dan kelurahan setempat. Elemen masyarakat termasuk RT, RW, LMK, dan FKDM ikut mengamankan lokasi serta mengatur lalu lintas agar proses pemadaman tidak terganggu. Kebakaran di SDN 04 Srengseng ini tidak hanya berdampak pada gudang buku, tetapi juga menyebabkan gangguan sementara pada aktivitas sekolah.

Setelah api padam, tim teknis PLN melakukan inspeksi menyeluruh terhadap instalasi listrik di area sekolah. Mereka memastikan tidak ada risiko korsleting berulang yang dapat menyebabkan kebakaran susulan. Pihak sekolah juga mulai merencanakan perbaikan sistem kelistrikan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Warga sekitar SDN 04 Srengseng Sawah menyatakan apresiasi mereka terhadap respons cepat dari petugas pemadam dan pihak sekolah. Berita terkait Jakarta menunjukkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan instalasi listrik di bangunan publik.

FAQ: Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah

Apa penyebab utama kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah? Kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi di bagian gudang buku. Kabel yang terkelupas di area atap menjadi pemicu utamanya.

Kapan dan di mana kejadian ini terjadi? Kebakaran terjadi pada hari Kamis pagi di Jalan Srengseng Sawah Nomor 46, RT 04/RW 07, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini? Tidak ada korban jiwa. Seluruh siswa berhasil dievakuasi dengan selamat berkat bantuan guru, orang tua, dan warga sekitar.

Berapa lama proses pemadaman berlangsung? Tim pemadam tiba pada pukul 11.38 WIB dan memulai aksi pemadaman empat menit kemudian. Operasi pemadaman rampung pada pukul 12.34 WIB, atau sekitar satu jam lebih.

Instansi apa saja yang terlibat dalam penanganan kebakaran? Instansi yang terlibat meliputi Gulkarmat Jakarta Selatan, PLN, kelurahan setempat, serta elemen masyarakat seperti RT, RW, LMK, dan FKDM.

Leave a Comment