Bisnis

TNI bangun rumah layak huni untuk guru mengaji di pedalaman Aceh

IMG-20260813-WA0027
Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. TNI Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru Mengaji di Pedalaman Aceh
  2. Related Reading

TNI Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru Mengaji di Pedalaman Aceh

Beritaturah.com – BANDA ACEH — Program TNI bangun rumah layak huni terus menunjukkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat pedalaman. Korem 011/Lilawangsa melalui inisiatif Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) saat ini sedang menyelesaikan pembangunan rumah permanen bagi Katratunida, seorang guru mengaji berusia 28 tahun yang berdomisili di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Proyek renovasi total ini ditargetkan rampung dalam waktu dua puluh hari ke depan.

Langkah strategis ini diharapkan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat setempat. Selain menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi Katratunida beserta keluarganya, rumah baru tersebut juga akan berfungsi sebagai ruang representatif untuk kegiatan mengajar ilmu agama kepada para santri yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Kami berharap rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang aman bagi Ibu Katratunida sekeluarga, tetapi juga menjadi tempat yang representatif bagi beliau untuk terus mengajar ilmu agama kepada santri-santrinya,” kata Danramil 02 Kuta Makmur, Letda Infanteri Andriyanto.

Awal Mula Inisiatif Bantuan

Program bantuan ini bermula ketika sejumlah prajurit TNI melakukan survei untuk meninjau kondisi jembatan yang rusak akibat banjir di desa setempat. Saat itu, para prajurit juga sedang mengerjakan pembangunan jembatan gantung garuda secara gotong-royong bersama warga. Dalam perjalanan survei, Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, kebetulan melihat rumah Katratunida dan memutuskan untuk membantu membangunkannya.

Saat ini, proses pembongkaran rumah lama sudah berjalan dengan partisipasi aktif prajurit Koramil 02 Kuta Makmur yang berada di bawah jajaran Kodim 0103/Aceh Utara, serta masyarakat sekitar. Kabar Aceh terbaru menunjukkan bahwa program ini menjadi contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat.

Keteguhan Mengajar Tanpa Bayaran

Katratunida telah mendidik puluhan anak-anak membaca Al Quran selama lima tahun terakhir tanpa memungut biaya apapun. Namun, kegigihannya diiringi dengan kondisi rumah yang nyaris lapuk. Bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka, ia tinggal di rumah berdinding rapuh dengan atap daun rumbia yang sering bocor.

“Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, ‘Ibu, rumah kita kebanjiran.’ Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang, ‘Enggak apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah,'” kata Katratunida dengan senyum.

Rumah yang sempit dan tua tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 35 santri serta pembinaan 20 remaja untuk perlombaan keagamaan seperti MTQ. Keterbatasan ruang menyebabkan proses belajar mengajar sering kali harus dibagi menjadi beberapa gelombang atau bahkan menumpang di balai desa.

Katratunida tidak pernah menetapkan tarif tertentu, melainkan hanya menerima infak sukarela dari orang tua santri sesuai kemampuan masing-masing. Ia memandang bantuan rumah layak huni ini sebagai jawaban langsung dari Allah SWT atas doa-doa yang telah dipanjatkan selama ini.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian bapak Jenderal Ali Imran kepada warga pedalaman seperti kami. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan untuk memimpin Aceh menjadi lebih baik,” demikian Katratunida.

Dampak Sosial Program RTLH

Program Rumah Tidak Layak Huni yang digagas TNI ini tidak hanya membantu satu keluarga, tetapi juga memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya rumah permanen, kegiatan mengaji dapat berjalan lebih lancar tanpa gangguan cuaca. Selain itu, kondisi rumah yang lebih baik juga meningkatkan motivasi Katratunida dalam mendidik para santri.

Program ini juga membuka peluang bagi masyarakat pedalaman untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Dengan fasilitas yang memadai, anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan fokus pada materi keagamaan yang diajarkan.

FAQ: Program Rumah Layak Huni TNI

Apa itu program RTLH? Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah inisiatif TNI untuk membangun atau merenovasi rumah warga yang kondisinya tidak layak huni menjadi rumah permanen yang lebih aman dan nyaman.

Siapa saja yang bisa mendapatkan bantuan? Warga yang memiliki rumah tidak layak huni dan memenuhi kriteria tertentu dapat mengajukan bantuan melalui posko terdekat atau melalui program survei yang dilakukan oleh prajurit TNI.

Berapa lama proses pembangunan rumah? Proses pembangunan rumah biasanya memakan waktu sekitar dua puluh hari hingga satu bulan, tergantung pada kondisi lokasi dan ketersediaan material.

Apakah program ini hanya untuk Aceh? Tidak, program RTLH telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Leave a Comment