Hukum

BNNP Bali gagalkan penyelundupan hasish jaringan Kazakhstan-Bali

1001564094
Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Operasi Gabungan BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Hasish
  2. Related Reading

Operasi Gabungan BNNP Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Hasish

Beritaturah.com – BNNP Bali gagalkan penyelundupan hasish jaringan internasional dalam operasi yang berlangsung intensif di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penindakan ini melibatkan koordinasi antara Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menangkap upaya penyelundupan narkotika jenis hasish yang berasal dari Kazakhstan. Tersangka utama adalah seorang perempuan warga negara Kazakhstan berusia 25 tahun dengan inisial VM yang tiba dari Bangkok pada hari Selasa, 4 Agustus 2020. Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Bali yang semakin marak.

Proses Penemuan Barang Bukti di Bandara

Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, Kepala BNN Provinsi Bali, menjelaskan bahwa petugas berhasil menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam koper milik tersangka. Barang bukti tersebut dibawa oleh VM dari Thailand dan disembunyikan dengan cara yang cukup cerdas di antara pakaian serta aksesori wanita. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, kemasan itu ternyata berisi gel berwarna gelap yang diduga merupakan hasish dengan berat total mencapai 1.079 gram bruto.

“Dalam pemeriksaan, petugas menemukan satu kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam koper milik VM,” kata Sadana di Denpasar, Rabu.

Modus penyembunyian yang digunakan tersangka menunjukkan bahwa jaringan penyelundupan ini sudah terorganisir dengan baik. Paket narkotika tersebut disamarkan sedemikian rupa untuk mengelabui petugas saat proses pemeriksaan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Cara ini dipilih untuk meminimalkan risiko tertangkapnya barang bukti selama proses transit.

Investigasi Mendalam Jaringan Kazakhstan-Bali

Hasil pemeriksaan awal terhadap VM serta alat komunikasi yang digunakannya memberikan petunjuk penting tentang struktur jaringan. Perempuan tersebut tidak bekerja sendiri dalam operasi penyelundupan ini. VM mengaku bahwa ia diperintah oleh seorang perempuan yang berada di Kazakhstan untuk membawa koper tersebut ke Bali dan menyerahkannya kepada seseorang yang identitasnya masih belum diketahui. Informasi ini menjadi kunci dalam pengembangan investigasi selanjutnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala BNN Provinsi Bali Putu Sadana memerintahkan Tim Pemberantasan BNNP Bali melakukan pengembangan terhadap jaringan tersebut. Petugas kemudian melakukan kontrol komunikasi antara VM dengan perempuan yang diduga sebagai pengendali dari Kazakhstan. Tim juga melakukan profiling terhadap sosok yang disebut sebagai pengendali tersebut untuk memahami peran dan posisinya dalam jaringan.

Namun, berdasarkan data perlintasan keimigrasian, perempuan yang diduga sebagai pengendali itu diketahui telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 2020. Hal ini menambah kompleksitas investigasi yang sedang berlangsung dan memerlukan pendekatan khusus untuk melacak aktivitas jaringan dari jarak jauh.

Status Hukum dan Prosedur Selanjutnya

Putu Sadana menjelaskan bahwa hasish merupakan narkotika golongan I menurut Undang-Undang Narkotika. Menurut dia, peredaran hasish di Bali cukup marak dan salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah warga negara asing. Saat ini, VM beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan serta proses pengembangan lebih lanjut. Prosedur hukum akan ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BNNP Bali masih mendalami jaringan di balik penyelundupan tersebut, termasuk mengungkap pihak yang menjadi pengendali dan calon penerima koper berisi hasish di Bali. Operasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Bali. Dengan adanya operasi semacam ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan narkotika.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu hasish dan mengapa termasuk narkotika golongan I? Hasish adalah narkotika yang berasal dari tanaman ganja dan mengandung senyawa THC. Hasish termasuk narkotika golongan I karena memiliki potensi ketergantungan tinggi dan tidak memiliki manfaat medis yang signifikan, sehingga peredarannya dilarang keras.

Berapa berat hasish yang berhasil diamankan dalam operasi ini? Petugas berhasil mengamankan hasish dengan berat total 1.079 gram bruto yang ditemukan dalam kemasan plastik jar berwarna hitam di dalam koper tersangka.

Siapa saja yang terlibat dalam operasi penyelundupan ini? Operasi ini melibatkan BNNP Bali, Bea Cukai Ngurah Rai, tersangka utama VM (warga negara Kazakhstan), serta seorang pengendali jaringan yang berada di Kazakhstan. Pengendali tersebut diketahui telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 2020.

Di mana tersangka akan menjalani proses hukum selanjutnya? VM beserta barang bukti telah diamankan di Kantor BNN Provinsi Bali untuk menjalani pemeriksaan dan proses pengembangan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak berwenang untuk proses hukum.

Bagaimana modus penyembunyian hasish dalam kasus ini? Hasish disamarkan dalam bentuk gel dan disimpan dalam kemasan plastik jar berwarna hitam. Paket tersebut disembunyikan di antara pakaian dan aksesori wanita di dalam koper untuk mengelabui petugas pemeriksaan.

Leave a Comment