Istana jelaskan pengembangan riset nuklir untuk energi dan medis
Istana jelaskan pengembangan riset nuklir untuk energi dan medis
Beritaturah.com – Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Istana jelaskan pengembangan riset nuklir yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta lembaga pemerintah lainnya memiliki arah yang jelas, yaitu untuk memenuhi kebutuhan energi dan kesehatan masyarakat Indonesia. Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada hari Jumat, Prasetyo menjelaskan bahwa fokus utama pengembangan nuklir saat ini adalah penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan.
"Kalau berkenaan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan. Misalnya, mungkinkah pembangkit listrik tenaga nuklir dibangun di Indonesia atau peralatan alutsista berbahan nuklir, serta untuk kepentingan kesehatan, terutama medis," jelas Prasetyo Hadi.
Pameran Riset Nuklir di Istana Kepresidenan
Sebagai Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo yang juga menjelaskan perkembangan terbaru ini menyebutkan bahwa BRIN memamerkan hasil riset dan inovasi bidang nuklir di Istana Kepresidenan RI pada hari Kamis (6/8). Pameran tersebut menampilkan kesiapan teknologi Indonesia untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menerima penjelasan langsung dari para peneliti BRIN mengenai hasil riset teknologi nuklir yang telah dicapai. Para peneliti menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki kesiapan untuk mendukung rencana pemerintah dalam membangun PLTN sebagai solusi energi bersih jangka panjang.
Indonesia memiliki potensi uranium hingga 89.000 ton dan thorium sebanyak 143.000 ton. Peneliti saat ini juga telah berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen.
Peneliti BRIN juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi uranium hingga 89.000 ton dan thorium sebanyak 143.000 ton. Peneliti saat ini juga telah berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki cadangan bahan bakar nuklir yang melimpah, tetapi juga kemampuan teknologi untuk mengolahnya.
Konsolidasi Riset Nasional untuk Pembangunan
Selain bidang nuklir, BRIN memamerkan hasil riset di sejumlah sektor strategis lainnya, antara lain kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, energi dan mineral, lingkungan dan pengelolaan sampah, serta perumahan dan kebencanaan. Riset lainnya mencakup bidang kesehatan, transportasi, makan bergizi gratis (MBG), pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, serta pelestarian warisan budaya.
Setelah meninjau hasil riset dan inovasi para ilmuwan BRIN, Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional di Istana Kepresidenan RI. Prasetyo menilai pertemuan Presiden dengan para ilmuwan BRIN tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sumber daya riset nasional.
Ia mengatakan sejak awal menjabat, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran pemerintah dan lembaga yang memiliki kemampuan riset untuk menyatukan serta mengonsolidasikan sumber daya guna menghasilkan temuan yang berdampak nyata. "Tujuannya hanya satu, yaitu mengonsolidasikan dan menajamkan riset kita dengan tujuan untuk menghasilkan riset-riset yang langsung berdampak dan bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi bangsa kita," kata Prasetyo.
FAQ: Pengembangan Riset Nuklir Indonesia
1. Apa fokus utama pengembangan riset nuklir di Indonesia? Fokus utama pengembangan riset nuklir adalah untuk kepentingan energi melalui pembangunan PLTN dan kepentingan kesehatan terutama medis.
2. Berapa potensi uranium dan thorium di Indonesia? Indonesia memiliki potensi uranium hingga 89.000 ton dan thorium sebanyak 143.000 ton.
3. Kapan pameran riset nuklir dilakukan di Istana Kepresidenan? Pameran riset nuklir dilakukan pada hari Kamis (6/8) di Istana Kepresidenan RI.
4. Siapa yang memimpin konsolidasi riset nasional? Presiden Prabowo Subianto memimpin konsolidasi riset nasional melalui instruksi kepada jajaran pemerintah dan lembaga riset.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pengembangan riset nuklir Indonesia, Anda dapat mengunjungi sumber berita resmi.
