Pakar IPB ingatkan mitigasi dampak El Nino terhadap kinerja pangan
Table of Contents
Pakar IPB Ingatkan Mitigasi Dampak El Nino Terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Beritaturah.com – Jakarta – Pakar IPB ingatkan mitigasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja sektor pangan nasional pada paruh kedua tahun 2026. Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, menyampaikan peringatan ini menyusul laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan fenomena El Nino pada periode Agustus hingga Oktober mendatang akan berlangsung dengan intensitas sangat kuat. “Ada potensi terjadi penurunan produksi di beberapa komoditas pangan,” kata Andreas dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di Jakarta, Jumat.
Analisis Dampak El Nino Terhadap Komoditas Strategis
Meskipun Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan bahwa dalam kurun satu tahun ini Indonesia telah mampu mencapai swasembada delapan komoditas pangan, Andreas mengingatkan bahwa terdapat beberapa komoditas kunci yang harus diwaspadai karena berpotensi terdampak oleh fenomena El Nino, khususnya beras dan jagung. “Kita berhadapan dengan situasi yang kurang menguntungkan, yaitu fenomena El Nino, sedangkan tahun 2025 kemarin kita memang diberkahi fenomena iklim yang menguntungkan untuk pertanian yang kita sebut sebagai La Nina, sehingga kita bisa menanam sepanjang tahun,” jelas dia dengan menekankan pentingnya antisipasi dini. Ia memprediksi komoditas padi dan jagung akan mengalami penurunan produksi karena pengaruh cuaca panas ekstrem yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
“Menurut saya terjadi penurunan produksi kira-kira ya ini sekitar 3-5 persen untuk padi. Selain itu, jagung kemungkinan juga akan menurun, karena jagung juga perlu air,” kata Andreas. “Biasanya petani itu tanam jagung pada musim kedua setelah padi.”
Andreas menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika ketersediaan air tidak mencukupi, petani cenderung akan beralih mencari tanaman lain yang berumur lebih pendek dan tidak memerlukan air dalam jumlah banyak. Strategi adaptasi ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah ketidakpastian cuaca. Baca juga: Strategi Petani Menghadapi Perubahan Iklim menjadi referensi penting bagi para pelaku pertanian dalam merencanakan pola tanam yang lebih resilien.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa Indonesia telah mampu mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. “Dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan,” kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan signifikan, namun tetap memerlukan perhatian khusus untuk menjaga momentum tersebut di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks.
Rekomendasi Mitigasi dan Langkah Strategis
Untuk mengantisipasi dampak negatif El Nino, para ahli merekomendasikan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan petani. Pertama, optimalisasi sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air menjadi prioritas utama. Kedua, diversifikasi pola tanam dengan memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Ketiga, penguatan sistem informasi cuaca dan iklim untuk memberikan peringatan dini kepada petani. Keempat, peningkatan akses terhadap asuransi pertanian dan bantuan pemerintah bagi petani yang terdampak.
Andreas juga menekankan pentingnya koordinasi antar-kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi. “Mitigasi bukan hanya soal respons saat bencana terjadi, tetapi juga persiapan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya. Dengan pendekatan holistik dan terintegrasi, Indonesia diharapkan dapat meminimalkan dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan di pasar domestik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang El Nino dan Dampaknya
Apa itu El Nino dan bagaimana dampaknya terhadap pertanian Indonesia? El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat menyebabkan perubahan pola cuaca global, termasuk kekeringan dan penurunan curah hujan di Indonesia, yang berdampak pada produksi pertanian.
Komoditas apa saja yang paling terdampak oleh El Nino? Komoditas yang paling terdampak antara lain padi dan jagung, karena kedua tanaman ini sangat bergantung pada ketersediaan air selama masa pertumbuhan.
Berapa estimasi penurunan produksi akibat El Nino? Menurut analisis Pakar IPB, penurunan produksi diperkirakan sekitar 3-5 persen untuk padi dan juga mengalami penurunan untuk jagung.
Apa langkah mitigasi yang dapat dilakukan petani? Petani dapat melakukan diversifikasi tanaman, mengoptimalkan sistem irigasi, dan memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan sebagai strategi adaptasi.
