Wagub Papua lepas 30,2 ton kopra hasil masyarakat adat Sarmi ke Surabaya
Table of Contents
Wagub Papua Lepas 30 2 Ton Kopra untuk Pasar Surabaya
Beritaturah.com – Jakarta – Wagub Papua lepas 30 2 ton kopra dalam sebuah upacara pelepasan yang berlangsung di Pelabuhan Jayapura, Selasa (11/8/2026). Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Sarmi, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), instansi pelabuhan dan karantina, serta mitra pembangunan seperti EcoNusa. Pelepasan ini menandai langkah strategis dalam memperluas akses pasar komoditas perkebunan masyarakat adat Sarmi ke pusat ekonomi nasional.
Menurut Aryoko, pengiriman 30,2 ton kopra ini menunjukkan bahwa potensi komoditas lokal Papua memiliki nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah. "Nilai ini mungkin baru sebuah awal, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ini adalah bukti bahwa apabila potensi lokal dikelola secara serius, maka akan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Aryoko dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Kolaborasi untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Adat
Sebanyak 30,2 ton kopra tersebut dihimpun EcoNusa selama dua bulan melalui Koperasi Yora Mekhande Jaya dan kelompok petani lainnya. Program ini melibatkan 410 petani dari 33 kampung di Kabupaten Sarmi. Kopra dibeli dengan harga berkisar Rp8.000 hingga Rp13.000 per kilogram, kemudian dikonsolidasikan di Jayapura sebelum dikirim ke perusahaan pengolahan minyak nabati di Surabaya, Jawa Timur. Total nilai transaksi pengiriman mencapai sekitar Rp450 juta.
"Ini salah satu bentuk kolaborasi bersama antara pemerintah dan mitra pembangunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat adat. Ini membuktikan masyarakat adat bisa dan siap untuk bersaing," kata Manajer EcoNusa Regional Papua Maryo Saputra Sanuddin.
Manajer EcoNusa Regional Papua, Maryo Saputra Sanuddin, menjelaskan bahwa kopra tersebut merupakan hasil produksi masyarakat adat Sarmi yang tersebar di tiga suku besar, yakni Sobey, Manirem, dan Rumbuay. Ia menambahkan bahwa perputaran ekonomi dari perdagangan kopra masyarakat Sarmi selama semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp950 juta. Sementara sejak tahun sebelumnya, nilainya telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Sebelum dikirim ke Surabaya, seluruh muatan kopra menjalani pemeriksaan ketat dari Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua. Pemeriksaan ini memastikan kondisi dan kesesuaian komoditas serta menjamin kopra bebas dari kontaminasi benda lain. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari perdagangan antarpulau yang bertujuan memperpendek rantai pasok sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani Sarmi.
Wagub Papua Lepas 30 2 Ton Kopra: Langkah Menuju Ekonomi Berkelanjutan
Pengiriman kopra Sarmi juga menjadi contoh penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan mitra pembangunan. Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal akan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam PAPEDA Summit 2026 yang berlangsung di Kota Sorong pada 2-4 September 2026.
Forum pembangunan berkelanjutan tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas ekonomi regeneratif, hak masyarakat adat, serta penguatan rantai nilai berkelanjutan di Tanah Papua. Dengan adanya inisiatif seperti ini, Wagub Papua lepas 30 2 ton kopra bukan hanya sekadar pengiriman komoditas, melainkan juga simbol harapan bagi kesejahteraan masyarakat adat Papua di masa depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pengiriman Kopra Sarmi
Apa itu kopra? Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan, digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa dan produk turunannya.
Berapa jumlah petani yang terlibat dalam program ini? Sebanyak 410 petani dari 33 kampung di Kabupaten Sarmi terlibat langsung dalam program pengumpulan kopra.
Kapan PAPEDA Summit 2026 akan berlangsung? PAPEDA Summit 2026 akan berlangsung di Kota Sorong pada tanggal 2-4 September 2026.
Di mana kopra Sarmi dikirim? Kopra Sarmi dikirim ke Surabaya, Jawa Timur, untuk diproses oleh perusahaan pengolahan minyak nabati.
