Titiek Soeharto apresiasi capaian swasembada pangan Presiden Prabowo
Table of Contents
Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Swasembada Pangan di Masa Kepemimpinan Prabowo
Beritaturah.com – Jakarta – Dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, Titiek Soeharto menyampaikan apresiasinya secara terbuka. Ketua Komisi IV DPR RI ini, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto, menilai capaian Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada komoditas pangan sangat mengesankan. Pencapaian ini menjadi sorotan penting menjelang genap dua tahun masa kepemimpinannya sebagai kepala negara.
Setelah menyimak pernyataan tahunan Presiden Prabowo, Titiek mengungkapkan rasa syukurnya atas kemajuan yang telah diraih oleh Indonesia. Ia menegaskan bahwa negara kini telah berada dalam kondisi ketahanan pangan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Swasembada untuk komoditas beras dan jagung telah berhasil dicapai, menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam mengelola sektor pertanian dan pangan nasional.
Alhamdulilah, kita sudah dalam ketahanan pangan ini, swasembada tercapai pada komoditas beras dan jagung.
Target Ketahanan Pangan yang Masih Perlu Dikejar
Menurut Titiek, pencapaian swasembada pangan tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah di sektor ketahanan pangan. Sektor ini merupakan tanggung jawab utama Komisi IV DPR RI yang dipimpinnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan rumah masih ada dan perlu diselesaikan. Pemerintah harus terus mengejar target swasembada untuk komoditas pangan lainnya yang belum tercapai.
Yang harus kita kejar ke depan adalah swasembada bawang putih, kedelai, dan daging ya.
Titiek juga memberikan apresiasi atas berbagai pencapaian lain yang dicatatkan pemerintahan Presiden Prabowo dalam dua tahun terakhir. Di antara pencapaian yang disorotinya adalah perluasan program renovasi rumah dan renovasi sekolah di berbagai daerah. Ia berharap Presiden Prabowo terus memperjuangkan keberhasilan dalam berbagai kebijakan prioritas pemerintah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Agenda Sidang dan Tema Besar Nasional
Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 yang dilaksanakan pada hari Jumat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara. Ia juga memberikan pidato kenegaraan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pidato kenegaraan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kemajuan bangsa.
Setelah Sidang Tahunan dan Sidang Bersama selesai, agenda DPR dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027. Rapat tersebut dimulai pada pukul 14.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Rapat ini membahas berbagai RUU yang akan dibahas dalam masa persidangan berikutnya.
Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 yang diselenggarakan menjelang HUT Ke-81 Republik Indonesia ini mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai landasan pembahasan. Tema ini menjadi panduan dalam setiap pembahasan kebijakan nasional yang berkaitan dengan kedaulatan, keadilan sosial, dan kemakmuran rakyat.
Frequently Asked Questions
Apa yang dimaksud dengan swasembada pangan? Swasembada pangan adalah kondisi di mana Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada untuk komoditas beras dan jagung.
Siapa Titiek Soeharto dan apa perannya? Titiek Soeharto adalah Ketua Komisi IV DPR RI yang bertanggung jawab atas sektor ketahanan pangan. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap capaian swasembada pangan di era Presiden Prabowo.
Komoditas apa saja yang masih menjadi target swasembada? Selain beras dan jagung yang sudah swasembada, Indonesia masih mengejar target swasembada untuk bawang putih, kedelai, dan daging sebagai komoditas pangan strategis.
Kapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 berlangsung? Sidang berlangsung pada hari Jumat, menjelang HUT Ke-81 Republik Indonesia, dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
